Langsung ke konten utama

Perusakan Berulang di Lokasi Perkasa Network, Warga Duga Upaya Pengalihan Isu Dugaan Penipuan


PATI – Aksi perusakan kembali terjadi di area yang diduga dikuasai oleh kelompok Perkasa Network. Insiden terbaru terjadi pada Jumat malam (4/7/2025), di mana empat orang karyawan Perkasa Network dilaporkan merusak pintu pagar sisi barat dan timur. Peristiwa ini menjadi catatan kelima dalam serangkaian aksi perusakan serupa yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.

Selain tindakan merusak pagar, keempat orang tersebut juga melakukan tindakan yang dinilai melecehkan institusi kepolisian, dengan menginjak-injak banner peringatan resmi dari Polda Jawa Tengah dan Polresta Pati. Banner tersebut sebelumnya dipasang sebagai bagian dari proses penegakan hukum atas kasus yang sedang diselidiki oleh pihak berwenang.

Menurut keterangan Hartoyo, warga setempat yang tinggal di Ngemplak Kidul Kecamatan Margoyoso Kabupaten Pati, salah satu saksi mata—Mas Fais—mengatakan bahwa aksi tersebut dilakukan atas perintah Darno, pimpinan Perkasa Network. “Mas Fais cerita, katanya yang nyuruh mereka merusak pagar dan menginjak-injak banner itu Pak Darno sendiri,” ungkap Hartoyo saat ditemui, Sabtu (5/7/2025).

Hartoyo menambahkan bahwa aksi-aksi tersebut diduga melibatkan sekitar 20 orang karyawan Perkasa Network yang sebagian membawa senjata tajam dan terlihat mengonsumsi minuman keras. “Saya menemukan dua botol Vodka dan satu botol minuman keras merek KTI di sekitar lokasi kejadian,” ungkapnya.

Warga menduga bahwa aksi kekerasan ini merupakan bentuk pengalihan isu dari dugaan tindak pidana penipuan dan penadahan yang saat ini sedang dalam proses penyelidikan oleh Satreskrim Polresta Pati. Kasus tersebut ditangani atas dasar penugasan resmi dari Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Tengah.

Hartoyo mengaku telah melaporkan kejadian tersebut kepada penyelidik yang menangani perkara di Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Satreskrim Polresta Pati. Namun, karena penyelidik sedang dinas luar, tindak lanjut baru dijanjikan akan dilakukan pada Senin, 7 Juli 2025.

Warga berharap aparat kepolisian dapat bertindak tegas terhadap pelaku aksi kekerasan tersebut. Hartoyo juga mengajukan permohonan agar keempat orang pelaku yang teridentifikasi dalam perusakan terakhir dibina secara hukum, demi menjaga ketertiban dan rasa aman masyarakat sekitar.



/Tim.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Polisi Selidiki Motif Kekerasan di Blora, Korban Alami Luka Serius

CAKRAMEDIA INDONESIA Blora, 18 Februari 2025 – Insiden dugaan kekerasan bersama-sama terjadi di Dusun Mlawu, Desa Biting, Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora, pada Jumat (14/2) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB. Akibat kejadian ini, seorang pria bernama Moch. Mahfud Saputra mengalami luka serius. Berdasarkan laporan kepolisian, peristiwa ini terjadi di rumah milik Sakri Bin Yadi. Korban, pria kelahiran Bojonegoro yang bekerja sebagai pegawai swasta, diduga menjadi sasaran kekerasan mendadak saat berada di lokasi. Kejadian ini baru dilaporkan kepada pihak berwenang sekitar pukul 02.30 WIB. Keterangan Saksi dan Bukti Digital Sejumlah saksi telah dimintai keterangan, termasuk Hanisa Putri Binti Sakri, Ibnu Ikhsan Setiawan Bin Sakri, serta Joko Prasetyo Bin Jayus yang identitas lengkapnya masih diverifikasi. Polisi juga menemukan bukti percakapan WhatsApp  yang menunjukkan adanya komunikasi antara korban dan seseorang yang diduga terkait dengan kejadian ini. Kaka...

Warganet Galang Pawai Sound Horeg, Protes Pemkab Pati Terkait Kenaikan Pajak PBB-P2 yang Menggila

Warga Kabupaten Pati kembali menggalang aksi protes menolak lonjakan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) sebesar 250 %. Melalui akun Facebook INFO TLOGOWUNGU, mereka mengumumkan pawai sound horeg yang akan digelar Selasa, 13 Agustus, mulai dari Pucakwangi–Winong, singgah di Alun-alun Juwana sambil menunggu peserta lainnya, lalu bergerak menuju Kantor Bupati Pati. Sejumlah sound system besar dikabarkan akan turut memeriahkan aksi, dengan 16 subwoofer bertenaga tinggi. Inisiator menyebut pawai itu sebagai bentuk “gass ora bolo”—ajakan tancap gas tanpa ragu—untuk menunjukkan kekompakan masyarakat menuntut revisi tarif pajak. Keresahan soal PBB-P2 terlihat jelas di kolom komentar unggahan tersebut. Akun Tige Saudara menilai kenaikan itu memberatkan: “Siap. Pajek kok rakiro-karo, dibongkar wae pendopone nek ra direspon, bupati mabok iku.” Ucapan bernada kesal itu mencerminkan frustrasi sebagian warga yang menganggap pemerintah daerah tidak peka terhadap kond...

Sudewo dan Pandoyo yang Mewakili Para Kepala Desa, Saling Bantah di Ruang Publik Terkait Kenaikan PBB-P2

Pati – Polemik kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) di Kabupaten Pati semakin memanas. Dalam klarifikasi yang disampaikan di salah satu program TV One, Bupati Pati Sudewo menegaskan bahwa kebijakan kenaikan PBB-P2 merupakan hasil diskusi “dari bawah”, yang disebutnya melibatkan kepala desa, tokoh masyarakat, dan camat. Namun, pernyataan tersebut langsung dimentahkan oleh Ketua Pasopati, Pandoyo. Melalui unggahan Patinews.com, Pandoyo menegaskan bahwa para kepala desa tidak pernah, dan tidak akan pernah, menginisiasi atau meminta kenaikan PBB-P2. Ia menyebut, di mana pun kepala desa justru berikhtiar agar warganya tidak dibebani pungutan berlebihan, apalagi terkait pajak. Pandoyo bahkan menyebut narasi yang mengaitkan inisiasi kenaikan pajak kepada para kepala desa sebagai hoaks. “Kami para kepala desa tidak pernah menginisiasi apalagi meminta kenaikan PBB-P2. Narasi tersebut adalah hoax,” tegasnya. Ironisnya, meskipun Sudewo telah memutuskan pem...