Langsung ke konten utama

Warga Rowobungkul dan Aparat Desa Kompak Semprot Rumput Liar di Bahu Jalan


*CAKRAMEDIA INDONESIA,-* Blora- 24 April 2025 – Pemerintah Desa Rowobungkul bersama warga dan Babinsa melakukan penyemprotan rumput liar di sepanjang bahu jalan desa sebagai upaya menjaga kebersihan dan keselamatan pengguna jalan. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut dari Peraturan Desa (Perdes) yang melarang penanaman rumput atau tanaman lain di bahu jalan.

Kepala Desa Rowobungkul, Sugianto, menyatakan bahwa seluruh dukuh di wilayah desa wajib mematuhi aturan tersebut demi kepentingan bersama. “Bahu jalan tidak boleh ditanami karena bisa membahayakan pengendara. Ini sudah diatur dalam Perdes dan harus ditaati,” tegasnya.

Penyemprotan dimulai pukul 08.00 WIB hingga 12.00 WIB, melibatkan sekitar 25 warga, dan mencakup area sepanjang 400 meter di wilayah Dukuh Randualas, Tembang, Bungkul, Ngrangkang, Ketangar, dan Randu. Sebanyak 30 liter obat rumput jenis Rondap digunakan dalam kegiatan ini.

Babinsa Rowobungkul, yang juga bernama Sugianto, turut mendampingi dan memastikan kegiatan berjalan tertib. “Kami hadir mendampingi untuk mendukung dan memastikan kegiatan ini berjalan lancar,” ujarnya.

Antusiasme warga terlihat jelas dari partisipasi aktif mereka. Salah satunya, Mbah Ngadimin, menyambut positif kegiatan tersebut. “Jalan jadi lebih bersih dan enak dipandang. Semoga bisa terus seperti ini,” ungkapnya.

Pemerintah Desa Rowobungkul Kecamatan Ngawen kabupaten Blora mengimbau agar warga tidak lagi menanami bahu jalan, dan memastikan kegiatan pembersihan ini akan dilakukan secara berkala demi kenyamanan bersama.
*(WAN)*

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Polisi Selidiki Motif Kekerasan di Blora, Korban Alami Luka Serius

CAKRAMEDIA INDONESIA Blora, 18 Februari 2025 – Insiden dugaan kekerasan bersama-sama terjadi di Dusun Mlawu, Desa Biting, Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora, pada Jumat (14/2) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB. Akibat kejadian ini, seorang pria bernama Moch. Mahfud Saputra mengalami luka serius. Berdasarkan laporan kepolisian, peristiwa ini terjadi di rumah milik Sakri Bin Yadi. Korban, pria kelahiran Bojonegoro yang bekerja sebagai pegawai swasta, diduga menjadi sasaran kekerasan mendadak saat berada di lokasi. Kejadian ini baru dilaporkan kepada pihak berwenang sekitar pukul 02.30 WIB. Keterangan Saksi dan Bukti Digital Sejumlah saksi telah dimintai keterangan, termasuk Hanisa Putri Binti Sakri, Ibnu Ikhsan Setiawan Bin Sakri, serta Joko Prasetyo Bin Jayus yang identitas lengkapnya masih diverifikasi. Polisi juga menemukan bukti percakapan WhatsApp  yang menunjukkan adanya komunikasi antara korban dan seseorang yang diduga terkait dengan kejadian ini. Kaka...

Rekonstruksi Kasus Pengeroyokan Brutal di Sambong, Polisi Dalami Motif dan Peran Pelaku

Rekonstruksi kasus pengeroyokan sadis yang mengguncang Kecamatan Sambong akhirnya digelar oleh Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Blora. Aksi kekerasan yang nyaris merenggut nyawa seorang warga ini sempat membuat geger masyarakat setelah korban ditemukan dalam kondisi koma akibat dianiaya secara brutal. Proses rekonstruksi berlangsung di halaman Polres Blora, menyusul kondisi korban yang mulai membaik dan sudah dapat memberikan keterangan penting kepada penyidik. Rekonstruksi ini menghadirkan para tersangka, saksi, serta korban, untuk memeragakan ulang kejadian secara lengkap dan mendetail. Menurut Kasatreskrim Polres Blora, AKP Selamet, rekonstruksi ini sangat penting untuk mendapatkan gambaran utuh tentang insiden tersebut dari berbagai sudut pandang. “Kami ingin mencocokkan fakta-fakta di lapangan dengan keterangan para pihak yang terlibat, termasuk korban,” tegasnya dalam pernyataan pada 21 April 2025. Kasus ini menyita perhatian publik karena tingkat kekerasan...

Bagaimana Hubungan Antara Korban dan "H", Begini Pengakuan dari Orang Tua Korban

Cakramedia Indonesia, 6 Maret 2025 Akhmad Soesilo, selaku orang tua dari korban menjelaskan bagaiman hubungan antara Korban dan H. Mereka Sudah menjalani hubungan dari awal Covid, kalau Covid itu sekitar tahun 2020, berarti kurang lebih sudah sekitar 5 tahun berjalan, mereka bersama. "H" juga sering datang ke rumah Korban, walaupun korban tidak ada di rumah pun juga sering datang, sekedar membawa makanan atau jajanan yang diberikan kepada Ibu atau keluarga Korban. Jadi menurut saya tidak mungkin Korban masuk rumah melewati jendela, karena juga sudah sering dolan kesana, apalagi tidak ada jendelanya. Selain hal tersebut, hubungan yang sudah berjalan lama itu, pastinya orang tua dan keluarga "H" sudah tentu mengenal dengan baik korban. Dengan lingkungan sekitar, Pak RT, Pak RW pun juga sudah sama - sama saling mengenal baik. Disaat peristiwa tersebut terjadi, hp korban itu ada di tas. Kok kenapa tiba - tiba bisa hilang, dan ketika ditemukan dan diserahkan ...