Langsung ke konten utama

POPDA Cabang Woodball Kabupaten Pati 2025 Digelar, Kesempatan Besar Untuk Bibit Atlet Berprestasi


Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Cabang Woodball Kabupaten Pati dilaksanakan pada Senin dan Selasa, 28–29 April 2025, bertempat di Lapangan Brimob Pati. Kegiatan ini diawali pengarahan oleh Ketua Cabor Woodball, Mohamad Rifa'i, dan dibuka secara resmi melalui sambutan Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Dinporapar) Kabupaten Pati, Rekso Suhartono.
Dalam sambutannya, Rekso Suhartono menyampaikan, "Untuk mencari generasi berprestasi, olahraga ini harus disosialisasikan ke tingkat SD, SMP, dan SMA. Pemerintah Kabupaten Pati sangat mendukung kegiatan ini agar para pelajar memiliki wadah yang positif, semangat sportivitas, dan mampu membanggakan Kabupaten Pati, sekolah, guru, dan orang tua."
POPDA Kabupaten Pati 2025 diikuti oleh 29 cabang olahraga, salah satunya adalah cabang Woodball. Untuk cabang ini, tercatat sebanyak 70 peserta dari kalangan siswa dan siswi SMP serta SMA se-Kabupaten Pati turut ambil bagian dalam kompetisi.

Pertandingan Woodball dilangsungkan di 24 lapangan yang memiliki medan bervariasi. Kondisi lapangan meliputi lintasan tidak rata, bekas pepohonan yang baru dipotong, hingga area yang becek, menuntut peserta untuk menyesuaikan teknik dan strategi permainan.
Variasi karakter lapangan membuat kompetisi Woodball menjadi lebih menantang. Peserta dituntut untuk menunjukkan kemampuan adaptasi, ketahanan mental, dan strategi yang matang dalam menghadapi berbagai kondisi lapangan.

POPDA Cabang Woodball ini diharapkan dapat meningkatkan minat olahraga serta memperkuat budaya kompetisi yang sehat di kalangan pelajar. Selain itu, ajang ini menjadi kesempatan untuk menjaring bibit atlet muda berbakat di Kabupaten Pati.
Ketua Panitia, Muhammad Chundori, dalam keterangannya mengatakan, "Kegiatan ini merupakan bentuk nyata pembinaan olahraga di kalangan pelajar, sekaligus upaya untuk mencari bibit atlet berprestasi yang akan mengharumkan nama Kabupaten Pati di tingkat provinsi, nasional, bahkan internasional."

Lebih lanjut, Chundori berpesan kepada seluruh peserta, "Melalui ajang ini, kami mengajak seluruh peserta untuk bertanding dengan penuh semangat, menjunjung tinggi sportivitas, kejujuran, dan persaudaraan. Jadikan setiap kompetisi sebagai ajang belajar, memperkuat karakter, dan membangun mental juara."

/Tim.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Polisi Selidiki Motif Kekerasan di Blora, Korban Alami Luka Serius

CAKRAMEDIA INDONESIA Blora, 18 Februari 2025 – Insiden dugaan kekerasan bersama-sama terjadi di Dusun Mlawu, Desa Biting, Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora, pada Jumat (14/2) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB. Akibat kejadian ini, seorang pria bernama Moch. Mahfud Saputra mengalami luka serius. Berdasarkan laporan kepolisian, peristiwa ini terjadi di rumah milik Sakri Bin Yadi. Korban, pria kelahiran Bojonegoro yang bekerja sebagai pegawai swasta, diduga menjadi sasaran kekerasan mendadak saat berada di lokasi. Kejadian ini baru dilaporkan kepada pihak berwenang sekitar pukul 02.30 WIB. Keterangan Saksi dan Bukti Digital Sejumlah saksi telah dimintai keterangan, termasuk Hanisa Putri Binti Sakri, Ibnu Ikhsan Setiawan Bin Sakri, serta Joko Prasetyo Bin Jayus yang identitas lengkapnya masih diverifikasi. Polisi juga menemukan bukti percakapan WhatsApp  yang menunjukkan adanya komunikasi antara korban dan seseorang yang diduga terkait dengan kejadian ini. Kaka...

Warganet Galang Pawai Sound Horeg, Protes Pemkab Pati Terkait Kenaikan Pajak PBB-P2 yang Menggila

Warga Kabupaten Pati kembali menggalang aksi protes menolak lonjakan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) sebesar 250 %. Melalui akun Facebook INFO TLOGOWUNGU, mereka mengumumkan pawai sound horeg yang akan digelar Selasa, 13 Agustus, mulai dari Pucakwangi–Winong, singgah di Alun-alun Juwana sambil menunggu peserta lainnya, lalu bergerak menuju Kantor Bupati Pati. Sejumlah sound system besar dikabarkan akan turut memeriahkan aksi, dengan 16 subwoofer bertenaga tinggi. Inisiator menyebut pawai itu sebagai bentuk “gass ora bolo”—ajakan tancap gas tanpa ragu—untuk menunjukkan kekompakan masyarakat menuntut revisi tarif pajak. Keresahan soal PBB-P2 terlihat jelas di kolom komentar unggahan tersebut. Akun Tige Saudara menilai kenaikan itu memberatkan: “Siap. Pajek kok rakiro-karo, dibongkar wae pendopone nek ra direspon, bupati mabok iku.” Ucapan bernada kesal itu mencerminkan frustrasi sebagian warga yang menganggap pemerintah daerah tidak peka terhadap kond...

7 Pelaku Pengeroyokan Biting Terancam 9 Tahun Penjara dan Bagaimana Pengakuan H Terhadap Korban

Cakramedia Indonesia Blora, 21 Februari 2025 | Tujuh orang tersangka pengeroyokan di Desa Biting, Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora, kini harus menghadapi ancaman hukuman sembilan tahun penjara. Insiden ini terjadi pada Jumat (14/2/2025) dan menimpa seorang pria berinisial M, warga Kecamatan Padangan, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Kasat Reskrim Polres Blora, AKP Selamet, dalam konferensi pers pada Jumat (21/2/2025), mengungkapkan kronologi kejadian tersebut. Menurutnya, insiden bermula dari kecurigaan warga terhadap korban yang sering berkunjung dan bermalam di rumah seorang perempuan berinisial H di Desa Biting. "Sekitar pukul 02.00 WIB, dua orang pelaku yang tengah berkeliling desa melihat sepeda motor yang tidak dikenal terparkir di sekitar lokasi. Saat mereka menelusuri area tersebut, mereka menemukan salah satu jendela rumah dalam keadaan terbuka," jelas AKP Selamet. Dua pelaku tersebut kemudian melaporkan temuannya kepada rekan-rekan mereka yang berada ...