Langsung ke konten utama

Wali Murid Tolak Regrouping SD, SDN Tayu Kulon 01 Dinilai Lebih Layak Dipertahankan


PATI – Penolakan terhadap kebijakan penggabungan (regrouping) SDN Tayu Kulon 01 dengan SDN Tayu Kulon 02 mencuat di Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati. Puluhan wali murid dan siswa secara terbuka menunjukkan keberatan mereka dengan memasang poster-poster penolakan di sekitar lingkungan sekolah pada Selasa (15/7/2025). Aksi itu terekam dalam video yang beredar luas di media sosial dan aplikasi perpesanan.

Dalam poster yang dibentangkan, para siswa menuliskan berbagai aspirasi seperti permintaan agar tidak dipindahkan dan harapan agar suara mereka didengar. Mereka menyayangkan kondisi terkini sekolah, di mana ruang kelas terkunci dan kegiatan belajar mengajar tidak berjalan lantaran guru telah dipindah ke sekolah lain. Anak-anak pun terpaksa duduk di teras sekolah tanpa adanya kegiatan.

Sejumlah wali murid menyayangkan keputusan tersebut, terutama karena SDN Tayu Kulon 01 dinilai memiliki sejumlah keunggulan. Sekolah ini berada di lokasi yang strategis, tepat di pinggir jalan raya Tayu–Jepara, dan dikenal sebagai sekolah berprestasi yang aktif mengikuti berbagai kompetisi baik di tingkat kecamatan maupun kabupaten. Kondisi inilah yang membuat mereka berharap sekolah tidak dipindah atau ditutup.

Salah satu orang tua murid menyampaikan bahwa mereka sebenarnya tidak menolak proses regrouping secara keseluruhan, namun berharap agar SDN Tayu Kulon 01 tetap menjadi lokasi utama yang dipertahankan. Mereka menilai, pemindahan ke SDN Tayu Kulon 02 tidak mempertimbangkan potensi dan posisi strategis sekolah lama.

Komite sekolah menyatakan bahwa sosialisasi regrouping sebenarnya telah dilakukan sebelum tahun ajaran baru dimulai. Namun, meski sejumlah wali murid sudah menyampaikan penolakan saat pertemuan tersebut, keputusan tetap dijalankan tanpa mempertimbangkan aspirasi yang ada. Saat ini, SDN Tayu Kulon 01 tercatat memiliki 63 siswa dari kelas 2 hingga kelas 6.

(*)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Polisi Selidiki Motif Kekerasan di Blora, Korban Alami Luka Serius

CAKRAMEDIA INDONESIA Blora, 18 Februari 2025 – Insiden dugaan kekerasan bersama-sama terjadi di Dusun Mlawu, Desa Biting, Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora, pada Jumat (14/2) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB. Akibat kejadian ini, seorang pria bernama Moch. Mahfud Saputra mengalami luka serius. Berdasarkan laporan kepolisian, peristiwa ini terjadi di rumah milik Sakri Bin Yadi. Korban, pria kelahiran Bojonegoro yang bekerja sebagai pegawai swasta, diduga menjadi sasaran kekerasan mendadak saat berada di lokasi. Kejadian ini baru dilaporkan kepada pihak berwenang sekitar pukul 02.30 WIB. Keterangan Saksi dan Bukti Digital Sejumlah saksi telah dimintai keterangan, termasuk Hanisa Putri Binti Sakri, Ibnu Ikhsan Setiawan Bin Sakri, serta Joko Prasetyo Bin Jayus yang identitas lengkapnya masih diverifikasi. Polisi juga menemukan bukti percakapan WhatsApp  yang menunjukkan adanya komunikasi antara korban dan seseorang yang diduga terkait dengan kejadian ini. Kaka...

Rekonstruksi Kasus Pengeroyokan Brutal di Sambong, Polisi Dalami Motif dan Peran Pelaku

Rekonstruksi kasus pengeroyokan sadis yang mengguncang Kecamatan Sambong akhirnya digelar oleh Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Blora. Aksi kekerasan yang nyaris merenggut nyawa seorang warga ini sempat membuat geger masyarakat setelah korban ditemukan dalam kondisi koma akibat dianiaya secara brutal. Proses rekonstruksi berlangsung di halaman Polres Blora, menyusul kondisi korban yang mulai membaik dan sudah dapat memberikan keterangan penting kepada penyidik. Rekonstruksi ini menghadirkan para tersangka, saksi, serta korban, untuk memeragakan ulang kejadian secara lengkap dan mendetail. Menurut Kasatreskrim Polres Blora, AKP Selamet, rekonstruksi ini sangat penting untuk mendapatkan gambaran utuh tentang insiden tersebut dari berbagai sudut pandang. “Kami ingin mencocokkan fakta-fakta di lapangan dengan keterangan para pihak yang terlibat, termasuk korban,” tegasnya dalam pernyataan pada 21 April 2025. Kasus ini menyita perhatian publik karena tingkat kekerasan...

Bagaimana Hubungan Antara Korban dan "H", Begini Pengakuan dari Orang Tua Korban

Cakramedia Indonesia, 6 Maret 2025 Akhmad Soesilo, selaku orang tua dari korban menjelaskan bagaiman hubungan antara Korban dan H. Mereka Sudah menjalani hubungan dari awal Covid, kalau Covid itu sekitar tahun 2020, berarti kurang lebih sudah sekitar 5 tahun berjalan, mereka bersama. "H" juga sering datang ke rumah Korban, walaupun korban tidak ada di rumah pun juga sering datang, sekedar membawa makanan atau jajanan yang diberikan kepada Ibu atau keluarga Korban. Jadi menurut saya tidak mungkin Korban masuk rumah melewati jendela, karena juga sudah sering dolan kesana, apalagi tidak ada jendelanya. Selain hal tersebut, hubungan yang sudah berjalan lama itu, pastinya orang tua dan keluarga "H" sudah tentu mengenal dengan baik korban. Dengan lingkungan sekitar, Pak RT, Pak RW pun juga sudah sama - sama saling mengenal baik. Disaat peristiwa tersebut terjadi, hp korban itu ada di tas. Kok kenapa tiba - tiba bisa hilang, dan ketika ditemukan dan diserahkan ...