Langsung ke konten utama

Gus Miftah Temui Guru Madin di Demak yang Viral, Bantu Moral dan Materi Usai Kasus Tampar Siswa


Cakramedia Indonesia
Demak, 19 Juli 2025

Ulama dan pendakwah nasional Gus Miftah melakukan kunjungan khusus ke rumah seorang guru madrasah diniyyah (madin) bernama AZ atau Mbah Zuhdi (50), di Desa Cangkring, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak. Kunjungan ini dilakukan sebagai bentuk empati dan dukungan atas polemik hukum yang menimpa Mbah Zuhdi usai dugaan penamparan terhadap salah satu muridnya. Momen tersebut penuh keharuan, apalagi melihat kondisi Mbah Zuhdi yang harus menanggung beban secara moral maupun finansial akibat kejadian tersebut.

Dalam pertemuan tersebut, Gus Miftah mengungkapkan keprihatinannya dan menyesalkan sikap keluarga murid yang memilih jalur hukum, meski sang guru telah menyampaikan permintaan maaf. Ia mengingatkan bahwa tindakan disipliner seperti tamparan ringan di masa lalu seringkali dianggap sebagai bentuk kasih sayang dalam proses mendidik dan membentuk karakter anak.

Gus Miftah turut mengenang masa kecilnya yang juga pernah menerima tamparan dari gurunya. Ia menyebutkan bahwa ayahnya yang juga seorang guru diniyah bahkan akan menambahkan hukuman jika dirinya dimarahi guru. “Itu bukan kekerasan, melainkan bentuk perhatian. Saya pribadi mengalami itu dan tidak sedikitpun menyimpan dendam,” ungkap Gus Miftah sambil terbata menahan haru.

Sebelumnya, kasus ini bermula dari insiden yang terjadi pada 30 April 2025, saat Mbah Zuhdi mengajar dan pecinya dilempar sandal dari kelas sebelah. Karena tidak ada yang mengaku, ia kemudian menampar seorang murid yang ditunjuk oleh teman-temannya. Tak lama kemudian, keluarga murid meminta uang ganti rugi sebesar Rp25 juta, yang setelah negosiasi akhirnya disepakati menjadi Rp12,5 juta. Untuk membayar jumlah tersebut, Mbah Zuhdi sampai harus menjual sepeda motornya.

Melihat kondisi itu, Gus Miftah pun memberikan bantuan nyata. Ia menyerahkan uang senilai Rp25 juta kepada Mbah Zuhdi, sekaligus menggantikan motor yang telah dijual dengan unit baru yang dibelinya dalam perjalanan menuju Demak. Tidak hanya itu, ia juga berjanji akan memberangkatkan Mbah Zuhdi dan istrinya ke Tanah Suci untuk menjalankan ibadah umrah sebagai bentuk penghargaan atas dedikasinya mengajar.
Gus Miftah juga menyinggung pentingnya sikap bijak dalam menyikapi kesalahan guru, terutama yang telah bertahun-tahun mengabdi mendidik anak-anak di pelosok desa. Ia mempertanyakan bukti visum yang menjadi dasar pelaporan, dan berharap pihak kepolisian tidak gegabah dalam mengambil tindakan. Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari aparat penegak hukum mengenai kelanjutan kasus tersebut.

(Redaksi Cakramedia Indonesia)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Polisi Selidiki Motif Kekerasan di Blora, Korban Alami Luka Serius

CAKRAMEDIA INDONESIA Blora, 18 Februari 2025 – Insiden dugaan kekerasan bersama-sama terjadi di Dusun Mlawu, Desa Biting, Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora, pada Jumat (14/2) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB. Akibat kejadian ini, seorang pria bernama Moch. Mahfud Saputra mengalami luka serius. Berdasarkan laporan kepolisian, peristiwa ini terjadi di rumah milik Sakri Bin Yadi. Korban, pria kelahiran Bojonegoro yang bekerja sebagai pegawai swasta, diduga menjadi sasaran kekerasan mendadak saat berada di lokasi. Kejadian ini baru dilaporkan kepada pihak berwenang sekitar pukul 02.30 WIB. Keterangan Saksi dan Bukti Digital Sejumlah saksi telah dimintai keterangan, termasuk Hanisa Putri Binti Sakri, Ibnu Ikhsan Setiawan Bin Sakri, serta Joko Prasetyo Bin Jayus yang identitas lengkapnya masih diverifikasi. Polisi juga menemukan bukti percakapan WhatsApp  yang menunjukkan adanya komunikasi antara korban dan seseorang yang diduga terkait dengan kejadian ini. Kaka...

Warganet Galang Pawai Sound Horeg, Protes Pemkab Pati Terkait Kenaikan Pajak PBB-P2 yang Menggila

Warga Kabupaten Pati kembali menggalang aksi protes menolak lonjakan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) sebesar 250 %. Melalui akun Facebook INFO TLOGOWUNGU, mereka mengumumkan pawai sound horeg yang akan digelar Selasa, 13 Agustus, mulai dari Pucakwangi–Winong, singgah di Alun-alun Juwana sambil menunggu peserta lainnya, lalu bergerak menuju Kantor Bupati Pati. Sejumlah sound system besar dikabarkan akan turut memeriahkan aksi, dengan 16 subwoofer bertenaga tinggi. Inisiator menyebut pawai itu sebagai bentuk “gass ora bolo”—ajakan tancap gas tanpa ragu—untuk menunjukkan kekompakan masyarakat menuntut revisi tarif pajak. Keresahan soal PBB-P2 terlihat jelas di kolom komentar unggahan tersebut. Akun Tige Saudara menilai kenaikan itu memberatkan: “Siap. Pajek kok rakiro-karo, dibongkar wae pendopone nek ra direspon, bupati mabok iku.” Ucapan bernada kesal itu mencerminkan frustrasi sebagian warga yang menganggap pemerintah daerah tidak peka terhadap kond...

7 Pelaku Pengeroyokan Biting Terancam 9 Tahun Penjara dan Bagaimana Pengakuan H Terhadap Korban

Cakramedia Indonesia Blora, 21 Februari 2025 | Tujuh orang tersangka pengeroyokan di Desa Biting, Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora, kini harus menghadapi ancaman hukuman sembilan tahun penjara. Insiden ini terjadi pada Jumat (14/2/2025) dan menimpa seorang pria berinisial M, warga Kecamatan Padangan, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Kasat Reskrim Polres Blora, AKP Selamet, dalam konferensi pers pada Jumat (21/2/2025), mengungkapkan kronologi kejadian tersebut. Menurutnya, insiden bermula dari kecurigaan warga terhadap korban yang sering berkunjung dan bermalam di rumah seorang perempuan berinisial H di Desa Biting. "Sekitar pukul 02.00 WIB, dua orang pelaku yang tengah berkeliling desa melihat sepeda motor yang tidak dikenal terparkir di sekitar lokasi. Saat mereka menelusuri area tersebut, mereka menemukan salah satu jendela rumah dalam keadaan terbuka," jelas AKP Selamet. Dua pelaku tersebut kemudian melaporkan temuannya kepada rekan-rekan mereka yang berada ...