Langsung ke konten utama

Program GeMAR PT. ANTaM Bantu Petani Mendenrejo Terhindar dari Jeratan Hutang


CAKRAMEDIA INDONESIA
Blora, 22 Agustus 2025 – Program GeMAR (Gerakan Menanam Anti Rugi) yang digagas PT Agro Nusantara Tani Milenial (PT. ANTaM) membawa angin segar bagi para petani di Desa Mendenrejo, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora. Program ini berhasil memberikan solusi nyata bagi persoalan klasik petani yang kerap merugi dan terlilit hutang akibat gagal panen.

Kelompok Tani Wono Mitra Sejahtera yang beranggotakan 674 orang, tercatat 50 orang di antaranya sudah bergabung dalam program GeMAR dengan menanam jagung sejak Maret lalu. Pada panen bulan Juni, delapan orang anggota mengalami gagal panen. Namun, berkat mekanisme program GeMAR, mereka terbebas dari kewajiban membayar hutang modal.

“Alhamdulillah, saya pribadi sangat berterima kasih. Walaupun gagal panen, tetap tidak menanggung hutang. Modal dari PT. ANTaM tidak dibebankan kembali kepada kami,” ujar Sutikno, salah satu anggota kelompok tani penerima manfaat.

Ketua kelompok tani Wono Mitra Sejahtera, Hadi Kusmanto (Mondol), menjelaskan bahwa awal mula program GeMAR lahir dari keprihatinan terhadap petani yang selalu merugi hingga terjebak hutang. “Kini petani merasa aman, sebab kalau gagal panen tidak lagi menanggung beban hutang. Inilah yang membuat banyak petani tertarik bergabung,” jelasnya.

Program ini berjalan berkat kerja sama PT. ANTaM dengan Kementerian Desa (Kemendes) melalui Badan Usaha Milik Desa (Bumdes). Sesuai regulasi, Bumdes mendapatkan penyertaan modal dari dana desa minimal 20% untuk ketahanan pangan produktif. Harapannya, sinergi ini bisa memperluas manfaat program GeMAR agar lebih banyak petani Indonesia sejahtera dan terhindar dari lilitan hutang.

Kepala Desa Mendenrejo, Supari, yang juga seorang petani, memberikan dukungan penuh. “Kami sangat menyambut baik kehadiran PT. ANTaM dengan visi misinya melalui GeMAR. Program ini sangat membantu petani, sekaligus bisa menarik minat anak muda agar mau kembali bertani,” tegasnya.

Dengan semangat kebersamaan antara PT. ANTaM, kelompok tani, pemerintah desa, dan Kemendes, program GeMAR diharapkan menjadi tonggak baru kebangkitan petani milenial yang lebih mandiri dan sejahtera.

(SAM)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Polisi Selidiki Motif Kekerasan di Blora, Korban Alami Luka Serius

CAKRAMEDIA INDONESIA Blora, 18 Februari 2025 – Insiden dugaan kekerasan bersama-sama terjadi di Dusun Mlawu, Desa Biting, Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora, pada Jumat (14/2) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB. Akibat kejadian ini, seorang pria bernama Moch. Mahfud Saputra mengalami luka serius. Berdasarkan laporan kepolisian, peristiwa ini terjadi di rumah milik Sakri Bin Yadi. Korban, pria kelahiran Bojonegoro yang bekerja sebagai pegawai swasta, diduga menjadi sasaran kekerasan mendadak saat berada di lokasi. Kejadian ini baru dilaporkan kepada pihak berwenang sekitar pukul 02.30 WIB. Keterangan Saksi dan Bukti Digital Sejumlah saksi telah dimintai keterangan, termasuk Hanisa Putri Binti Sakri, Ibnu Ikhsan Setiawan Bin Sakri, serta Joko Prasetyo Bin Jayus yang identitas lengkapnya masih diverifikasi. Polisi juga menemukan bukti percakapan WhatsApp  yang menunjukkan adanya komunikasi antara korban dan seseorang yang diduga terkait dengan kejadian ini. Kaka...

Warganet Galang Pawai Sound Horeg, Protes Pemkab Pati Terkait Kenaikan Pajak PBB-P2 yang Menggila

Warga Kabupaten Pati kembali menggalang aksi protes menolak lonjakan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) sebesar 250 %. Melalui akun Facebook INFO TLOGOWUNGU, mereka mengumumkan pawai sound horeg yang akan digelar Selasa, 13 Agustus, mulai dari Pucakwangi–Winong, singgah di Alun-alun Juwana sambil menunggu peserta lainnya, lalu bergerak menuju Kantor Bupati Pati. Sejumlah sound system besar dikabarkan akan turut memeriahkan aksi, dengan 16 subwoofer bertenaga tinggi. Inisiator menyebut pawai itu sebagai bentuk “gass ora bolo”—ajakan tancap gas tanpa ragu—untuk menunjukkan kekompakan masyarakat menuntut revisi tarif pajak. Keresahan soal PBB-P2 terlihat jelas di kolom komentar unggahan tersebut. Akun Tige Saudara menilai kenaikan itu memberatkan: “Siap. Pajek kok rakiro-karo, dibongkar wae pendopone nek ra direspon, bupati mabok iku.” Ucapan bernada kesal itu mencerminkan frustrasi sebagian warga yang menganggap pemerintah daerah tidak peka terhadap kond...

Sudewo dan Pandoyo yang Mewakili Para Kepala Desa, Saling Bantah di Ruang Publik Terkait Kenaikan PBB-P2

Pati – Polemik kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) di Kabupaten Pati semakin memanas. Dalam klarifikasi yang disampaikan di salah satu program TV One, Bupati Pati Sudewo menegaskan bahwa kebijakan kenaikan PBB-P2 merupakan hasil diskusi “dari bawah”, yang disebutnya melibatkan kepala desa, tokoh masyarakat, dan camat. Namun, pernyataan tersebut langsung dimentahkan oleh Ketua Pasopati, Pandoyo. Melalui unggahan Patinews.com, Pandoyo menegaskan bahwa para kepala desa tidak pernah, dan tidak akan pernah, menginisiasi atau meminta kenaikan PBB-P2. Ia menyebut, di mana pun kepala desa justru berikhtiar agar warganya tidak dibebani pungutan berlebihan, apalagi terkait pajak. Pandoyo bahkan menyebut narasi yang mengaitkan inisiasi kenaikan pajak kepada para kepala desa sebagai hoaks. “Kami para kepala desa tidak pernah menginisiasi apalagi meminta kenaikan PBB-P2. Narasi tersebut adalah hoax,” tegasnya. Ironisnya, meskipun Sudewo telah memutuskan pem...