Langsung ke konten utama

Kebakaran Hebat Landa Warung di Tempat Wisata Noyo Gimbal Blora


Blora, 27 April 2025 — Sebuah kebakaran hebat terjadi di kawasan wisata Noyo Gimbal, Desa Bangsri, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora, pada Minggu malam. Insiden yang mengejutkan tersebut terjadi sekitar pukul 21.30 WIB dan membuat warga serta pengelola wisata panik. Api cepat membesar, membakar sebuah warung milik warga setempat.
Berdasarkan keterangan, kebakaran diduga dipicu oleh kebocoran dari kompor gas yang ada di warung milik Bapak Kiran. Menurut pengakuannya, pada pukul 19.00 WIB warung tersebut sudah tutup, dan sekitar pukul 21.30 WIB, beliau menerima telepon dari pegawai di area wisata yang mengabarkan bahwa warungnya telah terbakar.

Akibat kebakaran tersebut, Bapak Kiran mengalami kerugian materi yang ditaksir mencapai kurang lebih Rp50 juta. Selain kerusakan bangunan warung, berbagai perlengkapan dagang dan barang berharga lainnya hangus terbakar. Tidak hanya itu, Bapak Kiran juga mengalami luka bakar ringan di bagian tangan dan kaki saat berusaha mengecek lokasi setelah kejadian.
Beruntung saat peristiwa kebakaran terjadi, kondisi tempat wisata tidak dalam keadaan ramai pengunjung. Hal ini meminimalkan potensi korban jiwa maupun kerusakan lebih luas di sekitar lokasi kebakaran.

Tim pemadam kebakaran Blora yang tiba di lokasi langsung melakukan upaya pemadaman. Proses pemadaman berlangsung sekitar satu jam dan terbantu oleh hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut, sehingga api bisa dikendalikan dan tidak merembet ke bangunan lain.
Saat ini, pihak berwenang masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait penyebab pasti kebakaran. Sementara itu, pihak pengelola wisata Noyo Gimbal mengimbau seluruh pemilik warung di area tersebut untuk lebih waspada terhadap potensi kebakaran, khususnya dari penggunaan alat-alat berbahan bakar gas.
(tau)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Polisi Selidiki Motif Kekerasan di Blora, Korban Alami Luka Serius

CAKRAMEDIA INDONESIA Blora, 18 Februari 2025 – Insiden dugaan kekerasan bersama-sama terjadi di Dusun Mlawu, Desa Biting, Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora, pada Jumat (14/2) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB. Akibat kejadian ini, seorang pria bernama Moch. Mahfud Saputra mengalami luka serius. Berdasarkan laporan kepolisian, peristiwa ini terjadi di rumah milik Sakri Bin Yadi. Korban, pria kelahiran Bojonegoro yang bekerja sebagai pegawai swasta, diduga menjadi sasaran kekerasan mendadak saat berada di lokasi. Kejadian ini baru dilaporkan kepada pihak berwenang sekitar pukul 02.30 WIB. Keterangan Saksi dan Bukti Digital Sejumlah saksi telah dimintai keterangan, termasuk Hanisa Putri Binti Sakri, Ibnu Ikhsan Setiawan Bin Sakri, serta Joko Prasetyo Bin Jayus yang identitas lengkapnya masih diverifikasi. Polisi juga menemukan bukti percakapan WhatsApp  yang menunjukkan adanya komunikasi antara korban dan seseorang yang diduga terkait dengan kejadian ini. Kaka...

Rekonstruksi Kasus Pengeroyokan Brutal di Sambong, Polisi Dalami Motif dan Peran Pelaku

Rekonstruksi kasus pengeroyokan sadis yang mengguncang Kecamatan Sambong akhirnya digelar oleh Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Blora. Aksi kekerasan yang nyaris merenggut nyawa seorang warga ini sempat membuat geger masyarakat setelah korban ditemukan dalam kondisi koma akibat dianiaya secara brutal. Proses rekonstruksi berlangsung di halaman Polres Blora, menyusul kondisi korban yang mulai membaik dan sudah dapat memberikan keterangan penting kepada penyidik. Rekonstruksi ini menghadirkan para tersangka, saksi, serta korban, untuk memeragakan ulang kejadian secara lengkap dan mendetail. Menurut Kasatreskrim Polres Blora, AKP Selamet, rekonstruksi ini sangat penting untuk mendapatkan gambaran utuh tentang insiden tersebut dari berbagai sudut pandang. “Kami ingin mencocokkan fakta-fakta di lapangan dengan keterangan para pihak yang terlibat, termasuk korban,” tegasnya dalam pernyataan pada 21 April 2025. Kasus ini menyita perhatian publik karena tingkat kekerasan...

Bagaimana Hubungan Antara Korban dan "H", Begini Pengakuan dari Orang Tua Korban

Cakramedia Indonesia, 6 Maret 2025 Akhmad Soesilo, selaku orang tua dari korban menjelaskan bagaiman hubungan antara Korban dan H. Mereka Sudah menjalani hubungan dari awal Covid, kalau Covid itu sekitar tahun 2020, berarti kurang lebih sudah sekitar 5 tahun berjalan, mereka bersama. "H" juga sering datang ke rumah Korban, walaupun korban tidak ada di rumah pun juga sering datang, sekedar membawa makanan atau jajanan yang diberikan kepada Ibu atau keluarga Korban. Jadi menurut saya tidak mungkin Korban masuk rumah melewati jendela, karena juga sudah sering dolan kesana, apalagi tidak ada jendelanya. Selain hal tersebut, hubungan yang sudah berjalan lama itu, pastinya orang tua dan keluarga "H" sudah tentu mengenal dengan baik korban. Dengan lingkungan sekitar, Pak RT, Pak RW pun juga sudah sama - sama saling mengenal baik. Disaat peristiwa tersebut terjadi, hp korban itu ada di tas. Kok kenapa tiba - tiba bisa hilang, dan ketika ditemukan dan diserahkan ...