Langsung ke konten utama

Operasi 'Angsu' Terbongkar di SPBU Randublatung–Doplang: Operator & Mandor Diduga Terlibat Penimbunan Pertalite Bersubsidi



CAKRAMEDIA INDONEDIA

Blora, 25 Agustus 2025 – Dugaan praktik penyalahgunaan Pertalite bersubsidi kembali mencuat di SPBU 45.583.05, Jalan Raya Randublatung–Doplang, Kabupaten Blora. Kejadian tersebut terpantau pada Senin (25/8/2025) sekitar pukul 16.04 WIB, saat sejumlah sepeda motor bermodifikasi tangki besar melakukan pengisian berulang-ulang secara mencurigakan .

Modus operandi praktik ini mencolok dan merugikan publik: sepeda motor mengisi BBM dengan membawa 8 jerigen, dana Rp 100.000 per tangki—meskipun kemudian dipotong ongkos—dan hasilnya diperuntukkan bukan untuk kebutuhan pribadi, melainkan dijual kembali ke pihak industri atau pom mini, seperti diakui oleh salah satu pelaku berinisial MO. MO juga menyatakan bahwa operator SPBU menyadari aktivitas ini .

Tak hanya MO, mandor lain bernama Saiful juga memberi pengakuan mengejutkan: "Yang penting aku aman, sampean aman. Kalau masih sulit, kuncinya kan di operator… Banyak motor tangkinya dimodif… operatornya saat ini Mas Rohman dan Mas Abid" .

Sementara itu, mandor SPBU, Dwi, mengklaim sudah berkali-kali mengingatkan operator untuk tidak melayani praktik “ngangsu”, dan menyebut akan memberikan SP3 sebagai peringatan kepada operator yang melanggar .

Jika terbukti, perilaku ini melanggar ketentuan:

Pasal 55 UU No. 22 Tahun 2001 (disunting oleh UU No. 11/2020), yang bisa berujung pada hukuman penjara hingga 6 tahun dan denda maksimal Rp 60 miliar .

Pasal 40 ayat (9) Perpres No. 191 Tahun 2014, yang secara tegas melarang pemanfaatan BBM subsidi di luar peruntukannya .

Kasus ini menambah daftar dugaan penyalahgunaan distribusi BBM bersubsidi di Blora. Warga berharap penegak hukum segera turun tangan untuk memastikan penggunaan subsidi tepat sasaran .

(JOE)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Polisi Selidiki Motif Kekerasan di Blora, Korban Alami Luka Serius

CAKRAMEDIA INDONESIA Blora, 18 Februari 2025 – Insiden dugaan kekerasan bersama-sama terjadi di Dusun Mlawu, Desa Biting, Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora, pada Jumat (14/2) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB. Akibat kejadian ini, seorang pria bernama Moch. Mahfud Saputra mengalami luka serius. Berdasarkan laporan kepolisian, peristiwa ini terjadi di rumah milik Sakri Bin Yadi. Korban, pria kelahiran Bojonegoro yang bekerja sebagai pegawai swasta, diduga menjadi sasaran kekerasan mendadak saat berada di lokasi. Kejadian ini baru dilaporkan kepada pihak berwenang sekitar pukul 02.30 WIB. Keterangan Saksi dan Bukti Digital Sejumlah saksi telah dimintai keterangan, termasuk Hanisa Putri Binti Sakri, Ibnu Ikhsan Setiawan Bin Sakri, serta Joko Prasetyo Bin Jayus yang identitas lengkapnya masih diverifikasi. Polisi juga menemukan bukti percakapan WhatsApp  yang menunjukkan adanya komunikasi antara korban dan seseorang yang diduga terkait dengan kejadian ini. Kaka...

Warganet Galang Pawai Sound Horeg, Protes Pemkab Pati Terkait Kenaikan Pajak PBB-P2 yang Menggila

Warga Kabupaten Pati kembali menggalang aksi protes menolak lonjakan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) sebesar 250 %. Melalui akun Facebook INFO TLOGOWUNGU, mereka mengumumkan pawai sound horeg yang akan digelar Selasa, 13 Agustus, mulai dari Pucakwangi–Winong, singgah di Alun-alun Juwana sambil menunggu peserta lainnya, lalu bergerak menuju Kantor Bupati Pati. Sejumlah sound system besar dikabarkan akan turut memeriahkan aksi, dengan 16 subwoofer bertenaga tinggi. Inisiator menyebut pawai itu sebagai bentuk “gass ora bolo”—ajakan tancap gas tanpa ragu—untuk menunjukkan kekompakan masyarakat menuntut revisi tarif pajak. Keresahan soal PBB-P2 terlihat jelas di kolom komentar unggahan tersebut. Akun Tige Saudara menilai kenaikan itu memberatkan: “Siap. Pajek kok rakiro-karo, dibongkar wae pendopone nek ra direspon, bupati mabok iku.” Ucapan bernada kesal itu mencerminkan frustrasi sebagian warga yang menganggap pemerintah daerah tidak peka terhadap kond...

Sudewo dan Pandoyo yang Mewakili Para Kepala Desa, Saling Bantah di Ruang Publik Terkait Kenaikan PBB-P2

Pati – Polemik kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) di Kabupaten Pati semakin memanas. Dalam klarifikasi yang disampaikan di salah satu program TV One, Bupati Pati Sudewo menegaskan bahwa kebijakan kenaikan PBB-P2 merupakan hasil diskusi “dari bawah”, yang disebutnya melibatkan kepala desa, tokoh masyarakat, dan camat. Namun, pernyataan tersebut langsung dimentahkan oleh Ketua Pasopati, Pandoyo. Melalui unggahan Patinews.com, Pandoyo menegaskan bahwa para kepala desa tidak pernah, dan tidak akan pernah, menginisiasi atau meminta kenaikan PBB-P2. Ia menyebut, di mana pun kepala desa justru berikhtiar agar warganya tidak dibebani pungutan berlebihan, apalagi terkait pajak. Pandoyo bahkan menyebut narasi yang mengaitkan inisiasi kenaikan pajak kepada para kepala desa sebagai hoaks. “Kami para kepala desa tidak pernah menginisiasi apalagi meminta kenaikan PBB-P2. Narasi tersebut adalah hoax,” tegasnya. Ironisnya, meskipun Sudewo telah memutuskan pem...