Langsung ke konten utama

FKPI Jawa Tengah Gelar Bhakti Sosial “Satu Pohon Berjuta Kebaikan” di Pegunungan Kendeng

Pati, 19 Oktober 2025 — Dalam upaya menjaga kelestarian alam dan sumber daya air, Forum Komunikasi Petugas Irigasi (FKPI) Jawa Tengah bersama sejumlah komunitas dan lembaga menggelar kegiatan bhakti sosial bertajuk “Satu Pohon Berjuta Kebaikan” di lahan Kelompok Tani Hutan Pakis, kawasan Pegunungan Kendeng, Kecamatan Tambakromo, Kabupaten Pati.

Kegiatan ini melibatkan berbagai pihak, di antaranya Komunitas Peduli Kendeng Hijau, LAZISNU, LPPNU, Karang Taruna, Sedekah Jamaah (SEJAM), Universitas Safin Pati, Putra Tani Pati, Muspika Tambakromo, Perhutani, Cabang Dinas Kehutanan Wilayah II (CDK II), serta aktivis dan pecinta lingkungan lainnya.

Para peserta bersama-sama menanam bibit pohon buah serta menebar benih ikan di area irigasi dan perairan sekitar pegunungan. Aksi tersebut diharapkan dapat mempercepat penghijauan sekaligus menjaga keberlanjutan sumber mata air yang menjadi penopang kehidupan masyarakat sekitar.

Perwakilan FKPI Jawa Tengah dari Balai Serayu Citandui, Sumarno, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjaga kelestarian Gunung Kendeng. “Diperlukan kerja sama semua pihak agar keberadaan sumber mata air dan kelestarian ekosistem Kendeng tetap terjaga. FKPI akan terus melaksanakan kegiatan serupa di pegunungan lainnya di Jawa Tengah,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua FKPI Jawa Tengah sekaligus Ketua Peduli Kendeng Hijau, Muhammad Chundori, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi. Ia mengungkapkan bahwa kegiatan ke-30 ini menunjukkan semakin luasnya dukungan dari komunitas maupun instansi pemerintah.

“Terima kasih kepada semua pihak yang turut berkontribusi. FKPI Jawa Tengah akan terus berkomitmen untuk menjaga alam dan menguatkan solidaritas antarpetani. Banyu Mili, Petani Mukti. Ayo Nandur Ben Ora Gundul!” pungkas Chundori.


(Redaksi Cakramedia Indonesia)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Polisi Selidiki Motif Kekerasan di Blora, Korban Alami Luka Serius

CAKRAMEDIA INDONESIA Blora, 18 Februari 2025 – Insiden dugaan kekerasan bersama-sama terjadi di Dusun Mlawu, Desa Biting, Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora, pada Jumat (14/2) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB. Akibat kejadian ini, seorang pria bernama Moch. Mahfud Saputra mengalami luka serius. Berdasarkan laporan kepolisian, peristiwa ini terjadi di rumah milik Sakri Bin Yadi. Korban, pria kelahiran Bojonegoro yang bekerja sebagai pegawai swasta, diduga menjadi sasaran kekerasan mendadak saat berada di lokasi. Kejadian ini baru dilaporkan kepada pihak berwenang sekitar pukul 02.30 WIB. Keterangan Saksi dan Bukti Digital Sejumlah saksi telah dimintai keterangan, termasuk Hanisa Putri Binti Sakri, Ibnu Ikhsan Setiawan Bin Sakri, serta Joko Prasetyo Bin Jayus yang identitas lengkapnya masih diverifikasi. Polisi juga menemukan bukti percakapan WhatsApp  yang menunjukkan adanya komunikasi antara korban dan seseorang yang diduga terkait dengan kejadian ini. Kaka...

Warganet Galang Pawai Sound Horeg, Protes Pemkab Pati Terkait Kenaikan Pajak PBB-P2 yang Menggila

Warga Kabupaten Pati kembali menggalang aksi protes menolak lonjakan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) sebesar 250 %. Melalui akun Facebook INFO TLOGOWUNGU, mereka mengumumkan pawai sound horeg yang akan digelar Selasa, 13 Agustus, mulai dari Pucakwangi–Winong, singgah di Alun-alun Juwana sambil menunggu peserta lainnya, lalu bergerak menuju Kantor Bupati Pati. Sejumlah sound system besar dikabarkan akan turut memeriahkan aksi, dengan 16 subwoofer bertenaga tinggi. Inisiator menyebut pawai itu sebagai bentuk “gass ora bolo”—ajakan tancap gas tanpa ragu—untuk menunjukkan kekompakan masyarakat menuntut revisi tarif pajak. Keresahan soal PBB-P2 terlihat jelas di kolom komentar unggahan tersebut. Akun Tige Saudara menilai kenaikan itu memberatkan: “Siap. Pajek kok rakiro-karo, dibongkar wae pendopone nek ra direspon, bupati mabok iku.” Ucapan bernada kesal itu mencerminkan frustrasi sebagian warga yang menganggap pemerintah daerah tidak peka terhadap kond...

Sudewo dan Pandoyo yang Mewakili Para Kepala Desa, Saling Bantah di Ruang Publik Terkait Kenaikan PBB-P2

Pati – Polemik kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) di Kabupaten Pati semakin memanas. Dalam klarifikasi yang disampaikan di salah satu program TV One, Bupati Pati Sudewo menegaskan bahwa kebijakan kenaikan PBB-P2 merupakan hasil diskusi “dari bawah”, yang disebutnya melibatkan kepala desa, tokoh masyarakat, dan camat. Namun, pernyataan tersebut langsung dimentahkan oleh Ketua Pasopati, Pandoyo. Melalui unggahan Patinews.com, Pandoyo menegaskan bahwa para kepala desa tidak pernah, dan tidak akan pernah, menginisiasi atau meminta kenaikan PBB-P2. Ia menyebut, di mana pun kepala desa justru berikhtiar agar warganya tidak dibebani pungutan berlebihan, apalagi terkait pajak. Pandoyo bahkan menyebut narasi yang mengaitkan inisiasi kenaikan pajak kepada para kepala desa sebagai hoaks. “Kami para kepala desa tidak pernah menginisiasi apalagi meminta kenaikan PBB-P2. Narasi tersebut adalah hoax,” tegasnya. Ironisnya, meskipun Sudewo telah memutuskan pem...