Langsung ke konten utama

Pengendara Motor Tewas dalam Kecelakaan di Jalan Pati–Gabus


Kecelakaan lalu lintas kembali terjadi di jalur Pati–Gabus, Kabupaten Pati. Seorang pengendara sepeda motor dilaporkan meninggal dunia usai terlibat insiden nahas pada Senin (2/9) pagi. Peristiwa ini sontak menjadi perhatian warga sekitar yang melintas di lokasi kejadian.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, kecelakaan berawal ketika sepeda motor korban melaju dari arah Pati menuju Gabus. Diduga kurang waspada, kendaraan tersebut bersenggolan dengan kendaraan lain hingga membuat pengendara terjatuh keras ke aspal. Benturan hebat itu membuat korban mengalami luka parah.

Warga yang mengetahui kejadian segera berusaha memberikan pertolongan. Beberapa di antaranya langsung menghubungi petugas medis serta pihak kepolisian. Namun, nahas, nyawa korban tak tertolong meski sempat mendapat upaya evakuasi.

Petugas kepolisian dari Satlantas Polresta Pati yang datang ke lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Polisi juga mengamankan barang bukti serta memeriksa sejumlah saksi untuk mengetahui kronologi pasti kecelakaan tersebut.

Kejadian ini menambah daftar kecelakaan lalu lintas di jalur Pati–Gabus, yang dikenal cukup ramai dan rawan insiden. Polisi mengimbau masyarakat agar selalu berhati-hati saat berkendara, menjaga jarak aman, serta mematuhi aturan lalu lintas.

Hingga berita ini diturunkan, identitas korban telah diketahui dan diserahkan kepada pihak keluarga. Suasana duka menyelimuti rumah duka setelah kabar meninggalnya korban akibat kecelakaan tragis ini sampai ke keluarga besar.

(Redaksi Cakramedia Indonesia)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Polisi Selidiki Motif Kekerasan di Blora, Korban Alami Luka Serius

CAKRAMEDIA INDONESIA Blora, 18 Februari 2025 – Insiden dugaan kekerasan bersama-sama terjadi di Dusun Mlawu, Desa Biting, Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora, pada Jumat (14/2) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB. Akibat kejadian ini, seorang pria bernama Moch. Mahfud Saputra mengalami luka serius. Berdasarkan laporan kepolisian, peristiwa ini terjadi di rumah milik Sakri Bin Yadi. Korban, pria kelahiran Bojonegoro yang bekerja sebagai pegawai swasta, diduga menjadi sasaran kekerasan mendadak saat berada di lokasi. Kejadian ini baru dilaporkan kepada pihak berwenang sekitar pukul 02.30 WIB. Keterangan Saksi dan Bukti Digital Sejumlah saksi telah dimintai keterangan, termasuk Hanisa Putri Binti Sakri, Ibnu Ikhsan Setiawan Bin Sakri, serta Joko Prasetyo Bin Jayus yang identitas lengkapnya masih diverifikasi. Polisi juga menemukan bukti percakapan WhatsApp  yang menunjukkan adanya komunikasi antara korban dan seseorang yang diduga terkait dengan kejadian ini. Kaka...

7 Pelaku Pengeroyokan Biting Terancam 9 Tahun Penjara dan Bagaimana Pengakuan H Terhadap Korban

Cakramedia Indonesia Blora, 21 Februari 2025 | Tujuh orang tersangka pengeroyokan di Desa Biting, Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora, kini harus menghadapi ancaman hukuman sembilan tahun penjara. Insiden ini terjadi pada Jumat (14/2/2025) dan menimpa seorang pria berinisial M, warga Kecamatan Padangan, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Kasat Reskrim Polres Blora, AKP Selamet, dalam konferensi pers pada Jumat (21/2/2025), mengungkapkan kronologi kejadian tersebut. Menurutnya, insiden bermula dari kecurigaan warga terhadap korban yang sering berkunjung dan bermalam di rumah seorang perempuan berinisial H di Desa Biting. "Sekitar pukul 02.00 WIB, dua orang pelaku yang tengah berkeliling desa melihat sepeda motor yang tidak dikenal terparkir di sekitar lokasi. Saat mereka menelusuri area tersebut, mereka menemukan salah satu jendela rumah dalam keadaan terbuka," jelas AKP Selamet. Dua pelaku tersebut kemudian melaporkan temuannya kepada rekan-rekan mereka yang berada ...

Warganet Galang Pawai Sound Horeg, Protes Pemkab Pati Terkait Kenaikan Pajak PBB-P2 yang Menggila

Warga Kabupaten Pati kembali menggalang aksi protes menolak lonjakan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) sebesar 250 %. Melalui akun Facebook INFO TLOGOWUNGU, mereka mengumumkan pawai sound horeg yang akan digelar Selasa, 13 Agustus, mulai dari Pucakwangi–Winong, singgah di Alun-alun Juwana sambil menunggu peserta lainnya, lalu bergerak menuju Kantor Bupati Pati. Sejumlah sound system besar dikabarkan akan turut memeriahkan aksi, dengan 16 subwoofer bertenaga tinggi. Inisiator menyebut pawai itu sebagai bentuk “gass ora bolo”—ajakan tancap gas tanpa ragu—untuk menunjukkan kekompakan masyarakat menuntut revisi tarif pajak. Keresahan soal PBB-P2 terlihat jelas di kolom komentar unggahan tersebut. Akun Tige Saudara menilai kenaikan itu memberatkan: “Siap. Pajek kok rakiro-karo, dibongkar wae pendopone nek ra direspon, bupati mabok iku.” Ucapan bernada kesal itu mencerminkan frustrasi sebagian warga yang menganggap pemerintah daerah tidak peka terhadap kond...