Langsung ke konten utama

Arisan Kelompok Tani Era Mandiri Jadi Ajang Silaturahmi, PT ANTaM Dorong Kerja Sama Bumdes untuk Program GeMAR


CAKRAMEDIA INDONESIA
Blora, 15 September 2025 —
Bertempat di rumah Ketua RT Wiji Asmoro RT 05/RW 02 Dukuh Watubrem, Desa Pojokwatu, Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora, Senin malam (15/9/2025) pukul 19.15–21.00 WIB, Kelompok Tani Era Mandiri menggelar kegiatan rutin bulanan berupa arisan sekaligus ajang silaturahmi.

Acara tersebut dihadiri 35 anggota kelompok tani, Ketua BPD Pojokwatu Mujianto, serta 15 ketua dan pengurus kelompok tani lain di Desa Pojokwatu. Hadir pula jajaran PT ANTaM yang diwakili Ahmad Rizqan (Direktur Teknis), Jeremy Mario (Direktur Operasional), Effendi Yusuf (Asisten), beserta tim.

Dalam kesempatan itu, Ahmad Rizqan menjelaskan bahwa hadirnya PT ANTaM untuk petani dilatarbelakangi oleh keprihatinan terhadap kondisi petani yang kerap merugi dan terjerat hutang. Melalui program Gerakan Menanam Anti Rugi (GeMAR), PT ANTaM berupaya memberi solusi dengan memodali petani tanpa membebani mereka saat terjadi gagal panen.

“Dengan program GeMAR, petani betul-betul tidak dibebankan hutang meskipun gagal panen. Kerja sama dengan Kemendes melalui Bumdes sangat penting, apalagi ada penyertaan modal dana desa minimal 20% untuk ketahanan pangan produktif. Harapannya, Bumdes dapat bersinergi dengan PT ANTaM demi kesejahteraan petani,” ungkapnya.

Mujianto, Ketua BPD Pojokwatu, menyampaikan apresiasinya atas dukungan PT ANTaM. “Kami berterima kasih kepada PT ANTaM yang membantu petani lewat program GeMAR. Kami akan berusaha mengawal kerja sama ini agar berjalan baik dan memberi manfaat nyata bagi petani di Pojokwatu,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Suntari, Ketua Kelompok Tani Era Mandiri. Ia menegaskan komitmen untuk mendorong penggunaan minimal 20% dana desa bagi program ketahanan pangan yang bisa bersinergi dengan PT ANTaM.

Sementara itu, tokoh masyarakat Lestari menilai program GeMAR merupakan langkah positif. “Program ini bagus, saatnya semua pihak mengawal agar petani benar-benar bisa merasakan manfaatnya,” ucapnya.

Kegiatan arisan dan silaturahmi yang sederhana ini menjadi ruang penting bagi para petani untuk berdiskusi, mempererat kebersamaan, sekaligus membangun sinergi dengan PT ANTaM dan pemerintah desa dalam upaya meningkatkan kesejahteraan petani melalui program GeMAR.

(SAM)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Polisi Selidiki Motif Kekerasan di Blora, Korban Alami Luka Serius

CAKRAMEDIA INDONESIA Blora, 18 Februari 2025 – Insiden dugaan kekerasan bersama-sama terjadi di Dusun Mlawu, Desa Biting, Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora, pada Jumat (14/2) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB. Akibat kejadian ini, seorang pria bernama Moch. Mahfud Saputra mengalami luka serius. Berdasarkan laporan kepolisian, peristiwa ini terjadi di rumah milik Sakri Bin Yadi. Korban, pria kelahiran Bojonegoro yang bekerja sebagai pegawai swasta, diduga menjadi sasaran kekerasan mendadak saat berada di lokasi. Kejadian ini baru dilaporkan kepada pihak berwenang sekitar pukul 02.30 WIB. Keterangan Saksi dan Bukti Digital Sejumlah saksi telah dimintai keterangan, termasuk Hanisa Putri Binti Sakri, Ibnu Ikhsan Setiawan Bin Sakri, serta Joko Prasetyo Bin Jayus yang identitas lengkapnya masih diverifikasi. Polisi juga menemukan bukti percakapan WhatsApp  yang menunjukkan adanya komunikasi antara korban dan seseorang yang diduga terkait dengan kejadian ini. Kaka...

Rekonstruksi Kasus Pengeroyokan Brutal di Sambong, Polisi Dalami Motif dan Peran Pelaku

Rekonstruksi kasus pengeroyokan sadis yang mengguncang Kecamatan Sambong akhirnya digelar oleh Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Blora. Aksi kekerasan yang nyaris merenggut nyawa seorang warga ini sempat membuat geger masyarakat setelah korban ditemukan dalam kondisi koma akibat dianiaya secara brutal. Proses rekonstruksi berlangsung di halaman Polres Blora, menyusul kondisi korban yang mulai membaik dan sudah dapat memberikan keterangan penting kepada penyidik. Rekonstruksi ini menghadirkan para tersangka, saksi, serta korban, untuk memeragakan ulang kejadian secara lengkap dan mendetail. Menurut Kasatreskrim Polres Blora, AKP Selamet, rekonstruksi ini sangat penting untuk mendapatkan gambaran utuh tentang insiden tersebut dari berbagai sudut pandang. “Kami ingin mencocokkan fakta-fakta di lapangan dengan keterangan para pihak yang terlibat, termasuk korban,” tegasnya dalam pernyataan pada 21 April 2025. Kasus ini menyita perhatian publik karena tingkat kekerasan...

Bagaimana Hubungan Antara Korban dan "H", Begini Pengakuan dari Orang Tua Korban

Cakramedia Indonesia, 6 Maret 2025 Akhmad Soesilo, selaku orang tua dari korban menjelaskan bagaiman hubungan antara Korban dan H. Mereka Sudah menjalani hubungan dari awal Covid, kalau Covid itu sekitar tahun 2020, berarti kurang lebih sudah sekitar 5 tahun berjalan, mereka bersama. "H" juga sering datang ke rumah Korban, walaupun korban tidak ada di rumah pun juga sering datang, sekedar membawa makanan atau jajanan yang diberikan kepada Ibu atau keluarga Korban. Jadi menurut saya tidak mungkin Korban masuk rumah melewati jendela, karena juga sudah sering dolan kesana, apalagi tidak ada jendelanya. Selain hal tersebut, hubungan yang sudah berjalan lama itu, pastinya orang tua dan keluarga "H" sudah tentu mengenal dengan baik korban. Dengan lingkungan sekitar, Pak RT, Pak RW pun juga sudah sama - sama saling mengenal baik. Disaat peristiwa tersebut terjadi, hp korban itu ada di tas. Kok kenapa tiba - tiba bisa hilang, dan ketika ditemukan dan diserahkan ...