Langsung ke konten utama

Kecelakaan di Pati, Istri Pengendara Motor Tewas Terpental ke Sungai


PATI – Kecelakaan tragis terjadi di Jalan Umum Pati-Juwana, tepatnya di Desa Atrium F, Widorokandang, Kecamatan Pati, Kabupaten Pati, pada Minggu (27/4/2025) sekitar pukul 14.47 WIB. Sebuah bus Hino bernomor polisi L-7161-UB bertabrakan dengan sepeda motor Honda PCX K-5721-XG. Insiden ini mengakibatkan satu orang luka berat dan seorang penumpang lainnya sempat dinyatakan hilang setelah terpental ke sungai di tepi jalan.

Menurut keterangan saksi mata, Imam Rofii, kecelakaan bermula saat bus Hino melaju dari arah timur menuju barat. Ketika mencoba mendahului kendaraan lain dari sisi kanan, bus tersebut gagal mendapatkan ruang yang cukup hingga akhirnya menghantam sepeda motor yang datang dari arah berlawanan. Benturan keras menyebabkan salah satu korban terlempar ke sungai.

Tim SAR dari BPBD Kabupaten Pati langsung bergerak cepat melakukan pencarian korban yang hilang. Dalam proses evakuasi, tim gabungan dari berbagai unsur seperti Bareta, loF, BPBD, CRC, PMI, Bagana, Tagana, RKJ, MTA, UF Rescue, serta Basarnas Pos Rembang dikerahkan dengan total 35–45 personel. Mengingat kondisi malam hari yang minim pencahayaan dan arus sungai yang deras, pencarian dilakukan bergiliran demi mengutamakan keselamatan tim.

Bripka Adenk Yudha Kurniawan, penyidik Unit Satlantas Polresta Pati, mengungkapkan bahwa pengemudi bus adalah Ruliyanto (36), warga Desa Kebalandono, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan. Sedangkan pengendara motor, Arif Mukti Hidayat (33), merupakan warga Desa Agungmulyo, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati. Arif mengalami patah tulang terbuka di bahu kanan serta luka lecet di wajah, namun masih dalam kondisi sadar dan kini dirawat intensif di RS Karima Utama, Surakarta.

Sementara itu, penumpang motor yang merupakan istri Arif, seorang guru di salah satu SMP di Trangkil, sempat dilaporkan hilang setelah tercebur ke sungai. Setelah upaya pencarian selama sekitar delapan jam, korban akhirnya ditemukan sejauh 2 kilometer dari lokasi kejadian, tepatnya di Dukuh Pondohan, Desa Purworejo.

Sayangnya, korban yang ditemukan dalam kondisi kritis itu langsung dilarikan ke RSUD Soewondo Pati. Namun, setelah mendapatkan penanganan medis, korban dinyatakan meninggal dunia, menambah duka mendalam bagi keluarga korban atas insiden memilukan tersebut.
(ari)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Polisi Selidiki Motif Kekerasan di Blora, Korban Alami Luka Serius

CAKRAMEDIA INDONESIA Blora, 18 Februari 2025 – Insiden dugaan kekerasan bersama-sama terjadi di Dusun Mlawu, Desa Biting, Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora, pada Jumat (14/2) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB. Akibat kejadian ini, seorang pria bernama Moch. Mahfud Saputra mengalami luka serius. Berdasarkan laporan kepolisian, peristiwa ini terjadi di rumah milik Sakri Bin Yadi. Korban, pria kelahiran Bojonegoro yang bekerja sebagai pegawai swasta, diduga menjadi sasaran kekerasan mendadak saat berada di lokasi. Kejadian ini baru dilaporkan kepada pihak berwenang sekitar pukul 02.30 WIB. Keterangan Saksi dan Bukti Digital Sejumlah saksi telah dimintai keterangan, termasuk Hanisa Putri Binti Sakri, Ibnu Ikhsan Setiawan Bin Sakri, serta Joko Prasetyo Bin Jayus yang identitas lengkapnya masih diverifikasi. Polisi juga menemukan bukti percakapan WhatsApp  yang menunjukkan adanya komunikasi antara korban dan seseorang yang diduga terkait dengan kejadian ini. Kaka...

Rekonstruksi Kasus Pengeroyokan Brutal di Sambong, Polisi Dalami Motif dan Peran Pelaku

Rekonstruksi kasus pengeroyokan sadis yang mengguncang Kecamatan Sambong akhirnya digelar oleh Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Blora. Aksi kekerasan yang nyaris merenggut nyawa seorang warga ini sempat membuat geger masyarakat setelah korban ditemukan dalam kondisi koma akibat dianiaya secara brutal. Proses rekonstruksi berlangsung di halaman Polres Blora, menyusul kondisi korban yang mulai membaik dan sudah dapat memberikan keterangan penting kepada penyidik. Rekonstruksi ini menghadirkan para tersangka, saksi, serta korban, untuk memeragakan ulang kejadian secara lengkap dan mendetail. Menurut Kasatreskrim Polres Blora, AKP Selamet, rekonstruksi ini sangat penting untuk mendapatkan gambaran utuh tentang insiden tersebut dari berbagai sudut pandang. “Kami ingin mencocokkan fakta-fakta di lapangan dengan keterangan para pihak yang terlibat, termasuk korban,” tegasnya dalam pernyataan pada 21 April 2025. Kasus ini menyita perhatian publik karena tingkat kekerasan...

Bagaimana Hubungan Antara Korban dan "H", Begini Pengakuan dari Orang Tua Korban

Cakramedia Indonesia, 6 Maret 2025 Akhmad Soesilo, selaku orang tua dari korban menjelaskan bagaiman hubungan antara Korban dan H. Mereka Sudah menjalani hubungan dari awal Covid, kalau Covid itu sekitar tahun 2020, berarti kurang lebih sudah sekitar 5 tahun berjalan, mereka bersama. "H" juga sering datang ke rumah Korban, walaupun korban tidak ada di rumah pun juga sering datang, sekedar membawa makanan atau jajanan yang diberikan kepada Ibu atau keluarga Korban. Jadi menurut saya tidak mungkin Korban masuk rumah melewati jendela, karena juga sudah sering dolan kesana, apalagi tidak ada jendelanya. Selain hal tersebut, hubungan yang sudah berjalan lama itu, pastinya orang tua dan keluarga "H" sudah tentu mengenal dengan baik korban. Dengan lingkungan sekitar, Pak RT, Pak RW pun juga sudah sama - sama saling mengenal baik. Disaat peristiwa tersebut terjadi, hp korban itu ada di tas. Kok kenapa tiba - tiba bisa hilang, dan ketika ditemukan dan diserahkan ...