Langsung ke konten utama

Warung Gelaran Bu Rama Resmi Dibuka di RT 08/RW 13 Winorejo Cepu: Sajikan Masakan Enak dan Harga Terjangkau



Cepu, Sabtu (18/01/2025) – Warung gelaran Bu Rama resmi memulai operasionalnya di RT 08/RW 13, Winorejo, Cepu, dengan peluncuran perdana yang berlangsung hari ini. Warung ini menawarkan berbagai menu masakan khas dengan harga yang terjangkau, sehingga menjadi daya tarik bagi warga sekitar.

Beberapa menu yang tersedia antara lain:

Soto Ayam + Nasi: Rp8.000

Tempe Tahu + Nasi: Rp6.000

Telur + Nasi: Rp8.000

Lele + Nasi: Rp10.000

Ayam + Nasi: Rp12.000
Selain itu, tersedia juga berbagai pilihan minuman seperti es teh, es jeruk, kopi kothok, dan Nutrisari.


Warung Bu Rama beroperasi setiap hari mulai pukul 07.00 WIB hingga 22.00 WIB.

Budianto, selaku Ketua RT 08/RW 13, turut hadir dalam pembukaan tersebut. Dalam sambutannya, ia menyampaikan rasa syukur atas kehadiran warung ini. "Alhamdulillah, masakan yang disajikan rasanya enak dan khas masakan Cepu. Antusiasme pengunjung yang datang juga luar biasa. Semoga usaha ini semakin laris, berkah, dan barokah," ujarnya.

Sementara itu, Anik, pemilik Warung Bu Rama, mengungkapkan komitmennya untuk menjaga kualitas rasa dan pelayanan. "Kami akan tetap menjaga kepercayaan pelanggan dengan terus menjaga rasa dan memberikan pelayanan terbaik demi kepuasan pelanggan," tutur Anik.

Pada hari pertama pembukaan, warung ini ramai dipadati pengunjung dari berbagai kalangan. Banyak warga yang memuji rasa masakan yang otentik dan harga yang ramah di kantong.

Kehadiran Warung Bu Rama diharapkan dapat menjadi alternatif kuliner baru bagi masyarakat Cepu, khususnya warga Winorejo. Semoga usaha ini terus berkembang dan menjadi inspirasi bagi pelaku usaha kuliner lainnya.
*(SAM)*

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Polisi Selidiki Motif Kekerasan di Blora, Korban Alami Luka Serius

CAKRAMEDIA INDONESIA Blora, 18 Februari 2025 – Insiden dugaan kekerasan bersama-sama terjadi di Dusun Mlawu, Desa Biting, Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora, pada Jumat (14/2) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB. Akibat kejadian ini, seorang pria bernama Moch. Mahfud Saputra mengalami luka serius. Berdasarkan laporan kepolisian, peristiwa ini terjadi di rumah milik Sakri Bin Yadi. Korban, pria kelahiran Bojonegoro yang bekerja sebagai pegawai swasta, diduga menjadi sasaran kekerasan mendadak saat berada di lokasi. Kejadian ini baru dilaporkan kepada pihak berwenang sekitar pukul 02.30 WIB. Keterangan Saksi dan Bukti Digital Sejumlah saksi telah dimintai keterangan, termasuk Hanisa Putri Binti Sakri, Ibnu Ikhsan Setiawan Bin Sakri, serta Joko Prasetyo Bin Jayus yang identitas lengkapnya masih diverifikasi. Polisi juga menemukan bukti percakapan WhatsApp  yang menunjukkan adanya komunikasi antara korban dan seseorang yang diduga terkait dengan kejadian ini. Kaka...

Rekonstruksi Kasus Pengeroyokan Brutal di Sambong, Polisi Dalami Motif dan Peran Pelaku

Rekonstruksi kasus pengeroyokan sadis yang mengguncang Kecamatan Sambong akhirnya digelar oleh Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Blora. Aksi kekerasan yang nyaris merenggut nyawa seorang warga ini sempat membuat geger masyarakat setelah korban ditemukan dalam kondisi koma akibat dianiaya secara brutal. Proses rekonstruksi berlangsung di halaman Polres Blora, menyusul kondisi korban yang mulai membaik dan sudah dapat memberikan keterangan penting kepada penyidik. Rekonstruksi ini menghadirkan para tersangka, saksi, serta korban, untuk memeragakan ulang kejadian secara lengkap dan mendetail. Menurut Kasatreskrim Polres Blora, AKP Selamet, rekonstruksi ini sangat penting untuk mendapatkan gambaran utuh tentang insiden tersebut dari berbagai sudut pandang. “Kami ingin mencocokkan fakta-fakta di lapangan dengan keterangan para pihak yang terlibat, termasuk korban,” tegasnya dalam pernyataan pada 21 April 2025. Kasus ini menyita perhatian publik karena tingkat kekerasan...

Bagaimana Hubungan Antara Korban dan "H", Begini Pengakuan dari Orang Tua Korban

Cakramedia Indonesia, 6 Maret 2025 Akhmad Soesilo, selaku orang tua dari korban menjelaskan bagaiman hubungan antara Korban dan H. Mereka Sudah menjalani hubungan dari awal Covid, kalau Covid itu sekitar tahun 2020, berarti kurang lebih sudah sekitar 5 tahun berjalan, mereka bersama. "H" juga sering datang ke rumah Korban, walaupun korban tidak ada di rumah pun juga sering datang, sekedar membawa makanan atau jajanan yang diberikan kepada Ibu atau keluarga Korban. Jadi menurut saya tidak mungkin Korban masuk rumah melewati jendela, karena juga sudah sering dolan kesana, apalagi tidak ada jendelanya. Selain hal tersebut, hubungan yang sudah berjalan lama itu, pastinya orang tua dan keluarga "H" sudah tentu mengenal dengan baik korban. Dengan lingkungan sekitar, Pak RT, Pak RW pun juga sudah sama - sama saling mengenal baik. Disaat peristiwa tersebut terjadi, hp korban itu ada di tas. Kok kenapa tiba - tiba bisa hilang, dan ketika ditemukan dan diserahkan ...