Langsung ke konten utama

Siswa SMPN 1 Randublatung Juara 1 Kejuaraan Hapkido Piala Dandim 0720 Rembang



*CAKRAMEDIA INDONESIA*
Rembang, 13 Juli 2025 — Prestasi membanggakan ditorehkan oleh Erfila Hanna Syuwa Budiyanti bin Hengky Ferdian Budiyanti, siswa kelas 9 SMP Negeri 1 Randublatung, Kabupaten Blora. Ia berhasil meraih juara satu dalam ajang Kejuaraan Hapkido Piala Dandim 0720 Rembang dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Rembang ke-284.

Kejuaraan ini digelar selama dua hari, Sabtu dan Minggu, 12–13 Juli 2025, bertempat di GOR Besi Kabupaten Rembang, dimulai pukul 08.00 hingga 16.30 WIB. Sebanyak 130 peserta dari berbagai daerah turut ambil bagian dalam kompetisi bergengsi ini dengan biaya pendaftaran sebesar Rp 350.000 per peserta.

Keberhasilan Erfila tidak diraih dengan mudah. Selama tiga bulan terakhir, ia berlatih secara mandiri bersama delapan temannya di halaman parkiran rumahnya, dibimbing langsung oleh pelatih Akhmad Khoirul Sumian, S.Pd. Semangat dan kedisiplinan dalam latihan setiap sore hari membuahkan hasil manis.

“Latihan kami memang singkat, tapi sangat serius dan sungguh-sungguh. Setiap sore anak-anak berlatih tanpa mengenal lelah. Semangat mereka luar biasa,” ujar Akhmad Khoirul Sumian.

Kepala SMP Negeri 1 Randublatung, Nur Yahya, S.Pd.,M.Pd. mengaku sangat bangga dan terharu atas prestasi siswinya. “Terima kasih sudah membawa nama baik sekolah. Terus semangat dan semoga bisa mempertahankan prestasi ini bahkan menembus ke ajang tingkat nasional,” pesannya penuh haru.

Prestasi ini menjadi bukti bahwa dengan kerja keras, semangat, dan latihan yang konsisten, mimpi besar dapat diraih meski dengan sarana yang terbatas.
(SAM)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Polisi Selidiki Motif Kekerasan di Blora, Korban Alami Luka Serius

CAKRAMEDIA INDONESIA Blora, 18 Februari 2025 – Insiden dugaan kekerasan bersama-sama terjadi di Dusun Mlawu, Desa Biting, Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora, pada Jumat (14/2) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB. Akibat kejadian ini, seorang pria bernama Moch. Mahfud Saputra mengalami luka serius. Berdasarkan laporan kepolisian, peristiwa ini terjadi di rumah milik Sakri Bin Yadi. Korban, pria kelahiran Bojonegoro yang bekerja sebagai pegawai swasta, diduga menjadi sasaran kekerasan mendadak saat berada di lokasi. Kejadian ini baru dilaporkan kepada pihak berwenang sekitar pukul 02.30 WIB. Keterangan Saksi dan Bukti Digital Sejumlah saksi telah dimintai keterangan, termasuk Hanisa Putri Binti Sakri, Ibnu Ikhsan Setiawan Bin Sakri, serta Joko Prasetyo Bin Jayus yang identitas lengkapnya masih diverifikasi. Polisi juga menemukan bukti percakapan WhatsApp  yang menunjukkan adanya komunikasi antara korban dan seseorang yang diduga terkait dengan kejadian ini. Kaka...

Rekonstruksi Kasus Pengeroyokan Brutal di Sambong, Polisi Dalami Motif dan Peran Pelaku

Rekonstruksi kasus pengeroyokan sadis yang mengguncang Kecamatan Sambong akhirnya digelar oleh Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Blora. Aksi kekerasan yang nyaris merenggut nyawa seorang warga ini sempat membuat geger masyarakat setelah korban ditemukan dalam kondisi koma akibat dianiaya secara brutal. Proses rekonstruksi berlangsung di halaman Polres Blora, menyusul kondisi korban yang mulai membaik dan sudah dapat memberikan keterangan penting kepada penyidik. Rekonstruksi ini menghadirkan para tersangka, saksi, serta korban, untuk memeragakan ulang kejadian secara lengkap dan mendetail. Menurut Kasatreskrim Polres Blora, AKP Selamet, rekonstruksi ini sangat penting untuk mendapatkan gambaran utuh tentang insiden tersebut dari berbagai sudut pandang. “Kami ingin mencocokkan fakta-fakta di lapangan dengan keterangan para pihak yang terlibat, termasuk korban,” tegasnya dalam pernyataan pada 21 April 2025. Kasus ini menyita perhatian publik karena tingkat kekerasan...

Bagaimana Hubungan Antara Korban dan "H", Begini Pengakuan dari Orang Tua Korban

Cakramedia Indonesia, 6 Maret 2025 Akhmad Soesilo, selaku orang tua dari korban menjelaskan bagaiman hubungan antara Korban dan H. Mereka Sudah menjalani hubungan dari awal Covid, kalau Covid itu sekitar tahun 2020, berarti kurang lebih sudah sekitar 5 tahun berjalan, mereka bersama. "H" juga sering datang ke rumah Korban, walaupun korban tidak ada di rumah pun juga sering datang, sekedar membawa makanan atau jajanan yang diberikan kepada Ibu atau keluarga Korban. Jadi menurut saya tidak mungkin Korban masuk rumah melewati jendela, karena juga sudah sering dolan kesana, apalagi tidak ada jendelanya. Selain hal tersebut, hubungan yang sudah berjalan lama itu, pastinya orang tua dan keluarga "H" sudah tentu mengenal dengan baik korban. Dengan lingkungan sekitar, Pak RT, Pak RW pun juga sudah sama - sama saling mengenal baik. Disaat peristiwa tersebut terjadi, hp korban itu ada di tas. Kok kenapa tiba - tiba bisa hilang, dan ketika ditemukan dan diserahkan ...