Langsung ke konten utama

Bupati Pati Batalkan Kenaikan PBB, Warganet Tetap Murka: “Lengserkan Sudewo, Pemimpin Plin-plan dan Arogan!”


PATI – Meski Bupati Pati Sudewo secara resmi telah membatalkan kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB P2) yang sempat memicu gelombang penolakan, namun kemarahan warga tak mereda. Di media sosial, warganet justru semakin lantang menyuarakan kekecewaan dan tuntutan baru: lengserkan Sudewo dari jabatan bupati.

Kebijakan pembatalan itu dinilai datang terlambat dan tidak menyentuh akar persoalan, yakni sikap kepemimpinan Sudewo yang dianggap arogan, tidak konsisten, dan anti-kritik. Sejumlah akun di Facebook ramai menyindir bahkan mengecam keras, dengan kalimat-kalimat yang tajam tanpa tedeng aling-aling.

Akun Ki Ageng Selo berkomentar keras: “Ngono lah tetep demo..., harus ada hitam di atas putih... Tapi luwih apik dilengserno ben ora berulah kembali." Komentar ini mendapat puluhan dukungan dan menjadi pemantik komentar lainnya.

Akun lain, Aji Honda, menambahkan: “Jare keputusan sdh bulat tdk bisa dibatalkan meskipun didemo 5.000 rb atau 50.000, sy tdk akan gentar..., lha iki drung didemo ok, maleh nex... Ancen bupati cotsu, omongane ora iso digugu…” Sindiran soal ketidakkonsistenan pernyataan Bupati jadi sorotan utama warganet.

Tanggapan keras datang pula dari akun Wiwit Astiut: “Jangankan kau turunkan. Kau gratiskan aja saya tetap demo. Saya tidak gentar, tidak ada yang bisa menghalangi kebijakan saya. LENGSERKAN, bupati arogan.”

Bahkan akun Wisata Hati menyoroti lingkaran orang dekat bupati: “Evaluasilah orang-orang dekat pembisik sampeyan Mbah Dewa, kalo orang-orang dekat sampeyan kualitasnya masih seperti ini, pasti ke depan akan seperti ini terus.”

Beberapa komentar lain lebih frontal. Gadiez Berlian menyebut: “Arogansinya yang harus membuat dia lengser, sekalian sekdanya seret yang udah menantang duel di lapangan.”

Sementara itu, Yanto Bj menyimpulkan sentimen warga: “Itu tujuan warga Pati karena punya pemimpin yang plin-plan dan arogan.”

Meski kebijakan PBB dibatalkan, mosi tidak percaya terhadap Sudewo justru menguat. Seruan untuk turun ke jalan pada 13 Agustus terus digaungkan. Sebagaimana komentar Ki Ageng Selo: “Masuk… Tetep gas tgl 13 lengserkan.”

Tak sedikit pula yang menyerukan audit dan intervensi hukum, seperti yang disampaikan oleh Sugianto: “Lengser dan diaudit, KPK turun ke Pati. Rioso harus mundur dari jabatan.”

Fenomena ini menunjukkan bahwa persoalan di Kabupaten Pati tak berhenti di soal pajak, namun sudah menyangkut legitimasi dan kredibilitas kepemimpinan Bupati Sudewo. Aksi massa besar-besaran diprediksi tak akan terhindarkan jika desakan warga terus diabaikan.

(Redaksi Cakramedia Indonesia)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Polisi Selidiki Motif Kekerasan di Blora, Korban Alami Luka Serius

CAKRAMEDIA INDONESIA Blora, 18 Februari 2025 – Insiden dugaan kekerasan bersama-sama terjadi di Dusun Mlawu, Desa Biting, Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora, pada Jumat (14/2) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB. Akibat kejadian ini, seorang pria bernama Moch. Mahfud Saputra mengalami luka serius. Berdasarkan laporan kepolisian, peristiwa ini terjadi di rumah milik Sakri Bin Yadi. Korban, pria kelahiran Bojonegoro yang bekerja sebagai pegawai swasta, diduga menjadi sasaran kekerasan mendadak saat berada di lokasi. Kejadian ini baru dilaporkan kepada pihak berwenang sekitar pukul 02.30 WIB. Keterangan Saksi dan Bukti Digital Sejumlah saksi telah dimintai keterangan, termasuk Hanisa Putri Binti Sakri, Ibnu Ikhsan Setiawan Bin Sakri, serta Joko Prasetyo Bin Jayus yang identitas lengkapnya masih diverifikasi. Polisi juga menemukan bukti percakapan WhatsApp  yang menunjukkan adanya komunikasi antara korban dan seseorang yang diduga terkait dengan kejadian ini. Kaka...

Rekonstruksi Kasus Pengeroyokan Brutal di Sambong, Polisi Dalami Motif dan Peran Pelaku

Rekonstruksi kasus pengeroyokan sadis yang mengguncang Kecamatan Sambong akhirnya digelar oleh Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Blora. Aksi kekerasan yang nyaris merenggut nyawa seorang warga ini sempat membuat geger masyarakat setelah korban ditemukan dalam kondisi koma akibat dianiaya secara brutal. Proses rekonstruksi berlangsung di halaman Polres Blora, menyusul kondisi korban yang mulai membaik dan sudah dapat memberikan keterangan penting kepada penyidik. Rekonstruksi ini menghadirkan para tersangka, saksi, serta korban, untuk memeragakan ulang kejadian secara lengkap dan mendetail. Menurut Kasatreskrim Polres Blora, AKP Selamet, rekonstruksi ini sangat penting untuk mendapatkan gambaran utuh tentang insiden tersebut dari berbagai sudut pandang. “Kami ingin mencocokkan fakta-fakta di lapangan dengan keterangan para pihak yang terlibat, termasuk korban,” tegasnya dalam pernyataan pada 21 April 2025. Kasus ini menyita perhatian publik karena tingkat kekerasan...

Bagaimana Hubungan Antara Korban dan "H", Begini Pengakuan dari Orang Tua Korban

Cakramedia Indonesia, 6 Maret 2025 Akhmad Soesilo, selaku orang tua dari korban menjelaskan bagaiman hubungan antara Korban dan H. Mereka Sudah menjalani hubungan dari awal Covid, kalau Covid itu sekitar tahun 2020, berarti kurang lebih sudah sekitar 5 tahun berjalan, mereka bersama. "H" juga sering datang ke rumah Korban, walaupun korban tidak ada di rumah pun juga sering datang, sekedar membawa makanan atau jajanan yang diberikan kepada Ibu atau keluarga Korban. Jadi menurut saya tidak mungkin Korban masuk rumah melewati jendela, karena juga sudah sering dolan kesana, apalagi tidak ada jendelanya. Selain hal tersebut, hubungan yang sudah berjalan lama itu, pastinya orang tua dan keluarga "H" sudah tentu mengenal dengan baik korban. Dengan lingkungan sekitar, Pak RT, Pak RW pun juga sudah sama - sama saling mengenal baik. Disaat peristiwa tersebut terjadi, hp korban itu ada di tas. Kok kenapa tiba - tiba bisa hilang, dan ketika ditemukan dan diserahkan ...