Langsung ke konten utama

Kebakaran Hebat di Dukuh Nglebok Blora, Rumah Milik Sukirno Ludes, Terbakar, Dua Korban Terluka Parah

Kebakaran menghanguskan sebuah rumah milik Sukirno di RT 01/RW 07, Dukuh Nglebok, Kelurahan Tambakromo, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, pada Jumat dini hari, 24 Januari 2025. Kejadian bermula sekitar pukul 03.00 WIB, ketika Ina, istri Sukirno, hendak menyalakan kompor untuk membuat wedang kopi. Namun, tanpa disadari, gas bocor yang menyebabkan tabung Elpiji meledak dan langsung membakar rumah tersebut.

Dalam waktu singkat, api dengan cepat melalap seluruh bagian rumah. Tiga unit pemadam kebakaran dari Damkar Blora, dibantu Satpol PP Cepu, berhasil memadamkan api pada pukul 05.30 WIB. Namun, rumah yang dihuni oleh Sukirno bersama istri dan anak-anaknya, yang saat itu tengah bekerja di luar kota, tidak dapat diselamatkan.

Sukirno yang sedang tidur lelap, hanya mengenakan sarung, terkena sambaran api yang membakar sarung dan kemudian menyebar ke tubuh, tangan, hingga wajahnya. Ia dilarikan ke RS PKU Muhammadiyah Cepu dalam kondisi kritis. Istrinya, Ina, juga mengalami luka bakar parah dan dilarikan ke RSUD Dr. R. Soeparto Cepu untuk mendapatkan perawatan.

Saksi mata, Jamir, yang juga orang tua Sukirno dan tinggal di rumah sebelah, menceritakan bahwa ia berusaha menyelamatkan barang-barang berharga dan sapi yang ada di rumah tersebut. Berkat usahanya, empat ekor sapi berhasil lari menjauh dari api. kendaraan bermotor, termasuk sepeda motor Honda Bret dan Astrea bisa diselamatkan, Namun Sepeda motor jenis Suzuki Tander, tak dapat diselamatkan dan ludes terbakar.

Polsek Cepu yang menerima laporan segera menuju lokasi kejadian dan memasang garis polisi di sekitar tempat kejadian. Akibat kebakaran ini, korban diperkirakan mengalami kerugian material hingga puluhan juta rupiah.
Kejadian ini menjadi perhatian serius bagi warga sekitar, mengingat potensi bahaya yang ditimbulkan oleh kebocoran gas yang tidak terdeteksi. Pihak berwajib mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam menggunakan peralatan yang melibatkan gas dan api di rumah.
 *(SAM)*

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Polisi Selidiki Motif Kekerasan di Blora, Korban Alami Luka Serius

CAKRAMEDIA INDONESIA Blora, 18 Februari 2025 – Insiden dugaan kekerasan bersama-sama terjadi di Dusun Mlawu, Desa Biting, Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora, pada Jumat (14/2) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB. Akibat kejadian ini, seorang pria bernama Moch. Mahfud Saputra mengalami luka serius. Berdasarkan laporan kepolisian, peristiwa ini terjadi di rumah milik Sakri Bin Yadi. Korban, pria kelahiran Bojonegoro yang bekerja sebagai pegawai swasta, diduga menjadi sasaran kekerasan mendadak saat berada di lokasi. Kejadian ini baru dilaporkan kepada pihak berwenang sekitar pukul 02.30 WIB. Keterangan Saksi dan Bukti Digital Sejumlah saksi telah dimintai keterangan, termasuk Hanisa Putri Binti Sakri, Ibnu Ikhsan Setiawan Bin Sakri, serta Joko Prasetyo Bin Jayus yang identitas lengkapnya masih diverifikasi. Polisi juga menemukan bukti percakapan WhatsApp  yang menunjukkan adanya komunikasi antara korban dan seseorang yang diduga terkait dengan kejadian ini. Kaka...

7 Pelaku Pengeroyokan Biting Terancam 9 Tahun Penjara dan Bagaimana Pengakuan H Terhadap Korban

Cakramedia Indonesia Blora, 21 Februari 2025 | Tujuh orang tersangka pengeroyokan di Desa Biting, Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora, kini harus menghadapi ancaman hukuman sembilan tahun penjara. Insiden ini terjadi pada Jumat (14/2/2025) dan menimpa seorang pria berinisial M, warga Kecamatan Padangan, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Kasat Reskrim Polres Blora, AKP Selamet, dalam konferensi pers pada Jumat (21/2/2025), mengungkapkan kronologi kejadian tersebut. Menurutnya, insiden bermula dari kecurigaan warga terhadap korban yang sering berkunjung dan bermalam di rumah seorang perempuan berinisial H di Desa Biting. "Sekitar pukul 02.00 WIB, dua orang pelaku yang tengah berkeliling desa melihat sepeda motor yang tidak dikenal terparkir di sekitar lokasi. Saat mereka menelusuri area tersebut, mereka menemukan salah satu jendela rumah dalam keadaan terbuka," jelas AKP Selamet. Dua pelaku tersebut kemudian melaporkan temuannya kepada rekan-rekan mereka yang berada ...

Warganet Galang Pawai Sound Horeg, Protes Pemkab Pati Terkait Kenaikan Pajak PBB-P2 yang Menggila

Warga Kabupaten Pati kembali menggalang aksi protes menolak lonjakan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) sebesar 250 %. Melalui akun Facebook INFO TLOGOWUNGU, mereka mengumumkan pawai sound horeg yang akan digelar Selasa, 13 Agustus, mulai dari Pucakwangi–Winong, singgah di Alun-alun Juwana sambil menunggu peserta lainnya, lalu bergerak menuju Kantor Bupati Pati. Sejumlah sound system besar dikabarkan akan turut memeriahkan aksi, dengan 16 subwoofer bertenaga tinggi. Inisiator menyebut pawai itu sebagai bentuk “gass ora bolo”—ajakan tancap gas tanpa ragu—untuk menunjukkan kekompakan masyarakat menuntut revisi tarif pajak. Keresahan soal PBB-P2 terlihat jelas di kolom komentar unggahan tersebut. Akun Tige Saudara menilai kenaikan itu memberatkan: “Siap. Pajek kok rakiro-karo, dibongkar wae pendopone nek ra direspon, bupati mabok iku.” Ucapan bernada kesal itu mencerminkan frustrasi sebagian warga yang menganggap pemerintah daerah tidak peka terhadap kond...