Langsung ke konten utama

Heboh !!! Bayi Umur 1 Hari Tergeletak di Area Hutan Desa Semanggi Blora

Cakramedia Indonesia

Blora - Kasi Humas Polres Blora, AKP Gembong Widodo pada (04/04/2025) membenarkan terkait kejadian yang membuat heboh masyarakat, dengan penemuan seorang bayi yang masih dalam keadaan hidup, oleh warga di area persawahan Desa Semanggi, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora.

"Seorang bayi laki-laki, ditemukan di Desa Semanggi, Kecamatan Jepon sekira pukul 09.00 WIB. Kondisi bayi tersebut masih hidup dan kondisinya sehat," ungkap Gembong.

Setelah mendapatkan informasi dari warga masyarakat, petugas kepolisian langsung menuju lokasi serta mengamankan bayi tanpa identitas tersebut, lalu segera membawa ke rumah sakit guna mendapatkan penanganan secepatnya.

Dan saat ini bayi sedang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. R Soetijono Blora.

"Bayi masih hidup. Sekarang di rawat di RSUD Blora. Sementara masih penanganan dokter di rumah sakit, dan kondisi bayi selamat," sambungnya.

"Ketika ditemukan, tanda-tanda kehidupan masih ada, (Identitas) Belum ada. Sekitar bayi hanya wujud bayi itu saja, tidak ditemukan barang-barang lain. Diperkirakan usia satu hari, ari-ari masih menempel, dan saat ini Reskrim Polsek Jepon lagi bergerak untuk pendalaman," tutup Gembong.

Pihak aparat kepolisian tengah mendalami peristiwa penemuan bayi tersebut dan pihaknya belum bisa memastikan, apakah bayi tersebut sengaja dibuang atau tidak. Untuk saat ini polisi masih dalam proses memeriksa saksi-saksi untuk mendapat keterangan.

/Tim.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Polisi Selidiki Motif Kekerasan di Blora, Korban Alami Luka Serius

CAKRAMEDIA INDONESIA Blora, 18 Februari 2025 – Insiden dugaan kekerasan bersama-sama terjadi di Dusun Mlawu, Desa Biting, Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora, pada Jumat (14/2) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB. Akibat kejadian ini, seorang pria bernama Moch. Mahfud Saputra mengalami luka serius. Berdasarkan laporan kepolisian, peristiwa ini terjadi di rumah milik Sakri Bin Yadi. Korban, pria kelahiran Bojonegoro yang bekerja sebagai pegawai swasta, diduga menjadi sasaran kekerasan mendadak saat berada di lokasi. Kejadian ini baru dilaporkan kepada pihak berwenang sekitar pukul 02.30 WIB. Keterangan Saksi dan Bukti Digital Sejumlah saksi telah dimintai keterangan, termasuk Hanisa Putri Binti Sakri, Ibnu Ikhsan Setiawan Bin Sakri, serta Joko Prasetyo Bin Jayus yang identitas lengkapnya masih diverifikasi. Polisi juga menemukan bukti percakapan WhatsApp  yang menunjukkan adanya komunikasi antara korban dan seseorang yang diduga terkait dengan kejadian ini. Kaka...

7 Pelaku Pengeroyokan Biting Terancam 9 Tahun Penjara dan Bagaimana Pengakuan H Terhadap Korban

Cakramedia Indonesia Blora, 21 Februari 2025 | Tujuh orang tersangka pengeroyokan di Desa Biting, Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora, kini harus menghadapi ancaman hukuman sembilan tahun penjara. Insiden ini terjadi pada Jumat (14/2/2025) dan menimpa seorang pria berinisial M, warga Kecamatan Padangan, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Kasat Reskrim Polres Blora, AKP Selamet, dalam konferensi pers pada Jumat (21/2/2025), mengungkapkan kronologi kejadian tersebut. Menurutnya, insiden bermula dari kecurigaan warga terhadap korban yang sering berkunjung dan bermalam di rumah seorang perempuan berinisial H di Desa Biting. "Sekitar pukul 02.00 WIB, dua orang pelaku yang tengah berkeliling desa melihat sepeda motor yang tidak dikenal terparkir di sekitar lokasi. Saat mereka menelusuri area tersebut, mereka menemukan salah satu jendela rumah dalam keadaan terbuka," jelas AKP Selamet. Dua pelaku tersebut kemudian melaporkan temuannya kepada rekan-rekan mereka yang berada ...

Warganet Galang Pawai Sound Horeg, Protes Pemkab Pati Terkait Kenaikan Pajak PBB-P2 yang Menggila

Warga Kabupaten Pati kembali menggalang aksi protes menolak lonjakan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) sebesar 250 %. Melalui akun Facebook INFO TLOGOWUNGU, mereka mengumumkan pawai sound horeg yang akan digelar Selasa, 13 Agustus, mulai dari Pucakwangi–Winong, singgah di Alun-alun Juwana sambil menunggu peserta lainnya, lalu bergerak menuju Kantor Bupati Pati. Sejumlah sound system besar dikabarkan akan turut memeriahkan aksi, dengan 16 subwoofer bertenaga tinggi. Inisiator menyebut pawai itu sebagai bentuk “gass ora bolo”—ajakan tancap gas tanpa ragu—untuk menunjukkan kekompakan masyarakat menuntut revisi tarif pajak. Keresahan soal PBB-P2 terlihat jelas di kolom komentar unggahan tersebut. Akun Tige Saudara menilai kenaikan itu memberatkan: “Siap. Pajek kok rakiro-karo, dibongkar wae pendopone nek ra direspon, bupati mabok iku.” Ucapan bernada kesal itu mencerminkan frustrasi sebagian warga yang menganggap pemerintah daerah tidak peka terhadap kond...