Langsung ke konten utama

Semarak Karnaval HUT RI ke-80 di Desa Bacem: Warga Tumpah Ruah Rayakan Kemerdekaan


Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-80, warga Desa Bacem, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora menunjukkan antusiasme luar biasa dengan menggelar karnaval meriah pada tanggal 23 Agustus. Acara dimulai pukul 13.30 WIB dengan titik kumpul di Balai Desa Bacem, sebelum peserta melakukan arak-arakan menyusuri rute yang telah ditentukan, yakni melalui Dukuh ngraho, Manyaran, dan kembali finis di Balai Desa. Karnaval ini diikuti oleh berbagai elemen masyarakat, mulai dari pelajar, kelompok tani, hingga ibu-ibu PKK yang tampil semangat dan kreatif dengan berbagai kostum unik dan hiasan bertema kemerdekaan serta budaya lokal.

Sarmini, selaku Kepala Desa Bacem, saat ditemui awak media menyampaikan bahwa karnaval ini bukan hanya sebagai bentuk perayaan HUT RI ke-80, tetapi juga sebagai wujud kebersamaan dan semangat gotong royong warga. Ia menambahkan, acara ini diharapkan mampu menggugah rasa nasionalisme serta mempererat hubungan antarwarga desa. “Kemeriahan ini adalah bukti nyata bahwa warga Bacem sangat mendukung dan terlibat aktif dalam menyukseskan acara desa,” ungkap Sarmini penuh semangat.

Selain menampilkan semarak kemerdekaan, karnaval ini juga menjadi ajang promosi potensi lokal, terutama hasil pertanian unggulan Desa Bacem. Berbagai hasil bumi seperti padi, jagung, dan sayuran dipamerkan dalam bentuk replika kreatif yang dibawa oleh peserta. Masyarakat pun terlihat sangat bahagia dan antusias menyambut jalannya karnaval ini, yang juga menjadi hiburan rakyat sekaligus momen kebanggaan desa menjelang hari kemerdekaan.

(Teg)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Polisi Selidiki Motif Kekerasan di Blora, Korban Alami Luka Serius

CAKRAMEDIA INDONESIA Blora, 18 Februari 2025 – Insiden dugaan kekerasan bersama-sama terjadi di Dusun Mlawu, Desa Biting, Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora, pada Jumat (14/2) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB. Akibat kejadian ini, seorang pria bernama Moch. Mahfud Saputra mengalami luka serius. Berdasarkan laporan kepolisian, peristiwa ini terjadi di rumah milik Sakri Bin Yadi. Korban, pria kelahiran Bojonegoro yang bekerja sebagai pegawai swasta, diduga menjadi sasaran kekerasan mendadak saat berada di lokasi. Kejadian ini baru dilaporkan kepada pihak berwenang sekitar pukul 02.30 WIB. Keterangan Saksi dan Bukti Digital Sejumlah saksi telah dimintai keterangan, termasuk Hanisa Putri Binti Sakri, Ibnu Ikhsan Setiawan Bin Sakri, serta Joko Prasetyo Bin Jayus yang identitas lengkapnya masih diverifikasi. Polisi juga menemukan bukti percakapan WhatsApp  yang menunjukkan adanya komunikasi antara korban dan seseorang yang diduga terkait dengan kejadian ini. Kaka...

Warganet Galang Pawai Sound Horeg, Protes Pemkab Pati Terkait Kenaikan Pajak PBB-P2 yang Menggila

Warga Kabupaten Pati kembali menggalang aksi protes menolak lonjakan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) sebesar 250 %. Melalui akun Facebook INFO TLOGOWUNGU, mereka mengumumkan pawai sound horeg yang akan digelar Selasa, 13 Agustus, mulai dari Pucakwangi–Winong, singgah di Alun-alun Juwana sambil menunggu peserta lainnya, lalu bergerak menuju Kantor Bupati Pati. Sejumlah sound system besar dikabarkan akan turut memeriahkan aksi, dengan 16 subwoofer bertenaga tinggi. Inisiator menyebut pawai itu sebagai bentuk “gass ora bolo”—ajakan tancap gas tanpa ragu—untuk menunjukkan kekompakan masyarakat menuntut revisi tarif pajak. Keresahan soal PBB-P2 terlihat jelas di kolom komentar unggahan tersebut. Akun Tige Saudara menilai kenaikan itu memberatkan: “Siap. Pajek kok rakiro-karo, dibongkar wae pendopone nek ra direspon, bupati mabok iku.” Ucapan bernada kesal itu mencerminkan frustrasi sebagian warga yang menganggap pemerintah daerah tidak peka terhadap kond...

Sudewo dan Pandoyo yang Mewakili Para Kepala Desa, Saling Bantah di Ruang Publik Terkait Kenaikan PBB-P2

Pati – Polemik kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) di Kabupaten Pati semakin memanas. Dalam klarifikasi yang disampaikan di salah satu program TV One, Bupati Pati Sudewo menegaskan bahwa kebijakan kenaikan PBB-P2 merupakan hasil diskusi “dari bawah”, yang disebutnya melibatkan kepala desa, tokoh masyarakat, dan camat. Namun, pernyataan tersebut langsung dimentahkan oleh Ketua Pasopati, Pandoyo. Melalui unggahan Patinews.com, Pandoyo menegaskan bahwa para kepala desa tidak pernah, dan tidak akan pernah, menginisiasi atau meminta kenaikan PBB-P2. Ia menyebut, di mana pun kepala desa justru berikhtiar agar warganya tidak dibebani pungutan berlebihan, apalagi terkait pajak. Pandoyo bahkan menyebut narasi yang mengaitkan inisiasi kenaikan pajak kepada para kepala desa sebagai hoaks. “Kami para kepala desa tidak pernah menginisiasi apalagi meminta kenaikan PBB-P2. Narasi tersebut adalah hoax,” tegasnya. Ironisnya, meskipun Sudewo telah memutuskan pem...