Langsung ke konten utama

MPKN Soroti Dugaan Aliran Dana Tak Transparan di Program MBG Blora


Masyarakat Pengawas Keuangan Negara (MPKN) mengungkap dugaan adanya aliran dana yang tidak jelas dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Blora. Lembaga ini menilai ada ketidakterbukaan dalam pengelolaan anggaran yang seharusnya digunakan untuk mendukung kebutuhan gizi masyarakat.

Dalam temuan awalnya, MPKN mencium indikasi adanya dana sekitar Rp150 juta yang diduga tidak jelas arah penggunaannya. Bahkan, muncul kabar bahwa jumlah itu bisa bertambah hingga Rp100 juta jika terdapat dapur pelaksana program yang dihentikan lalu digantikan oleh pihak lain. Kondisi ini menimbulkan tanda tanya besar terkait integritas pelaksanaan program tersebut.

Program MBG di Blora sendiri sempat menghadapi kendala administrasi dan pencairan anggaran di tingkat kabupaten. Salah satu dapur pelaksana di wilayah Kecamatan Japah bahkan dilaporkan terhenti operasionalnya karena belum terpenuhinya sejumlah dokumen pendukung serta keterlambatan proses keuangan.

Koordinator SPPG Blora membenarkan adanya hambatan itu dan menegaskan bahwa pihaknya masih menunggu kelengkapan berkas dari mitra pelaksana. Ia menolak anggapan bahwa penghentian kegiatan dapur disebabkan faktor politis atau intervensi dari pihak luar, melainkan murni masalah teknis administrasi.

Selain dua temuan itu, MPKN juga mencatat adanya indikasi keterlibatan anggota DPRD Blora dalam pengelolaan beberapa dapur MBG. Dugaan tersebut termasuk pengelolaan yang dilakukan langsung maupun atas nama keluarga atau tim sukses.

Fuad menegaskan, keterlibatan anggota dewan dalam proyek semacam ini merupakan pelanggaran kode etik dan Tata Tertib DPRD, karena menimbulkan potensi konflik kepentingan.

“Secara aturan, anggota dewan dilarang merangkap profesi yang berpotensi menimbulkan benturan kepentingan. Apalagi program MBG bertujuan menumbuhkan ekonomi masyarakat, bukan memperkaya elit politik yang sudah mendapat tunjangan besar,” pungkas Fuad.

Menanggapi dugaan penyimpangan tersebut, MPKN mendesak agar aparat penegak hukum turun tangan untuk menelusuri dugaan aliran dana yang tidak sesuai prosedur. Mereka berharap pemerintah daerah bersikap transparan dalam mengelola program MBG, agar tujuan utama peningkatan gizi masyarakat tidak tercemar oleh praktik penyalahgunaan anggaran.

(Redaksi Cakramedia Indonesia)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Polisi Selidiki Motif Kekerasan di Blora, Korban Alami Luka Serius

CAKRAMEDIA INDONESIA Blora, 18 Februari 2025 – Insiden dugaan kekerasan bersama-sama terjadi di Dusun Mlawu, Desa Biting, Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora, pada Jumat (14/2) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB. Akibat kejadian ini, seorang pria bernama Moch. Mahfud Saputra mengalami luka serius. Berdasarkan laporan kepolisian, peristiwa ini terjadi di rumah milik Sakri Bin Yadi. Korban, pria kelahiran Bojonegoro yang bekerja sebagai pegawai swasta, diduga menjadi sasaran kekerasan mendadak saat berada di lokasi. Kejadian ini baru dilaporkan kepada pihak berwenang sekitar pukul 02.30 WIB. Keterangan Saksi dan Bukti Digital Sejumlah saksi telah dimintai keterangan, termasuk Hanisa Putri Binti Sakri, Ibnu Ikhsan Setiawan Bin Sakri, serta Joko Prasetyo Bin Jayus yang identitas lengkapnya masih diverifikasi. Polisi juga menemukan bukti percakapan WhatsApp  yang menunjukkan adanya komunikasi antara korban dan seseorang yang diduga terkait dengan kejadian ini. Kaka...

7 Pelaku Pengeroyokan Biting Terancam 9 Tahun Penjara dan Bagaimana Pengakuan H Terhadap Korban

Cakramedia Indonesia Blora, 21 Februari 2025 | Tujuh orang tersangka pengeroyokan di Desa Biting, Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora, kini harus menghadapi ancaman hukuman sembilan tahun penjara. Insiden ini terjadi pada Jumat (14/2/2025) dan menimpa seorang pria berinisial M, warga Kecamatan Padangan, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Kasat Reskrim Polres Blora, AKP Selamet, dalam konferensi pers pada Jumat (21/2/2025), mengungkapkan kronologi kejadian tersebut. Menurutnya, insiden bermula dari kecurigaan warga terhadap korban yang sering berkunjung dan bermalam di rumah seorang perempuan berinisial H di Desa Biting. "Sekitar pukul 02.00 WIB, dua orang pelaku yang tengah berkeliling desa melihat sepeda motor yang tidak dikenal terparkir di sekitar lokasi. Saat mereka menelusuri area tersebut, mereka menemukan salah satu jendela rumah dalam keadaan terbuka," jelas AKP Selamet. Dua pelaku tersebut kemudian melaporkan temuannya kepada rekan-rekan mereka yang berada ...

Warganet Galang Pawai Sound Horeg, Protes Pemkab Pati Terkait Kenaikan Pajak PBB-P2 yang Menggila

Warga Kabupaten Pati kembali menggalang aksi protes menolak lonjakan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) sebesar 250 %. Melalui akun Facebook INFO TLOGOWUNGU, mereka mengumumkan pawai sound horeg yang akan digelar Selasa, 13 Agustus, mulai dari Pucakwangi–Winong, singgah di Alun-alun Juwana sambil menunggu peserta lainnya, lalu bergerak menuju Kantor Bupati Pati. Sejumlah sound system besar dikabarkan akan turut memeriahkan aksi, dengan 16 subwoofer bertenaga tinggi. Inisiator menyebut pawai itu sebagai bentuk “gass ora bolo”—ajakan tancap gas tanpa ragu—untuk menunjukkan kekompakan masyarakat menuntut revisi tarif pajak. Keresahan soal PBB-P2 terlihat jelas di kolom komentar unggahan tersebut. Akun Tige Saudara menilai kenaikan itu memberatkan: “Siap. Pajek kok rakiro-karo, dibongkar wae pendopone nek ra direspon, bupati mabok iku.” Ucapan bernada kesal itu mencerminkan frustrasi sebagian warga yang menganggap pemerintah daerah tidak peka terhadap kond...