Langsung ke konten utama

Hearing Publik Ranperda Penyelenggaraan Perpustakaan, Dorong Penguatan Literasi di Blora


CAKRAMEDIA INDONESIA
Blora, 29 Oktober 2025 — Pemerintah Kabupaten Blora melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan menggelar kegiatan Hearing Publik Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Penyelenggaraan Perpustakaan, yang dilaksanakan di Pendopo Kecamatan Randublatung, Rabu (29/10/2025).

Acara ini dihadiri oleh tujuh anggota DPRD Kabupaten Blora dari Komisi D, tokoh masyarakat, serta para kepala desa di wilayah Kecamatan Randublatung. Kegiatan ini menjadi wadah penting untuk menampung aspirasi dan masukan masyarakat dalam penyusunan regulasi yang bertujuan meningkatkan budaya literasi di Kabupaten Blora.

Dalam sambutannya, Camat Randublatung menyampaikan pentingnya peningkatan kegiatan perpustakaan di desa meskipun di era digitalisasi saat ini.

> “Sekarang setiap orang selalu membawa HP, bahkan bisa dikatakan dulu buku adalah jendela dunia, namun kini HP menjadi jendela dunia. Meski begitu, membaca buku fisik tetap memberikan referensi yang lebih akurat,” ujarnya.



Sementara itu, anggota DPRD Kabupaten Blora dari Komisi D, Iwan, menegaskan bahwa Ranperda ini sangat bermanfaat bagi masyarakat. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk aktif memberikan usulan dan tanggapan dalam forum hearing publik tersebut.

> “Ranperda ini bukan hanya untuk perpustakaan, tapi juga untuk meningkatkan minat baca masyarakat. Kami membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan masukan demi kesempurnaan regulasi ini,” jelasnya.



Kemudian, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Blora menekankan bahwa Ranperda ini akan menjadi landasan hukum penting dalam upaya peningkatan literasi masyarakat, mulai dari kota hingga pelosok desa.

> “Dengan literasi yang baik, kualitas hidup masyarakat juga akan meningkat. Negara-negara maju seperti Swiss dan Finlandia yang teknologinya lebih tinggi dari kita, justru warganya masih gemar membaca buku fisik dibanding e-book,” terangnya.



Kegiatan Hearing Publik ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat kebijakan daerah di bidang literasi dan pengelolaan perpustakaan, guna membangun masyarakat Blora yang lebih cerdas, berpengetahuan, dan berdaya saing tinggi.

(SAM)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Polisi Selidiki Motif Kekerasan di Blora, Korban Alami Luka Serius

CAKRAMEDIA INDONESIA Blora, 18 Februari 2025 – Insiden dugaan kekerasan bersama-sama terjadi di Dusun Mlawu, Desa Biting, Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora, pada Jumat (14/2) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB. Akibat kejadian ini, seorang pria bernama Moch. Mahfud Saputra mengalami luka serius. Berdasarkan laporan kepolisian, peristiwa ini terjadi di rumah milik Sakri Bin Yadi. Korban, pria kelahiran Bojonegoro yang bekerja sebagai pegawai swasta, diduga menjadi sasaran kekerasan mendadak saat berada di lokasi. Kejadian ini baru dilaporkan kepada pihak berwenang sekitar pukul 02.30 WIB. Keterangan Saksi dan Bukti Digital Sejumlah saksi telah dimintai keterangan, termasuk Hanisa Putri Binti Sakri, Ibnu Ikhsan Setiawan Bin Sakri, serta Joko Prasetyo Bin Jayus yang identitas lengkapnya masih diverifikasi. Polisi juga menemukan bukti percakapan WhatsApp  yang menunjukkan adanya komunikasi antara korban dan seseorang yang diduga terkait dengan kejadian ini. Kaka...

Rekonstruksi Kasus Pengeroyokan Brutal di Sambong, Polisi Dalami Motif dan Peran Pelaku

Rekonstruksi kasus pengeroyokan sadis yang mengguncang Kecamatan Sambong akhirnya digelar oleh Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Blora. Aksi kekerasan yang nyaris merenggut nyawa seorang warga ini sempat membuat geger masyarakat setelah korban ditemukan dalam kondisi koma akibat dianiaya secara brutal. Proses rekonstruksi berlangsung di halaman Polres Blora, menyusul kondisi korban yang mulai membaik dan sudah dapat memberikan keterangan penting kepada penyidik. Rekonstruksi ini menghadirkan para tersangka, saksi, serta korban, untuk memeragakan ulang kejadian secara lengkap dan mendetail. Menurut Kasatreskrim Polres Blora, AKP Selamet, rekonstruksi ini sangat penting untuk mendapatkan gambaran utuh tentang insiden tersebut dari berbagai sudut pandang. “Kami ingin mencocokkan fakta-fakta di lapangan dengan keterangan para pihak yang terlibat, termasuk korban,” tegasnya dalam pernyataan pada 21 April 2025. Kasus ini menyita perhatian publik karena tingkat kekerasan...

Bagaimana Hubungan Antara Korban dan "H", Begini Pengakuan dari Orang Tua Korban

Cakramedia Indonesia, 6 Maret 2025 Akhmad Soesilo, selaku orang tua dari korban menjelaskan bagaiman hubungan antara Korban dan H. Mereka Sudah menjalani hubungan dari awal Covid, kalau Covid itu sekitar tahun 2020, berarti kurang lebih sudah sekitar 5 tahun berjalan, mereka bersama. "H" juga sering datang ke rumah Korban, walaupun korban tidak ada di rumah pun juga sering datang, sekedar membawa makanan atau jajanan yang diberikan kepada Ibu atau keluarga Korban. Jadi menurut saya tidak mungkin Korban masuk rumah melewati jendela, karena juga sudah sering dolan kesana, apalagi tidak ada jendelanya. Selain hal tersebut, hubungan yang sudah berjalan lama itu, pastinya orang tua dan keluarga "H" sudah tentu mengenal dengan baik korban. Dengan lingkungan sekitar, Pak RT, Pak RW pun juga sudah sama - sama saling mengenal baik. Disaat peristiwa tersebut terjadi, hp korban itu ada di tas. Kok kenapa tiba - tiba bisa hilang, dan ketika ditemukan dan diserahkan ...