Langsung ke konten utama

Diduga Aksi Pengeroyokan di Alun-alun Pati, Polisi Telusuri Video Viral


Pati, 27 Juli 2025 | Sebuah video yang memperlihatkan aksi perkelahian antar kelompok di kawasan Alun-alun Kabupaten Pati, Jawa Tengah, menjadi sorotan publik setelah viral di media sosial. Dalam video tersebut, tampak sejumlah orang terlibat baku hantam dan berlarian di sekitar jalanan Alun-alun, menciptakan suasana ricuh yang membuat warganet geger.

Pihak kepolisian langsung merespons kejadian tersebut. Kapolsek Pati Kota, Iptu Heru Purnomo, membenarkan bahwa pihaknya menerima informasi terkait insiden tersebut yang terjadi sekitar pukul 03.00 WIB pada dini hari. Ia menyebutkan bahwa kejadian itu memang sempat terekam dan menyebar luas di dunia maya.

Namun, saat petugas tiba di lokasi, tidak ditemukan lagi adanya kelompok yang terlibat dalam bentrokan. Diduga para pelaku sudah meninggalkan tempat kejadian sebelum polisi sampai. Sampai siang hari, belum ada satu pun laporan resmi yang masuk ke pihak kepolisian mengenai insiden tersebut.

Polsek Pati Kota saat ini tengah menelusuri lebih lanjut isi video yang beredar, guna mengidentifikasi para pelaku dan mengetahui motif dari aksi kekerasan itu. Penyidikan masih terus dilakukan dengan memeriksa rekaman serta mengumpulkan keterangan dari saksi di sekitar lokasi.

Iptu Heru menyampaikan bahwa pihaknya akan terus mendalami kasus ini demi menjaga kondusivitas wilayah dan mengantisipasi terjadinya konflik susulan. Warga pun diminta untuk tetap tenang dan melapor jika mengetahui informasi lebih lanjut terkait peristiwa tersebut.


(Redaksi Cakramedia Indonesia)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Polisi Selidiki Motif Kekerasan di Blora, Korban Alami Luka Serius

CAKRAMEDIA INDONESIA Blora, 18 Februari 2025 – Insiden dugaan kekerasan bersama-sama terjadi di Dusun Mlawu, Desa Biting, Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora, pada Jumat (14/2) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB. Akibat kejadian ini, seorang pria bernama Moch. Mahfud Saputra mengalami luka serius. Berdasarkan laporan kepolisian, peristiwa ini terjadi di rumah milik Sakri Bin Yadi. Korban, pria kelahiran Bojonegoro yang bekerja sebagai pegawai swasta, diduga menjadi sasaran kekerasan mendadak saat berada di lokasi. Kejadian ini baru dilaporkan kepada pihak berwenang sekitar pukul 02.30 WIB. Keterangan Saksi dan Bukti Digital Sejumlah saksi telah dimintai keterangan, termasuk Hanisa Putri Binti Sakri, Ibnu Ikhsan Setiawan Bin Sakri, serta Joko Prasetyo Bin Jayus yang identitas lengkapnya masih diverifikasi. Polisi juga menemukan bukti percakapan WhatsApp  yang menunjukkan adanya komunikasi antara korban dan seseorang yang diduga terkait dengan kejadian ini. Kaka...

Rekonstruksi Kasus Pengeroyokan Brutal di Sambong, Polisi Dalami Motif dan Peran Pelaku

Rekonstruksi kasus pengeroyokan sadis yang mengguncang Kecamatan Sambong akhirnya digelar oleh Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Blora. Aksi kekerasan yang nyaris merenggut nyawa seorang warga ini sempat membuat geger masyarakat setelah korban ditemukan dalam kondisi koma akibat dianiaya secara brutal. Proses rekonstruksi berlangsung di halaman Polres Blora, menyusul kondisi korban yang mulai membaik dan sudah dapat memberikan keterangan penting kepada penyidik. Rekonstruksi ini menghadirkan para tersangka, saksi, serta korban, untuk memeragakan ulang kejadian secara lengkap dan mendetail. Menurut Kasatreskrim Polres Blora, AKP Selamet, rekonstruksi ini sangat penting untuk mendapatkan gambaran utuh tentang insiden tersebut dari berbagai sudut pandang. “Kami ingin mencocokkan fakta-fakta di lapangan dengan keterangan para pihak yang terlibat, termasuk korban,” tegasnya dalam pernyataan pada 21 April 2025. Kasus ini menyita perhatian publik karena tingkat kekerasan...

Bagaimana Hubungan Antara Korban dan "H", Begini Pengakuan dari Orang Tua Korban

Cakramedia Indonesia, 6 Maret 2025 Akhmad Soesilo, selaku orang tua dari korban menjelaskan bagaiman hubungan antara Korban dan H. Mereka Sudah menjalani hubungan dari awal Covid, kalau Covid itu sekitar tahun 2020, berarti kurang lebih sudah sekitar 5 tahun berjalan, mereka bersama. "H" juga sering datang ke rumah Korban, walaupun korban tidak ada di rumah pun juga sering datang, sekedar membawa makanan atau jajanan yang diberikan kepada Ibu atau keluarga Korban. Jadi menurut saya tidak mungkin Korban masuk rumah melewati jendela, karena juga sudah sering dolan kesana, apalagi tidak ada jendelanya. Selain hal tersebut, hubungan yang sudah berjalan lama itu, pastinya orang tua dan keluarga "H" sudah tentu mengenal dengan baik korban. Dengan lingkungan sekitar, Pak RT, Pak RW pun juga sudah sama - sama saling mengenal baik. Disaat peristiwa tersebut terjadi, hp korban itu ada di tas. Kok kenapa tiba - tiba bisa hilang, dan ketika ditemukan dan diserahkan ...