Langsung ke konten utama

Andita Nugrahanto Apresiasi Pemkab Blora: Jalan Mulus Bukan Sekadar Janji, Masyarakat Diminta Ikut Awasi



BLORA- Politisi PDI Perjuangan Kabupaten Blora, Andita Nugrahanto, menyampaikan apresiasi terhadap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora atas komitmennya dalam memperbaiki infrastruktur jalan dan jembatan yang rusak.

“Saya ucapkan terima kasih atas komitmen Bupati Blora yang konsisten menjalankan jargon ‘jalane halus’. Ini bukan sekadar slogan, tapi sudah dibuktikan,” ujar Andita, Kamis (11/9/2025).

Sebagai anggota Komisi C DPRD Blora, Andita juga menegaskan bahwa proses lelang proyek sudah tuntas, dan kini saatnya masyarakat ikut aktif mengawasi pelaksanaan pembangunan.

“Mari masyarakat ikut mengawasi proyek ini bersama. Ini proyek kita semua, dibayar dari pajak kita. Jadi pengawasan adalah hak sekaligus kewajiban,” jelasnya.

Andita menambahkan bahwa pengawasan pembangunan infrastruktur tidak hanya menjadi tanggung jawab lembaga tertentu, tapi merupakan tugas bersama.

“Pengguna anggaran memang DPRD dan pemerintah, tapi masyarakat juga berhak memastikan bahwa pengerjaan proyek ini berjalan sesuai aturan. Kalau ada penyimpangan, silakan dilaporkan,” tegasnya.

Di sisi lain, meski di tengah kebijakan efisiensi anggaran, Pemkab Blora tetap fokus pada pembangunan jalan. Bupati Arief Rohman dalam periode keduanya menunjukkan komitmen dengan menyiapkan dana sebesar Rp 270 miliar untuk pembangunan lebih dari 50 ruas jalan pada tahun 2025.

“Tahun ini, kita targetkan pembangunan di lebih dari 50 titik jalan. Total anggaran sekitar Rp 270 miliar,” ungkap Arief Rohman saat meninjau Jembatan Temuwoh di Desa Talokwohmojo, Kecamatan Ngawen, Senin (23/6).

Arief menjelaskan, dana tersebut bersumber dari berbagai skema, antara lain pinjaman daerah sebesar Rp 215 miliar, Dana Alokasi Umum (DAU), APBD, serta bantuan dari Pemerintah Provinsi.

(Rian)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Polisi Selidiki Motif Kekerasan di Blora, Korban Alami Luka Serius

CAKRAMEDIA INDONESIA Blora, 18 Februari 2025 – Insiden dugaan kekerasan bersama-sama terjadi di Dusun Mlawu, Desa Biting, Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora, pada Jumat (14/2) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB. Akibat kejadian ini, seorang pria bernama Moch. Mahfud Saputra mengalami luka serius. Berdasarkan laporan kepolisian, peristiwa ini terjadi di rumah milik Sakri Bin Yadi. Korban, pria kelahiran Bojonegoro yang bekerja sebagai pegawai swasta, diduga menjadi sasaran kekerasan mendadak saat berada di lokasi. Kejadian ini baru dilaporkan kepada pihak berwenang sekitar pukul 02.30 WIB. Keterangan Saksi dan Bukti Digital Sejumlah saksi telah dimintai keterangan, termasuk Hanisa Putri Binti Sakri, Ibnu Ikhsan Setiawan Bin Sakri, serta Joko Prasetyo Bin Jayus yang identitas lengkapnya masih diverifikasi. Polisi juga menemukan bukti percakapan WhatsApp  yang menunjukkan adanya komunikasi antara korban dan seseorang yang diduga terkait dengan kejadian ini. Kaka...

Rekonstruksi Kasus Pengeroyokan Brutal di Sambong, Polisi Dalami Motif dan Peran Pelaku

Rekonstruksi kasus pengeroyokan sadis yang mengguncang Kecamatan Sambong akhirnya digelar oleh Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Blora. Aksi kekerasan yang nyaris merenggut nyawa seorang warga ini sempat membuat geger masyarakat setelah korban ditemukan dalam kondisi koma akibat dianiaya secara brutal. Proses rekonstruksi berlangsung di halaman Polres Blora, menyusul kondisi korban yang mulai membaik dan sudah dapat memberikan keterangan penting kepada penyidik. Rekonstruksi ini menghadirkan para tersangka, saksi, serta korban, untuk memeragakan ulang kejadian secara lengkap dan mendetail. Menurut Kasatreskrim Polres Blora, AKP Selamet, rekonstruksi ini sangat penting untuk mendapatkan gambaran utuh tentang insiden tersebut dari berbagai sudut pandang. “Kami ingin mencocokkan fakta-fakta di lapangan dengan keterangan para pihak yang terlibat, termasuk korban,” tegasnya dalam pernyataan pada 21 April 2025. Kasus ini menyita perhatian publik karena tingkat kekerasan...

Bagaimana Hubungan Antara Korban dan "H", Begini Pengakuan dari Orang Tua Korban

Cakramedia Indonesia, 6 Maret 2025 Akhmad Soesilo, selaku orang tua dari korban menjelaskan bagaiman hubungan antara Korban dan H. Mereka Sudah menjalani hubungan dari awal Covid, kalau Covid itu sekitar tahun 2020, berarti kurang lebih sudah sekitar 5 tahun berjalan, mereka bersama. "H" juga sering datang ke rumah Korban, walaupun korban tidak ada di rumah pun juga sering datang, sekedar membawa makanan atau jajanan yang diberikan kepada Ibu atau keluarga Korban. Jadi menurut saya tidak mungkin Korban masuk rumah melewati jendela, karena juga sudah sering dolan kesana, apalagi tidak ada jendelanya. Selain hal tersebut, hubungan yang sudah berjalan lama itu, pastinya orang tua dan keluarga "H" sudah tentu mengenal dengan baik korban. Dengan lingkungan sekitar, Pak RT, Pak RW pun juga sudah sama - sama saling mengenal baik. Disaat peristiwa tersebut terjadi, hp korban itu ada di tas. Kok kenapa tiba - tiba bisa hilang, dan ketika ditemukan dan diserahkan ...