Langsung ke konten utama

Warga Brungunan Meriahkan HUT RI ke-80 dengan Lomba dan Kebersamaan

CAKRAMEDIA INDONESIA
Blora, 31 Agustus 2025 — Ratusan warga tumpah ruah di tanah wakaf Dukuh Brungunan, RT 04 RW 03, Desa Gabusan, Kecamatan Jati, Kabupaten Blora, dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia, Minggu (31/8/2025).

Mengusung tema “Merayakan Kemerdekaan dan Menjalin Silaturahmi Antar Desa”, acara dimulai pukul 13.00 WIB hingga selesai dan dihadiri sekitar 200 peserta dari berbagai kalangan, mulai anak-anak, ibu-ibu, hingga bapak-bapak.

Berbagai lomba tradisional khas tujuhbelasan digelar untuk memeriahkan suasana, seperti lomba mengambil koin di dalam melon, melangsir air, memecahkan balon, makan kerupuk, dan sejumlah permainan seru lainnya. Gelak tawa dan keceriaan warga menambah semarak perayaan.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Ahmad Wahyudi bersama panitia yang terdiri dari Pendi, Arya, Ajis, Triyono, dan Sri Hartini. Suasana semakin meriah dengan dukungan sound system lokal Karang Taruna Adem Ayem.

Tak hanya itu, acara juga dimeriahkan oleh gabungan Karang Taruna dari berbagai kelompok, di antaranya Adem Ayem, Sayuk Rukun, Jaya Kirana, Barista Jaya, Sido Mulyo, dan Jaya Abadi. Seluruh biaya kegiatan ini ditopang dari dana Karang Taruna Brungunan.

Melalui kegiatan ini, warga Brungunan tidak hanya merayakan kemerdekaan, tetapi juga mempererat silaturahmi antarwarga dan antar-karang taruna.

(TRI)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Polisi Selidiki Motif Kekerasan di Blora, Korban Alami Luka Serius

CAKRAMEDIA INDONESIA Blora, 18 Februari 2025 – Insiden dugaan kekerasan bersama-sama terjadi di Dusun Mlawu, Desa Biting, Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora, pada Jumat (14/2) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB. Akibat kejadian ini, seorang pria bernama Moch. Mahfud Saputra mengalami luka serius. Berdasarkan laporan kepolisian, peristiwa ini terjadi di rumah milik Sakri Bin Yadi. Korban, pria kelahiran Bojonegoro yang bekerja sebagai pegawai swasta, diduga menjadi sasaran kekerasan mendadak saat berada di lokasi. Kejadian ini baru dilaporkan kepada pihak berwenang sekitar pukul 02.30 WIB. Keterangan Saksi dan Bukti Digital Sejumlah saksi telah dimintai keterangan, termasuk Hanisa Putri Binti Sakri, Ibnu Ikhsan Setiawan Bin Sakri, serta Joko Prasetyo Bin Jayus yang identitas lengkapnya masih diverifikasi. Polisi juga menemukan bukti percakapan WhatsApp  yang menunjukkan adanya komunikasi antara korban dan seseorang yang diduga terkait dengan kejadian ini. Kaka...

Warganet Galang Pawai Sound Horeg, Protes Pemkab Pati Terkait Kenaikan Pajak PBB-P2 yang Menggila

Warga Kabupaten Pati kembali menggalang aksi protes menolak lonjakan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) sebesar 250 %. Melalui akun Facebook INFO TLOGOWUNGU, mereka mengumumkan pawai sound horeg yang akan digelar Selasa, 13 Agustus, mulai dari Pucakwangi–Winong, singgah di Alun-alun Juwana sambil menunggu peserta lainnya, lalu bergerak menuju Kantor Bupati Pati. Sejumlah sound system besar dikabarkan akan turut memeriahkan aksi, dengan 16 subwoofer bertenaga tinggi. Inisiator menyebut pawai itu sebagai bentuk “gass ora bolo”—ajakan tancap gas tanpa ragu—untuk menunjukkan kekompakan masyarakat menuntut revisi tarif pajak. Keresahan soal PBB-P2 terlihat jelas di kolom komentar unggahan tersebut. Akun Tige Saudara menilai kenaikan itu memberatkan: “Siap. Pajek kok rakiro-karo, dibongkar wae pendopone nek ra direspon, bupati mabok iku.” Ucapan bernada kesal itu mencerminkan frustrasi sebagian warga yang menganggap pemerintah daerah tidak peka terhadap kond...

Sudewo dan Pandoyo yang Mewakili Para Kepala Desa, Saling Bantah di Ruang Publik Terkait Kenaikan PBB-P2

Pati – Polemik kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) di Kabupaten Pati semakin memanas. Dalam klarifikasi yang disampaikan di salah satu program TV One, Bupati Pati Sudewo menegaskan bahwa kebijakan kenaikan PBB-P2 merupakan hasil diskusi “dari bawah”, yang disebutnya melibatkan kepala desa, tokoh masyarakat, dan camat. Namun, pernyataan tersebut langsung dimentahkan oleh Ketua Pasopati, Pandoyo. Melalui unggahan Patinews.com, Pandoyo menegaskan bahwa para kepala desa tidak pernah, dan tidak akan pernah, menginisiasi atau meminta kenaikan PBB-P2. Ia menyebut, di mana pun kepala desa justru berikhtiar agar warganya tidak dibebani pungutan berlebihan, apalagi terkait pajak. Pandoyo bahkan menyebut narasi yang mengaitkan inisiasi kenaikan pajak kepada para kepala desa sebagai hoaks. “Kami para kepala desa tidak pernah menginisiasi apalagi meminta kenaikan PBB-P2. Narasi tersebut adalah hoax,” tegasnya. Ironisnya, meskipun Sudewo telah memutuskan pem...