Langsung ke konten utama

PT ANTaM Dengan Pertanian Anti Rugi. Serangan Hama Tikus, Petani Desa Kalen Tetap Terbantu Meski Gagal Panen


CAKRAMEDIA INDONESIA
Blora, 21 Agustus 2025 – Kabar gembira datang bagi para petani Desa Kalen, Kecamatan Blora, khususnya di RT 06 dan RT 07 RW 03. Berkat Program dari PT.Agro Nusantara Tani Milenial ( PT. ANTaM),15 Anggota kelompok taninya terbebas dari kerugian gagal panen saat tanaman mereka diserang hama tikus. 

Dari 30 anggota kelompok tani yang bergabung dengan PT ANTaM, sebanyak 15 anggota berhasil panen, sementara 15 lainnya mengalami gagal panen. Meski demikian, Petani tidak menanggung hutang. 

Mbah Suro, Ketua RT 06 RW 03 sekaligus petani setempat, menyampaikan rasa syukurnya atas manfaat besar yang dirasakan.

“Saya pribadi dan para petani sangat terbantu dengan adanya PT ANTaM. Walaupun ada yang gagal panen, Kami berharap kerja sama ini bisa terus berlanjut,” ujarnya.



Senada dengan itu, Sukardi, salah satu petani yang ladangnya gagal panen, mengaku sangat terbantu.

“Saya gagal panen karena serangan hama tikus. Walaupun gagal per hektarnya sebesar Rp10 juta tidak menanggung hutang dan bisa menanam berikutnya, Terima kasih kepada PT ANTaM, semoga kerja sama ini terus berlanjut,” katanya.



Dari pihak perusahaan, Jeremy Mario selaku Direktur Operasional PT ANTaM menegaskan komitmen perusahaan untuk terus mendukung kesejahteraan petani.

“Kami berharap BUMDes di Kabupaten Blora juga bisa bekerja sama dengan PT ANTaM untuk mendukung program GeMAR (Gerakan Menanam Anti Rugi) demi meningkatkan kesejahteraan petani,” jelasnya.

Sementara itu, Cepi, Humas PT ANTaM, menambahkan bahwa kehadiran program ini diharapkan menjadi nafas baru bagi para petani.

“Harapan kami, dengan adanya program PT ANTaM, petani semakin sejahtera dan tidak merasa sendirian saat menghadapi risiko gagal panen,” ungkapnya.

Dengan adanya sekema dan konsep bisnis pertanian anti rugi ini, para petani Desa Kalen merasa lebih tenang dan optimis menghadapi musim tanam berikutnya, karena adanya jaminan perlindungan dari PT ANTaM.

(SAM)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Polisi Selidiki Motif Kekerasan di Blora, Korban Alami Luka Serius

CAKRAMEDIA INDONESIA Blora, 18 Februari 2025 – Insiden dugaan kekerasan bersama-sama terjadi di Dusun Mlawu, Desa Biting, Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora, pada Jumat (14/2) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB. Akibat kejadian ini, seorang pria bernama Moch. Mahfud Saputra mengalami luka serius. Berdasarkan laporan kepolisian, peristiwa ini terjadi di rumah milik Sakri Bin Yadi. Korban, pria kelahiran Bojonegoro yang bekerja sebagai pegawai swasta, diduga menjadi sasaran kekerasan mendadak saat berada di lokasi. Kejadian ini baru dilaporkan kepada pihak berwenang sekitar pukul 02.30 WIB. Keterangan Saksi dan Bukti Digital Sejumlah saksi telah dimintai keterangan, termasuk Hanisa Putri Binti Sakri, Ibnu Ikhsan Setiawan Bin Sakri, serta Joko Prasetyo Bin Jayus yang identitas lengkapnya masih diverifikasi. Polisi juga menemukan bukti percakapan WhatsApp  yang menunjukkan adanya komunikasi antara korban dan seseorang yang diduga terkait dengan kejadian ini. Kaka...

Warganet Galang Pawai Sound Horeg, Protes Pemkab Pati Terkait Kenaikan Pajak PBB-P2 yang Menggila

Warga Kabupaten Pati kembali menggalang aksi protes menolak lonjakan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) sebesar 250 %. Melalui akun Facebook INFO TLOGOWUNGU, mereka mengumumkan pawai sound horeg yang akan digelar Selasa, 13 Agustus, mulai dari Pucakwangi–Winong, singgah di Alun-alun Juwana sambil menunggu peserta lainnya, lalu bergerak menuju Kantor Bupati Pati. Sejumlah sound system besar dikabarkan akan turut memeriahkan aksi, dengan 16 subwoofer bertenaga tinggi. Inisiator menyebut pawai itu sebagai bentuk “gass ora bolo”—ajakan tancap gas tanpa ragu—untuk menunjukkan kekompakan masyarakat menuntut revisi tarif pajak. Keresahan soal PBB-P2 terlihat jelas di kolom komentar unggahan tersebut. Akun Tige Saudara menilai kenaikan itu memberatkan: “Siap. Pajek kok rakiro-karo, dibongkar wae pendopone nek ra direspon, bupati mabok iku.” Ucapan bernada kesal itu mencerminkan frustrasi sebagian warga yang menganggap pemerintah daerah tidak peka terhadap kond...

Sudewo dan Pandoyo yang Mewakili Para Kepala Desa, Saling Bantah di Ruang Publik Terkait Kenaikan PBB-P2

Pati – Polemik kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) di Kabupaten Pati semakin memanas. Dalam klarifikasi yang disampaikan di salah satu program TV One, Bupati Pati Sudewo menegaskan bahwa kebijakan kenaikan PBB-P2 merupakan hasil diskusi “dari bawah”, yang disebutnya melibatkan kepala desa, tokoh masyarakat, dan camat. Namun, pernyataan tersebut langsung dimentahkan oleh Ketua Pasopati, Pandoyo. Melalui unggahan Patinews.com, Pandoyo menegaskan bahwa para kepala desa tidak pernah, dan tidak akan pernah, menginisiasi atau meminta kenaikan PBB-P2. Ia menyebut, di mana pun kepala desa justru berikhtiar agar warganya tidak dibebani pungutan berlebihan, apalagi terkait pajak. Pandoyo bahkan menyebut narasi yang mengaitkan inisiasi kenaikan pajak kepada para kepala desa sebagai hoaks. “Kami para kepala desa tidak pernah menginisiasi apalagi meminta kenaikan PBB-P2. Narasi tersebut adalah hoax,” tegasnya. Ironisnya, meskipun Sudewo telah memutuskan pem...