Langsung ke konten utama

Cek Kesehatan Rutin untuk Tenaga Kerja Non-Karyawan TPK Randublatung II Dukung Kesejahteraan Pekerja


Randublatung, 22 Januari 2025 – Bertempat di kantor TPK Randublatung II Doplang, PERUM PERHUTANI KPH Randublatung II melaksanakan kegiatan cek kesehatan bagi tenaga kerja non-karyawan melalui program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL). Kegiatan ini berlangsung pada pukul 08.30 WIB hingga 11.00 WIB, dan dihadiri oleh berbagai pihak terkait, antara lain Kepala TPK Randublatung II, Ngusman, KSS Keuangan Muhammad Amin, KSS HKAKP Junaidi, serta Kepala Puskesmas Jati Doplang, Dr. Surahman, S.Kep, Ns, beserta tim medis dari Puskesmas Jati Doplang.
Sebanyak 70 orang non Karyawan dan di tambah beberapa Perwakilan Karyawan mengikuti pemeriksaan kesehatan yang meliputi cek gula darah, asam urat, kolesterol, dan tekanan darah. Kepala TPK Randublatung II, Ngusman, yang mewakili Administrator KPH Randublatung, Herry Merkussiyanto Putro, berharap kegiatan ini dapat dilaksanakan secara rutin setiap tahun minimal untuk menjaga kesehatan tenaga kerja non-karyawan di TPK Randublatung II.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat mengetahui kondisi kesehatan tenaga kerja lebih dini, sehingga jika ada gangguan kesehatan, dapat segera diantisipasi. Kami juga berharap kegiatan ini dapat bermanfaat bagi mereka,” ungkap Ngusman.

Dr. Surahman, S.Kep, Ns, Kepala Puskesmas Jati Doplang, dalam kesempatan yang sama menyampaikan rasa terima kasih kepada KPH Randublatung atas kerjasamanya. “Kami sangat senang bisa bekerjasama dengan Perum Perhutani untuk menyelenggarakan kegiatan ini. Tanggapan positif terhadap kegiatan ini menunjukkan bahwa Perum Perhutani sangat peduli terhadap kesejahteraan tenaga kerja. Kami berharap kegiatan ini dapat ditingkatkan, bahkan dilakukan setiap triwulan atau semester, karena sangat bermanfaat untuk memantau kesehatan para pekerja,” tuturnya.

Kegiatan cek kesehatan ini merupakan bagian dari komitmen PERUM PERHUTANI untuk memastikan kesejahteraan dan kesehatan para tenaga kerja, terutama bagi mereka yang bekerja di lingkungan TPK Randublatung II.
 *(SAM)*

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Polisi Selidiki Motif Kekerasan di Blora, Korban Alami Luka Serius

CAKRAMEDIA INDONESIA Blora, 18 Februari 2025 – Insiden dugaan kekerasan bersama-sama terjadi di Dusun Mlawu, Desa Biting, Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora, pada Jumat (14/2) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB. Akibat kejadian ini, seorang pria bernama Moch. Mahfud Saputra mengalami luka serius. Berdasarkan laporan kepolisian, peristiwa ini terjadi di rumah milik Sakri Bin Yadi. Korban, pria kelahiran Bojonegoro yang bekerja sebagai pegawai swasta, diduga menjadi sasaran kekerasan mendadak saat berada di lokasi. Kejadian ini baru dilaporkan kepada pihak berwenang sekitar pukul 02.30 WIB. Keterangan Saksi dan Bukti Digital Sejumlah saksi telah dimintai keterangan, termasuk Hanisa Putri Binti Sakri, Ibnu Ikhsan Setiawan Bin Sakri, serta Joko Prasetyo Bin Jayus yang identitas lengkapnya masih diverifikasi. Polisi juga menemukan bukti percakapan WhatsApp  yang menunjukkan adanya komunikasi antara korban dan seseorang yang diduga terkait dengan kejadian ini. Kaka...

Rekonstruksi Kasus Pengeroyokan Brutal di Sambong, Polisi Dalami Motif dan Peran Pelaku

Rekonstruksi kasus pengeroyokan sadis yang mengguncang Kecamatan Sambong akhirnya digelar oleh Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Blora. Aksi kekerasan yang nyaris merenggut nyawa seorang warga ini sempat membuat geger masyarakat setelah korban ditemukan dalam kondisi koma akibat dianiaya secara brutal. Proses rekonstruksi berlangsung di halaman Polres Blora, menyusul kondisi korban yang mulai membaik dan sudah dapat memberikan keterangan penting kepada penyidik. Rekonstruksi ini menghadirkan para tersangka, saksi, serta korban, untuk memeragakan ulang kejadian secara lengkap dan mendetail. Menurut Kasatreskrim Polres Blora, AKP Selamet, rekonstruksi ini sangat penting untuk mendapatkan gambaran utuh tentang insiden tersebut dari berbagai sudut pandang. “Kami ingin mencocokkan fakta-fakta di lapangan dengan keterangan para pihak yang terlibat, termasuk korban,” tegasnya dalam pernyataan pada 21 April 2025. Kasus ini menyita perhatian publik karena tingkat kekerasan...

Bagaimana Hubungan Antara Korban dan "H", Begini Pengakuan dari Orang Tua Korban

Cakramedia Indonesia, 6 Maret 2025 Akhmad Soesilo, selaku orang tua dari korban menjelaskan bagaiman hubungan antara Korban dan H. Mereka Sudah menjalani hubungan dari awal Covid, kalau Covid itu sekitar tahun 2020, berarti kurang lebih sudah sekitar 5 tahun berjalan, mereka bersama. "H" juga sering datang ke rumah Korban, walaupun korban tidak ada di rumah pun juga sering datang, sekedar membawa makanan atau jajanan yang diberikan kepada Ibu atau keluarga Korban. Jadi menurut saya tidak mungkin Korban masuk rumah melewati jendela, karena juga sudah sering dolan kesana, apalagi tidak ada jendelanya. Selain hal tersebut, hubungan yang sudah berjalan lama itu, pastinya orang tua dan keluarga "H" sudah tentu mengenal dengan baik korban. Dengan lingkungan sekitar, Pak RT, Pak RW pun juga sudah sama - sama saling mengenal baik. Disaat peristiwa tersebut terjadi, hp korban itu ada di tas. Kok kenapa tiba - tiba bisa hilang, dan ketika ditemukan dan diserahkan ...