Langsung ke konten utama

Fenomena Aneh di Desa Jeruk: Anak Usia PAUD Tiba-Tiba Sudah Disunat Saat Tidur, Warga Duga Unsur Mistis


*CAKRAMEDIA INDONESIA,-* Blora, 19 Mei 2025 — Sebuah peristiwa tak biasa menggegerkan warga RT 01 RW 02 Desa Jeruk, Kecamatan Randublatung, Kabupaten Blora. Seorang anak laki-laki berusia sekitar 4 tahun yang masih duduk di bangku Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), yang dikenal dengan panggilan Yayan, secara tiba-tiba diketahui telah dalam keadaan seperti telah disunat saat bangun tidur pada Senin dini hari, 19 Mei 2025.

Menurut keterangan dari sang ibu, Damiren, tidak ada tanda-tanda sebelumnya bahwa putranya akan disunat. Namun, ketika Yayan bangun dari tidurnya, keluarga terkejut melihat kondisi alat kelaminnya telah berubah layaknya anak yang telah menjalani prosesi sunat secara medis.

Peristiwa ini sontak menimbulkan kehebohan di kalangan masyarakat sekitar. Sebagian warga menduga kejadian ini mengandung unsur mistis, bahkan ada yang mengaitkannya dengan makhluk gaib seperti genderuwo, yang oleh sebagian masyarakat masih dipercaya memiliki kekuatan supranatural.

Kuwatno, salah satu tokoh masyarakat sekaligus ketua cabang salah satu perguruan bela diri di Blora, membenarkan kabar yang beredar. “Kejadian ini benar-benar mengejutkan, baik bagi keluarga maupun warga. Anak usia PAUD yang bangun tidur dalam kondisi telah disunat adalah sesuatu yang tidak lazim dan sulit dijelaskan secara logika,” ungkapnya ketika dikonfirmasi awak media. 

Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan medis maupun investigasi resmi dari pihak berwenang. Namun, keluarga menyatakan bahwa kondisi anak saat ini sehat dan tidak menunjukkan tanda-tanda trauma fisik maupun psikis.

Warga berharap agar kejadian ini dapat ditelusuri lebih lanjut, baik secara medis maupun spiritual, guna memastikan kebenaran di balik peristiwa yang dianggap langka ini.
*(SAM)*

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Polisi Selidiki Motif Kekerasan di Blora, Korban Alami Luka Serius

CAKRAMEDIA INDONESIA Blora, 18 Februari 2025 – Insiden dugaan kekerasan bersama-sama terjadi di Dusun Mlawu, Desa Biting, Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora, pada Jumat (14/2) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB. Akibat kejadian ini, seorang pria bernama Moch. Mahfud Saputra mengalami luka serius. Berdasarkan laporan kepolisian, peristiwa ini terjadi di rumah milik Sakri Bin Yadi. Korban, pria kelahiran Bojonegoro yang bekerja sebagai pegawai swasta, diduga menjadi sasaran kekerasan mendadak saat berada di lokasi. Kejadian ini baru dilaporkan kepada pihak berwenang sekitar pukul 02.30 WIB. Keterangan Saksi dan Bukti Digital Sejumlah saksi telah dimintai keterangan, termasuk Hanisa Putri Binti Sakri, Ibnu Ikhsan Setiawan Bin Sakri, serta Joko Prasetyo Bin Jayus yang identitas lengkapnya masih diverifikasi. Polisi juga menemukan bukti percakapan WhatsApp  yang menunjukkan adanya komunikasi antara korban dan seseorang yang diduga terkait dengan kejadian ini. Kaka...

Rekonstruksi Kasus Pengeroyokan Brutal di Sambong, Polisi Dalami Motif dan Peran Pelaku

Rekonstruksi kasus pengeroyokan sadis yang mengguncang Kecamatan Sambong akhirnya digelar oleh Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Blora. Aksi kekerasan yang nyaris merenggut nyawa seorang warga ini sempat membuat geger masyarakat setelah korban ditemukan dalam kondisi koma akibat dianiaya secara brutal. Proses rekonstruksi berlangsung di halaman Polres Blora, menyusul kondisi korban yang mulai membaik dan sudah dapat memberikan keterangan penting kepada penyidik. Rekonstruksi ini menghadirkan para tersangka, saksi, serta korban, untuk memeragakan ulang kejadian secara lengkap dan mendetail. Menurut Kasatreskrim Polres Blora, AKP Selamet, rekonstruksi ini sangat penting untuk mendapatkan gambaran utuh tentang insiden tersebut dari berbagai sudut pandang. “Kami ingin mencocokkan fakta-fakta di lapangan dengan keterangan para pihak yang terlibat, termasuk korban,” tegasnya dalam pernyataan pada 21 April 2025. Kasus ini menyita perhatian publik karena tingkat kekerasan...

Bagaimana Hubungan Antara Korban dan "H", Begini Pengakuan dari Orang Tua Korban

Cakramedia Indonesia, 6 Maret 2025 Akhmad Soesilo, selaku orang tua dari korban menjelaskan bagaiman hubungan antara Korban dan H. Mereka Sudah menjalani hubungan dari awal Covid, kalau Covid itu sekitar tahun 2020, berarti kurang lebih sudah sekitar 5 tahun berjalan, mereka bersama. "H" juga sering datang ke rumah Korban, walaupun korban tidak ada di rumah pun juga sering datang, sekedar membawa makanan atau jajanan yang diberikan kepada Ibu atau keluarga Korban. Jadi menurut saya tidak mungkin Korban masuk rumah melewati jendela, karena juga sudah sering dolan kesana, apalagi tidak ada jendelanya. Selain hal tersebut, hubungan yang sudah berjalan lama itu, pastinya orang tua dan keluarga "H" sudah tentu mengenal dengan baik korban. Dengan lingkungan sekitar, Pak RT, Pak RW pun juga sudah sama - sama saling mengenal baik. Disaat peristiwa tersebut terjadi, hp korban itu ada di tas. Kok kenapa tiba - tiba bisa hilang, dan ketika ditemukan dan diserahkan ...