Langsung ke konten utama

Kodim 0721/Blora Gelar Karya Bhakti di Desa Sumber, Bangun Masjid Miftahul Huda Bersama Warga


CAKRANEDIA INDONESIA
Blora, 19 September 2025 — Dalam rangka memperingati Dirgahayu TNI ke-80 (05 Oktober 1945 – 05 Oktober 2025) serta HUT Kodam IV/Diponegoro ke-75 (05 Oktober 1950 – 05 Oktober 2025), Kodim 0721/Blora menggelar kegiatan Karya Bhakti bersama masyarakat di Desa Sumber, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora.

Kegiatan berlangsung pada Jumat (19/9/2025) pukul 08.00 hingga 10.00 WIB, bertempat di Dusun Mulyorejo RT 04 RW 11. TNI bersama Pemerintah Desa dan warga setempat melakukan kerja bakti pembangunan Masjid Miftahul Huda.

Sebanyak 30 orang terlibat dalam kegiatan ini, terdiri dari unsur TNI, Pemerintah Desa, dan masyarakat. Suasana penuh semangat, kebersamaan, serta guyub rukun terlihat selama kerja bakti berlangsung.

Kepala Desa Sumber, Aris Susanto, turut hadir memimpin langsung partisipasi pemerintah desa. “Kami mengucapkan terima kasih atas sumbangsih Bapak TNI yang telah bekerja sama dengan pemerintah desa dan masyarakat dalam pembangunan Masjid Miftahul Huda,” ujarnya.

Kapten Infanteri Purwanto, Danramil Randublatung, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata sinergi TNI dengan rakyat. “Melalui karya bhakti, kami ingin lebih dekat dengan masyarakat serta menunjukkan bahwa TNI selalu hadir untuk rakyat,” tegasnya.

Ucapan terima kasih juga datang dari Takmir Masjid Miftahul Huda, Abu Naim. “Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas bantuan Bapak TNI. Semoga TNI senantiasa menjaga kekompakan bersama masyarakat,” ungkapnya.

Karya Bhakti ini menjadi wujud nyata kebersamaan dan kepedulian antara TNI dan rakyat, yang terus terjalin erat dalam membangun desa serta meningkatkan kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat.

(JOE)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Polisi Selidiki Motif Kekerasan di Blora, Korban Alami Luka Serius

CAKRAMEDIA INDONESIA Blora, 18 Februari 2025 – Insiden dugaan kekerasan bersama-sama terjadi di Dusun Mlawu, Desa Biting, Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora, pada Jumat (14/2) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB. Akibat kejadian ini, seorang pria bernama Moch. Mahfud Saputra mengalami luka serius. Berdasarkan laporan kepolisian, peristiwa ini terjadi di rumah milik Sakri Bin Yadi. Korban, pria kelahiran Bojonegoro yang bekerja sebagai pegawai swasta, diduga menjadi sasaran kekerasan mendadak saat berada di lokasi. Kejadian ini baru dilaporkan kepada pihak berwenang sekitar pukul 02.30 WIB. Keterangan Saksi dan Bukti Digital Sejumlah saksi telah dimintai keterangan, termasuk Hanisa Putri Binti Sakri, Ibnu Ikhsan Setiawan Bin Sakri, serta Joko Prasetyo Bin Jayus yang identitas lengkapnya masih diverifikasi. Polisi juga menemukan bukti percakapan WhatsApp  yang menunjukkan adanya komunikasi antara korban dan seseorang yang diduga terkait dengan kejadian ini. Kaka...

Rekonstruksi Kasus Pengeroyokan Brutal di Sambong, Polisi Dalami Motif dan Peran Pelaku

Rekonstruksi kasus pengeroyokan sadis yang mengguncang Kecamatan Sambong akhirnya digelar oleh Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Blora. Aksi kekerasan yang nyaris merenggut nyawa seorang warga ini sempat membuat geger masyarakat setelah korban ditemukan dalam kondisi koma akibat dianiaya secara brutal. Proses rekonstruksi berlangsung di halaman Polres Blora, menyusul kondisi korban yang mulai membaik dan sudah dapat memberikan keterangan penting kepada penyidik. Rekonstruksi ini menghadirkan para tersangka, saksi, serta korban, untuk memeragakan ulang kejadian secara lengkap dan mendetail. Menurut Kasatreskrim Polres Blora, AKP Selamet, rekonstruksi ini sangat penting untuk mendapatkan gambaran utuh tentang insiden tersebut dari berbagai sudut pandang. “Kami ingin mencocokkan fakta-fakta di lapangan dengan keterangan para pihak yang terlibat, termasuk korban,” tegasnya dalam pernyataan pada 21 April 2025. Kasus ini menyita perhatian publik karena tingkat kekerasan...

Bagaimana Hubungan Antara Korban dan "H", Begini Pengakuan dari Orang Tua Korban

Cakramedia Indonesia, 6 Maret 2025 Akhmad Soesilo, selaku orang tua dari korban menjelaskan bagaiman hubungan antara Korban dan H. Mereka Sudah menjalani hubungan dari awal Covid, kalau Covid itu sekitar tahun 2020, berarti kurang lebih sudah sekitar 5 tahun berjalan, mereka bersama. "H" juga sering datang ke rumah Korban, walaupun korban tidak ada di rumah pun juga sering datang, sekedar membawa makanan atau jajanan yang diberikan kepada Ibu atau keluarga Korban. Jadi menurut saya tidak mungkin Korban masuk rumah melewati jendela, karena juga sudah sering dolan kesana, apalagi tidak ada jendelanya. Selain hal tersebut, hubungan yang sudah berjalan lama itu, pastinya orang tua dan keluarga "H" sudah tentu mengenal dengan baik korban. Dengan lingkungan sekitar, Pak RT, Pak RW pun juga sudah sama - sama saling mengenal baik. Disaat peristiwa tersebut terjadi, hp korban itu ada di tas. Kok kenapa tiba - tiba bisa hilang, dan ketika ditemukan dan diserahkan ...