Langsung ke konten utama

Warga Desa Semanggi Pertanyakan Keterbukaan Dana Desa Tahap 1


Blora, 21 Mei 2025 — Warga Desa Semanggi RT 01 RW 01, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora, mengeluhkan ketertutupan pemerintah desa terkait pengelolaan Dana Desa (DD) tahap 1 tahun 2025. Hingga saat ini, warga mengaku belum mengetahui rencana penggunaan anggaran yang telah dicairkan sejak beberapa waktu lalu.

Kebingungan warga bermula dari tidak adanya informasi resmi mengenai program atau proyek pembangunan desa yang akan dilaksanakan dengan anggaran tersebut. Warga pun mempertanyakan komitmen pemerintah desa dalam mewujudkan transparansi dan partisipasi publik dalam pengelolaan keuangan desa.

Pak Sutrisno, Ketua RT 01 RW 01, menyampaikan bahwa dirinya telah mencoba mengonfirmasi langsung kepada perangkat desa, termasuk Sekretaris Desa, Ninik. Namun, jawaban yang diterimanya justru membuat masyarakat semakin bingung. “Saya tanya ke Bu Ninik, dia malah bilang bingung ini dana dari mana, padahal Dana Desa sudah cair,” ujar Sutrisno.

Pernyataan tersebut membuat warga semakin curiga dan khawatir adanya ketidaksiapan atau bahkan ketidaktahuan perangkat desa terhadap alokasi anggaran yang sudah diterima. Mereka menilai penting adanya penjelasan terbuka agar masyarakat tidak merasa diabaikan dalam proses pembangunan desa.

“Warga hanya ingin tahu uang itu mau dipakai untuk apa. Itu hak kami sebagai masyarakat yang juga berkepentingan dengan pembangunan desa,” tambah Sutrisno. Ia menegaskan bahwa warga berharap segera diadakan pertemuan resmi atau dipasang papan informasi publik yang menjelaskan secara rinci penggunaan Dana Desa.

Masyarakat juga meminta agar pemerintah kecamatan dan kabupaten turut mengawasi pengelolaan dana desa di Semanggi. Mereka khawatir jika tidak ada pengawasan ketat, potensi penyimpangan atau penyalahgunaan dana bisa saja terjadi.

Terpisah, saat dikonfirmasi oleh awak media, Kepala Desa Semanggi menyampaikan alasan belum dimulainya pembangunan desa. “Mas, ini hujan terus, belum bisa mengerjakan proyek,” ujarnya singkat. Namun, warga berharap alasan cuaca tidak menjadi penghalang untuk tetap memberikan informasi dan laporan kepada masyarakat terkait rencana dan penggunaan Dana Desa.

(Tau)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Polisi Selidiki Motif Kekerasan di Blora, Korban Alami Luka Serius

CAKRAMEDIA INDONESIA Blora, 18 Februari 2025 – Insiden dugaan kekerasan bersama-sama terjadi di Dusun Mlawu, Desa Biting, Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora, pada Jumat (14/2) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB. Akibat kejadian ini, seorang pria bernama Moch. Mahfud Saputra mengalami luka serius. Berdasarkan laporan kepolisian, peristiwa ini terjadi di rumah milik Sakri Bin Yadi. Korban, pria kelahiran Bojonegoro yang bekerja sebagai pegawai swasta, diduga menjadi sasaran kekerasan mendadak saat berada di lokasi. Kejadian ini baru dilaporkan kepada pihak berwenang sekitar pukul 02.30 WIB. Keterangan Saksi dan Bukti Digital Sejumlah saksi telah dimintai keterangan, termasuk Hanisa Putri Binti Sakri, Ibnu Ikhsan Setiawan Bin Sakri, serta Joko Prasetyo Bin Jayus yang identitas lengkapnya masih diverifikasi. Polisi juga menemukan bukti percakapan WhatsApp  yang menunjukkan adanya komunikasi antara korban dan seseorang yang diduga terkait dengan kejadian ini. Kaka...

Warganet Galang Pawai Sound Horeg, Protes Pemkab Pati Terkait Kenaikan Pajak PBB-P2 yang Menggila

Warga Kabupaten Pati kembali menggalang aksi protes menolak lonjakan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) sebesar 250 %. Melalui akun Facebook INFO TLOGOWUNGU, mereka mengumumkan pawai sound horeg yang akan digelar Selasa, 13 Agustus, mulai dari Pucakwangi–Winong, singgah di Alun-alun Juwana sambil menunggu peserta lainnya, lalu bergerak menuju Kantor Bupati Pati. Sejumlah sound system besar dikabarkan akan turut memeriahkan aksi, dengan 16 subwoofer bertenaga tinggi. Inisiator menyebut pawai itu sebagai bentuk “gass ora bolo”—ajakan tancap gas tanpa ragu—untuk menunjukkan kekompakan masyarakat menuntut revisi tarif pajak. Keresahan soal PBB-P2 terlihat jelas di kolom komentar unggahan tersebut. Akun Tige Saudara menilai kenaikan itu memberatkan: “Siap. Pajek kok rakiro-karo, dibongkar wae pendopone nek ra direspon, bupati mabok iku.” Ucapan bernada kesal itu mencerminkan frustrasi sebagian warga yang menganggap pemerintah daerah tidak peka terhadap kond...

7 Pelaku Pengeroyokan Biting Terancam 9 Tahun Penjara dan Bagaimana Pengakuan H Terhadap Korban

Cakramedia Indonesia Blora, 21 Februari 2025 | Tujuh orang tersangka pengeroyokan di Desa Biting, Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora, kini harus menghadapi ancaman hukuman sembilan tahun penjara. Insiden ini terjadi pada Jumat (14/2/2025) dan menimpa seorang pria berinisial M, warga Kecamatan Padangan, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Kasat Reskrim Polres Blora, AKP Selamet, dalam konferensi pers pada Jumat (21/2/2025), mengungkapkan kronologi kejadian tersebut. Menurutnya, insiden bermula dari kecurigaan warga terhadap korban yang sering berkunjung dan bermalam di rumah seorang perempuan berinisial H di Desa Biting. "Sekitar pukul 02.00 WIB, dua orang pelaku yang tengah berkeliling desa melihat sepeda motor yang tidak dikenal terparkir di sekitar lokasi. Saat mereka menelusuri area tersebut, mereka menemukan salah satu jendela rumah dalam keadaan terbuka," jelas AKP Selamet. Dua pelaku tersebut kemudian melaporkan temuannya kepada rekan-rekan mereka yang berada ...