Langsung ke konten utama

Kades Semampir Siap Lawan Diana Perjuangkan Keadilan Pemilik Ruko



Pati Jawa Tengah.  Kades Semampir Parmono, S.H angkat bicara terkait viralnya pemberitaan tentang Ruko (Rumah toko) yang berada di wilayahnya. Meskipun pihaknya tidak ada kepentingan apapun karena bangunan terletak di tanah milik Dinas PSDA ( Pengelolaan Sumber Daya Air) atau BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai) Jawa Tengah, namun pihaknya merasa terpanggil karena berada di wilayahnya dan awal mulanya ruko tersebut juga karena atas campur tangannya  sebagai Kades Semampir  dan  juga harus bisa terselesaikan dengan baik.  Diana yang belakangan namanya naik daun seakan menantang karena pihaknya hingga sekarang belum ada deal tentang masalah harga dan cara pembayaran di beberapa musyawarah namun tahu-tahu bangunan dibongkar tanpa kompromi. Maka dari itu pihaknya siap perjuangkan keadilan  di wilayahnya. (22/01/2025).

Parmono mengatakan, "Secara administrasi mereka yang menempati tanah itu juga mempunyai ijin, tidak asal menempati dan juga mereka yang bangun sendiri dan menurut mereka Diana ini membongkar dengan cara kucing-kucingan, jadi di saat orang yang punya ruko tidak ada baru dibongkar sedikit demi sedikit dan ada barang-barang di situ yang hilang.  Jadi warga saya sarankan tidak anarkis tapi untuk menempuh jalur hukum melaporkan bu Diana karena sudah melakukan dugaan tindak pidana pengrusakan, pencurian dan juga intimidasi warga saya yang satu itu berada di depan ruko itu karena merasa diintimidasi sampai sakit," tuturnya.

Lanjutnya,"Dan saya siap jika diperlukan untuk saksi dan membela warga yang terzolimi karena mereka punya hak dan mereka rakyat kecil yang harus kita lindungi jangan sampai hak-hak mereka dirampas secara paksa oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab, Saya akan siap untuk mencarikan keadilan buat mereka-mereka yang tertindas. Kita akan kawal untuk melakukan pelaporan secara administrasi ke pihak Bupati, gubernur dan kita juga siap kawal untuk melakukan audiensi di DPRD Pati," tegasnya.

"Hingga kini sebenarnya belum ada kesepakatan, itu yang kita sayangkan tahu-tahu kita disuruh menunggu kepulangannya bu Diana dari umroh tapi ternyata tahu-tahu ada pembongkaran secara paksa, memang ada surat peringatan 1 2 3 tapi setidaknya harus duduk bersama karena itu sudah relokasi, terkecuali kalau tidak membongkar bangunan Jadi kalau relokasi itu harus ada duduk bersama ada kesepakatan tidak main obrak-abrik main rusak seperti itu, sangat kita sayangkan," imbuhnya.

Pihaknya meminta bahwa untuk yang menempati diprioritaskan dari orang-orang yang berada di tempat itu, namun kenyataannya yang penting orang bawa uang ke situ nanti akan dikasih tempat jadi yang tinggal di situ tidak mendapat prioritas malah diabaikan begitu saja. Belum ada kesepakatan harga dan cara pembayarannya bangunan tahu tahu dibongkar tanpa peri kemanusiaan.

/Tim.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Polisi Selidiki Motif Kekerasan di Blora, Korban Alami Luka Serius

CAKRAMEDIA INDONESIA Blora, 18 Februari 2025 – Insiden dugaan kekerasan bersama-sama terjadi di Dusun Mlawu, Desa Biting, Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora, pada Jumat (14/2) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB. Akibat kejadian ini, seorang pria bernama Moch. Mahfud Saputra mengalami luka serius. Berdasarkan laporan kepolisian, peristiwa ini terjadi di rumah milik Sakri Bin Yadi. Korban, pria kelahiran Bojonegoro yang bekerja sebagai pegawai swasta, diduga menjadi sasaran kekerasan mendadak saat berada di lokasi. Kejadian ini baru dilaporkan kepada pihak berwenang sekitar pukul 02.30 WIB. Keterangan Saksi dan Bukti Digital Sejumlah saksi telah dimintai keterangan, termasuk Hanisa Putri Binti Sakri, Ibnu Ikhsan Setiawan Bin Sakri, serta Joko Prasetyo Bin Jayus yang identitas lengkapnya masih diverifikasi. Polisi juga menemukan bukti percakapan WhatsApp  yang menunjukkan adanya komunikasi antara korban dan seseorang yang diduga terkait dengan kejadian ini. Kaka...

Warganet Galang Pawai Sound Horeg, Protes Pemkab Pati Terkait Kenaikan Pajak PBB-P2 yang Menggila

Warga Kabupaten Pati kembali menggalang aksi protes menolak lonjakan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) sebesar 250 %. Melalui akun Facebook INFO TLOGOWUNGU, mereka mengumumkan pawai sound horeg yang akan digelar Selasa, 13 Agustus, mulai dari Pucakwangi–Winong, singgah di Alun-alun Juwana sambil menunggu peserta lainnya, lalu bergerak menuju Kantor Bupati Pati. Sejumlah sound system besar dikabarkan akan turut memeriahkan aksi, dengan 16 subwoofer bertenaga tinggi. Inisiator menyebut pawai itu sebagai bentuk “gass ora bolo”—ajakan tancap gas tanpa ragu—untuk menunjukkan kekompakan masyarakat menuntut revisi tarif pajak. Keresahan soal PBB-P2 terlihat jelas di kolom komentar unggahan tersebut. Akun Tige Saudara menilai kenaikan itu memberatkan: “Siap. Pajek kok rakiro-karo, dibongkar wae pendopone nek ra direspon, bupati mabok iku.” Ucapan bernada kesal itu mencerminkan frustrasi sebagian warga yang menganggap pemerintah daerah tidak peka terhadap kond...

Sudewo dan Pandoyo yang Mewakili Para Kepala Desa, Saling Bantah di Ruang Publik Terkait Kenaikan PBB-P2

Pati – Polemik kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) di Kabupaten Pati semakin memanas. Dalam klarifikasi yang disampaikan di salah satu program TV One, Bupati Pati Sudewo menegaskan bahwa kebijakan kenaikan PBB-P2 merupakan hasil diskusi “dari bawah”, yang disebutnya melibatkan kepala desa, tokoh masyarakat, dan camat. Namun, pernyataan tersebut langsung dimentahkan oleh Ketua Pasopati, Pandoyo. Melalui unggahan Patinews.com, Pandoyo menegaskan bahwa para kepala desa tidak pernah, dan tidak akan pernah, menginisiasi atau meminta kenaikan PBB-P2. Ia menyebut, di mana pun kepala desa justru berikhtiar agar warganya tidak dibebani pungutan berlebihan, apalagi terkait pajak. Pandoyo bahkan menyebut narasi yang mengaitkan inisiasi kenaikan pajak kepada para kepala desa sebagai hoaks. “Kami para kepala desa tidak pernah menginisiasi apalagi meminta kenaikan PBB-P2. Narasi tersebut adalah hoax,” tegasnya. Ironisnya, meskipun Sudewo telah memutuskan pem...