Langsung ke konten utama

Pertemuan Komite dan Paguyuban Orang Tua SMP N 1 Blora: Klarifikasi Pendanaan Kegiatan Non-BOS


*CAKRAMEDIA INDONESIA,-* Blora, 17 April 2025 — Bertempat di Aula SMP Negeri 1 Blora, pertemuan antara komite sekolah dan paguyuban orang tua wali murid kelas 7, 8, dan 9 dilaksanakan pada hari Kamis pukul 10.00 WIB hingga 12.00 WIB. Pertemuan ini dihadiri oleh Slamet Pamuji selaku Ketua Komite SMP N 1 Blora yang memberikan sambutan penting terkait pendanaan kegiatan sekolah.

Dalam sambutannya, Slamet menegaskan bahwa sejumlah kegiatan sekolah yang tidak dibiayai oleh dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah) akan dikaji ulang mekanisme pendanaannya. Hal ini menyusul banyaknya kesalahpahaman di kalangan orang tua terkait peran serta mereka dalam mendukung kegiatan sekolah yang bersifat non-akademik.

“Kami ingin menegaskan bahwa rapat ini bukan untuk memutuskan sesuatu secara final, namun untuk merespons berbagai kesalahan persepsi. Dana BOS memiliki batasan penggunaan, dan kegiatan lainnya perlu dukungan pendanaan yang akan dibahas ulang agar sesuai dengan regulasi, yakni berupa sumbangan sukarela, bukan iuran atau pungutan,” jelas Slamet.
Beberapa kegiatan yang dimaksud antara lain adalah acara perpisahan siswa dan perayaan ulang tahun sekolah. 

Dalam forum tersebut, Rina, wali murid dari kelas 9 H, turut menyampaikan pandangannya. Ia menyayangkan beredarnya informasi yang tidak dikonfirmasi langsung ke pihak sekolah.

“Sebagai orang tua, kami tahu bahwa inisiatif kegiatan berasal dari anak-anak yang ingin berkarya dan berkontribusi melalui proposal ke sekolah. Untuk acara perpisahan, kami tetap mendukung pelaksanaannya. Bagi wali murid yang tidak mampu menyumbang pun tidak apa-apa. Ini demi semangat anak-anak untuk berkarya,” ujarnya.

Pertemuan ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih baik kepada seluruh orang tua tentang pentingnya komunikasi terbuka serta pemahaman yang benar mengenai regulasi pendanaan kegiatan di sekolah.
*(RIO)*

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Polisi Selidiki Motif Kekerasan di Blora, Korban Alami Luka Serius

CAKRAMEDIA INDONESIA Blora, 18 Februari 2025 – Insiden dugaan kekerasan bersama-sama terjadi di Dusun Mlawu, Desa Biting, Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora, pada Jumat (14/2) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB. Akibat kejadian ini, seorang pria bernama Moch. Mahfud Saputra mengalami luka serius. Berdasarkan laporan kepolisian, peristiwa ini terjadi di rumah milik Sakri Bin Yadi. Korban, pria kelahiran Bojonegoro yang bekerja sebagai pegawai swasta, diduga menjadi sasaran kekerasan mendadak saat berada di lokasi. Kejadian ini baru dilaporkan kepada pihak berwenang sekitar pukul 02.30 WIB. Keterangan Saksi dan Bukti Digital Sejumlah saksi telah dimintai keterangan, termasuk Hanisa Putri Binti Sakri, Ibnu Ikhsan Setiawan Bin Sakri, serta Joko Prasetyo Bin Jayus yang identitas lengkapnya masih diverifikasi. Polisi juga menemukan bukti percakapan WhatsApp  yang menunjukkan adanya komunikasi antara korban dan seseorang yang diduga terkait dengan kejadian ini. Kaka...

Rekonstruksi Kasus Pengeroyokan Brutal di Sambong, Polisi Dalami Motif dan Peran Pelaku

Rekonstruksi kasus pengeroyokan sadis yang mengguncang Kecamatan Sambong akhirnya digelar oleh Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Blora. Aksi kekerasan yang nyaris merenggut nyawa seorang warga ini sempat membuat geger masyarakat setelah korban ditemukan dalam kondisi koma akibat dianiaya secara brutal. Proses rekonstruksi berlangsung di halaman Polres Blora, menyusul kondisi korban yang mulai membaik dan sudah dapat memberikan keterangan penting kepada penyidik. Rekonstruksi ini menghadirkan para tersangka, saksi, serta korban, untuk memeragakan ulang kejadian secara lengkap dan mendetail. Menurut Kasatreskrim Polres Blora, AKP Selamet, rekonstruksi ini sangat penting untuk mendapatkan gambaran utuh tentang insiden tersebut dari berbagai sudut pandang. “Kami ingin mencocokkan fakta-fakta di lapangan dengan keterangan para pihak yang terlibat, termasuk korban,” tegasnya dalam pernyataan pada 21 April 2025. Kasus ini menyita perhatian publik karena tingkat kekerasan...

Bagaimana Hubungan Antara Korban dan "H", Begini Pengakuan dari Orang Tua Korban

Cakramedia Indonesia, 6 Maret 2025 Akhmad Soesilo, selaku orang tua dari korban menjelaskan bagaiman hubungan antara Korban dan H. Mereka Sudah menjalani hubungan dari awal Covid, kalau Covid itu sekitar tahun 2020, berarti kurang lebih sudah sekitar 5 tahun berjalan, mereka bersama. "H" juga sering datang ke rumah Korban, walaupun korban tidak ada di rumah pun juga sering datang, sekedar membawa makanan atau jajanan yang diberikan kepada Ibu atau keluarga Korban. Jadi menurut saya tidak mungkin Korban masuk rumah melewati jendela, karena juga sudah sering dolan kesana, apalagi tidak ada jendelanya. Selain hal tersebut, hubungan yang sudah berjalan lama itu, pastinya orang tua dan keluarga "H" sudah tentu mengenal dengan baik korban. Dengan lingkungan sekitar, Pak RT, Pak RW pun juga sudah sama - sama saling mengenal baik. Disaat peristiwa tersebut terjadi, hp korban itu ada di tas. Kok kenapa tiba - tiba bisa hilang, dan ketika ditemukan dan diserahkan ...