Langsung ke konten utama

HUT ke-3, LSM Naga Merah Tegaskan Komitmen Kemanusiaan dan Soliditas Anggota


CAKRAMEDIA INDONESIA

Blora, 19 Oktober 2025 — Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Naga Merah menggelar peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-3 pada Minggu (19/10/2025) pada pukul 10.00WIB sampai selesai, bertempat di bekas Terminal Angkot Sorogo RT 02/RW 06, Kelurahan Ngelo, Kecamatan Cepu. Acara berlangsung meriah dengan hiburan musik dangdut dari Imam Cs dan dihadiri sekitar ratusan anggota Naga Merah serta tamu undangan dari berbagai elemen organisasi masyarakat.

Hadir dalam acara tersebut Ketua Umum LSM Naga Merah H. Muriyanto, S.H, Ketua Pemuda Pancasila Kecamatan Kradenan, Ketua Squad Nusantara Kradenan, serta jajaran pengurus LSM Naga Merah dari berbagai PAC.

Dalam sambutannya, H. Muriyanto, S.H menegaskan bahwa LSM Naga Merah berdiri dengan semangat kemanusiaan dan keberpihakan kepada masyarakat kecil.

> “Saya berharap seluruh anggota tetap kompak dan guyub rukun dalam menjalankan visi-misi organisasi. LSM Naga Merah hadir untuk memberikan layanan sosial dan kemanusiaan kepada masyarakat serta membangun kerja sama yang kondusif di berbagai bidang,” ujarnya.



Sementara itu, Gunadi, Ketua PAC Cepu yang sekaligus menjadi tuan rumah acara, menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh anggota dan tamu undangan yang hadir.

> “Terima kasih atas kebersamaan ini. Mohon maaf jika dalam penyambutan kami ada kekurangan. Yang terpenting, mari kita tetap solid, kompak, dan pantang mundur dalam menjaga persatuan dan NKRI,” tegasnya.



Harapan positif juga disampaikan Raden Teguh Satriyo, salah satu tokoh masyarakat Cepu yang turut hadir. Ia menilai kehadiran LSM Naga Merah semakin dirasakan masyarakat, khususnya dalam aksi sosial.

> “Semoga HUT seperti ini bisa terus berlanjut. Saya berharap Naga Merah tetap fokus berjuang untuk kemanusiaan dan tidak menjadi LSM yang ditakuti masyarakat, tetapi justru dicintai karena kebermanfaatannya,” tuturnya.



Acara berjalan tertib, penuh kekeluargaan, dan menjadi ajang mempererat silaturahmi antaranggota serta lintas organisasi kemasyarakatan di wilayah Cepu dan sekitarnya. Perayaan kemudian ditutup dengan pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur tiga tahun perjalanan LSM Naga Merah.

(JOE)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Polisi Selidiki Motif Kekerasan di Blora, Korban Alami Luka Serius

CAKRAMEDIA INDONESIA Blora, 18 Februari 2025 – Insiden dugaan kekerasan bersama-sama terjadi di Dusun Mlawu, Desa Biting, Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora, pada Jumat (14/2) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB. Akibat kejadian ini, seorang pria bernama Moch. Mahfud Saputra mengalami luka serius. Berdasarkan laporan kepolisian, peristiwa ini terjadi di rumah milik Sakri Bin Yadi. Korban, pria kelahiran Bojonegoro yang bekerja sebagai pegawai swasta, diduga menjadi sasaran kekerasan mendadak saat berada di lokasi. Kejadian ini baru dilaporkan kepada pihak berwenang sekitar pukul 02.30 WIB. Keterangan Saksi dan Bukti Digital Sejumlah saksi telah dimintai keterangan, termasuk Hanisa Putri Binti Sakri, Ibnu Ikhsan Setiawan Bin Sakri, serta Joko Prasetyo Bin Jayus yang identitas lengkapnya masih diverifikasi. Polisi juga menemukan bukti percakapan WhatsApp  yang menunjukkan adanya komunikasi antara korban dan seseorang yang diduga terkait dengan kejadian ini. Kaka...

Warganet Galang Pawai Sound Horeg, Protes Pemkab Pati Terkait Kenaikan Pajak PBB-P2 yang Menggila

Warga Kabupaten Pati kembali menggalang aksi protes menolak lonjakan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) sebesar 250 %. Melalui akun Facebook INFO TLOGOWUNGU, mereka mengumumkan pawai sound horeg yang akan digelar Selasa, 13 Agustus, mulai dari Pucakwangi–Winong, singgah di Alun-alun Juwana sambil menunggu peserta lainnya, lalu bergerak menuju Kantor Bupati Pati. Sejumlah sound system besar dikabarkan akan turut memeriahkan aksi, dengan 16 subwoofer bertenaga tinggi. Inisiator menyebut pawai itu sebagai bentuk “gass ora bolo”—ajakan tancap gas tanpa ragu—untuk menunjukkan kekompakan masyarakat menuntut revisi tarif pajak. Keresahan soal PBB-P2 terlihat jelas di kolom komentar unggahan tersebut. Akun Tige Saudara menilai kenaikan itu memberatkan: “Siap. Pajek kok rakiro-karo, dibongkar wae pendopone nek ra direspon, bupati mabok iku.” Ucapan bernada kesal itu mencerminkan frustrasi sebagian warga yang menganggap pemerintah daerah tidak peka terhadap kond...

Sudewo dan Pandoyo yang Mewakili Para Kepala Desa, Saling Bantah di Ruang Publik Terkait Kenaikan PBB-P2

Pati – Polemik kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) di Kabupaten Pati semakin memanas. Dalam klarifikasi yang disampaikan di salah satu program TV One, Bupati Pati Sudewo menegaskan bahwa kebijakan kenaikan PBB-P2 merupakan hasil diskusi “dari bawah”, yang disebutnya melibatkan kepala desa, tokoh masyarakat, dan camat. Namun, pernyataan tersebut langsung dimentahkan oleh Ketua Pasopati, Pandoyo. Melalui unggahan Patinews.com, Pandoyo menegaskan bahwa para kepala desa tidak pernah, dan tidak akan pernah, menginisiasi atau meminta kenaikan PBB-P2. Ia menyebut, di mana pun kepala desa justru berikhtiar agar warganya tidak dibebani pungutan berlebihan, apalagi terkait pajak. Pandoyo bahkan menyebut narasi yang mengaitkan inisiasi kenaikan pajak kepada para kepala desa sebagai hoaks. “Kami para kepala desa tidak pernah menginisiasi apalagi meminta kenaikan PBB-P2. Narasi tersebut adalah hoax,” tegasnya. Ironisnya, meskipun Sudewo telah memutuskan pem...