Langsung ke konten utama

Perguruan PSCP Cabang Blora Pusat Magetan Rayakan HUT ke-51 dengan Doa Bersama dan UKT



*CAKRAMEDIA INDONESIA*
Blora, 19 Juli 2025 — Perguruan Pencak Silat Cempaka Putih (PSCP) Cabang Blora yang berpusat di Magetan menggelar peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-51 dengan khidmat dan penuh makna. Kegiatan berlangsung pada Sabtu malam (19-07-2025) di halaman rumah Bapak Pasiman, RT 01 RW 01 Dukuh Sendang Tliko, Desa Mojorembun, Kecamatan Kradenan ( Menden), Kabupaten Blora, dimulai pukul 20.00 WIB hingga selesai.

Acara diawali dengan doa bersama sebagai bentuk rasa syukur atas perjalanan panjang perguruan, kemudian dilanjutkan dengan prosesi potong tumpeng sebagai simbol peringatan ulang tahun perguruan PSCP. Potong tumpeng dilakukan oleh sesepuh PSCP, Bapak Suwarno, S.Pd.I, dari Kedungringin, Desa Sumberejo, Kecamatan Randublatung. Beliau didampingi langsung oleh Ketua Cabang PSCP Blora, Bapak Suparjo (akrab disapa Mbah Jo).

Selain doa dan potong tumpeng, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) bagi 21 siswa PSCP yang berasal dari berbagai ranting di wilayah Blora dan dihadiri Warga PSCP sejumlah 60 orang.

Dalam sambutannya, Suparjo Selaku ketua Cabang Blora menegaskan pentingnya setiap anggota PSCP untuk senantiasa mengikuti ajaran dan dawuh dari Eyang Perguruan, Eyang Wagiman. Ia juga mengingatkan agar seluruh warga perguruan menjaga nama baik PSCP serta merawat warisan sakral seperti logo, semboyan, dan lagu mars perguruan yang telah diperjuangkan para pendahulu.

“Warga PSCP wajib menjaga nilai-nilai luhur perguruan, dan terus melestarikan ajaran Eyang Wagiman agar semangat persatuan dan kedisiplinan tetap terjaga,” ujar Suparjo / Mbah Jo selaku ketua Cabang Blora.

Perayaan ini menjadi momen refleksi sekaligus pembakar semangat bagi anggota perguruan untuk terus mengembangkan diri dan menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran, persaudaraan, serta semangat bela diri yang tangguh dan bermartabat.

(SAM)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Polisi Selidiki Motif Kekerasan di Blora, Korban Alami Luka Serius

CAKRAMEDIA INDONESIA Blora, 18 Februari 2025 – Insiden dugaan kekerasan bersama-sama terjadi di Dusun Mlawu, Desa Biting, Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora, pada Jumat (14/2) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB. Akibat kejadian ini, seorang pria bernama Moch. Mahfud Saputra mengalami luka serius. Berdasarkan laporan kepolisian, peristiwa ini terjadi di rumah milik Sakri Bin Yadi. Korban, pria kelahiran Bojonegoro yang bekerja sebagai pegawai swasta, diduga menjadi sasaran kekerasan mendadak saat berada di lokasi. Kejadian ini baru dilaporkan kepada pihak berwenang sekitar pukul 02.30 WIB. Keterangan Saksi dan Bukti Digital Sejumlah saksi telah dimintai keterangan, termasuk Hanisa Putri Binti Sakri, Ibnu Ikhsan Setiawan Bin Sakri, serta Joko Prasetyo Bin Jayus yang identitas lengkapnya masih diverifikasi. Polisi juga menemukan bukti percakapan WhatsApp  yang menunjukkan adanya komunikasi antara korban dan seseorang yang diduga terkait dengan kejadian ini. Kaka...

Rekonstruksi Kasus Pengeroyokan Brutal di Sambong, Polisi Dalami Motif dan Peran Pelaku

Rekonstruksi kasus pengeroyokan sadis yang mengguncang Kecamatan Sambong akhirnya digelar oleh Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Blora. Aksi kekerasan yang nyaris merenggut nyawa seorang warga ini sempat membuat geger masyarakat setelah korban ditemukan dalam kondisi koma akibat dianiaya secara brutal. Proses rekonstruksi berlangsung di halaman Polres Blora, menyusul kondisi korban yang mulai membaik dan sudah dapat memberikan keterangan penting kepada penyidik. Rekonstruksi ini menghadirkan para tersangka, saksi, serta korban, untuk memeragakan ulang kejadian secara lengkap dan mendetail. Menurut Kasatreskrim Polres Blora, AKP Selamet, rekonstruksi ini sangat penting untuk mendapatkan gambaran utuh tentang insiden tersebut dari berbagai sudut pandang. “Kami ingin mencocokkan fakta-fakta di lapangan dengan keterangan para pihak yang terlibat, termasuk korban,” tegasnya dalam pernyataan pada 21 April 2025. Kasus ini menyita perhatian publik karena tingkat kekerasan...

Bagaimana Hubungan Antara Korban dan "H", Begini Pengakuan dari Orang Tua Korban

Cakramedia Indonesia, 6 Maret 2025 Akhmad Soesilo, selaku orang tua dari korban menjelaskan bagaiman hubungan antara Korban dan H. Mereka Sudah menjalani hubungan dari awal Covid, kalau Covid itu sekitar tahun 2020, berarti kurang lebih sudah sekitar 5 tahun berjalan, mereka bersama. "H" juga sering datang ke rumah Korban, walaupun korban tidak ada di rumah pun juga sering datang, sekedar membawa makanan atau jajanan yang diberikan kepada Ibu atau keluarga Korban. Jadi menurut saya tidak mungkin Korban masuk rumah melewati jendela, karena juga sudah sering dolan kesana, apalagi tidak ada jendelanya. Selain hal tersebut, hubungan yang sudah berjalan lama itu, pastinya orang tua dan keluarga "H" sudah tentu mengenal dengan baik korban. Dengan lingkungan sekitar, Pak RT, Pak RW pun juga sudah sama - sama saling mengenal baik. Disaat peristiwa tersebut terjadi, hp korban itu ada di tas. Kok kenapa tiba - tiba bisa hilang, dan ketika ditemukan dan diserahkan ...