Langsung ke konten utama

Tokoh Masyarakat Blora Solid Dukung Koperasi Merah Putih, Dorong Kebangkitan Ekonomi Kerakyatan


Tokoh masyarakat Kabupaten Blora menyatakan kesiapan mereka untuk mendukung berdirinya Koperasi Merah Putih sebagai upaya memperkuat perekonomian kerakyatan. Dukungan ini muncul karena koperasi dinilai mampu menjadi wadah bersama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di tingkat desa dan kecamatan.

Menurut sejumlah tokoh masyarakat, keberadaan Koperasi Merah Putih diharapkan dapat menjadi solusi bagi persoalan ekonomi warga, mulai dari akses permodalan hingga penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Koperasi juga dipandang sebagai sarana mempererat solidaritas dan gotong royong antarwarga.

Dukungan penuh juga disampaikan oleh Amin Faried Wahyudi selaku Ketua LSM Blora Crisis Center. Ia menegaskan kesiapan organisasinya untuk mengawal dan mendukung pendirian Koperasi Merah Putih, terutama di wilayah Kabupaten Blora. Menurutnya, koperasi merupakan instrumen strategis untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.

Amin Faried Wahyudi menambahkan bahwa Blora memiliki potensi sumber daya yang besar, baik di sektor pertanian, peternakan, maupun UMKM. Dengan pengelolaan koperasi yang transparan dan profesional, potensi tersebut diyakini dapat dimaksimalkan demi kepentingan bersama.

Ke depan, tokoh masyarakat Jepon berharap pemerintah daerah dan pihak terkait dapat memberikan dukungan nyata, baik melalui pendampingan maupun regulasi yang berpihak pada koperasi. Dengan sinergi antara masyarakat, LSM, dan pemerintah, pendirian Koperasi Merah Putih di Kabupaten Blora diharapkan dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat nyata bagi warga.

/Tau.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Polisi Selidiki Motif Kekerasan di Blora, Korban Alami Luka Serius

CAKRAMEDIA INDONESIA Blora, 18 Februari 2025 – Insiden dugaan kekerasan bersama-sama terjadi di Dusun Mlawu, Desa Biting, Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora, pada Jumat (14/2) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB. Akibat kejadian ini, seorang pria bernama Moch. Mahfud Saputra mengalami luka serius. Berdasarkan laporan kepolisian, peristiwa ini terjadi di rumah milik Sakri Bin Yadi. Korban, pria kelahiran Bojonegoro yang bekerja sebagai pegawai swasta, diduga menjadi sasaran kekerasan mendadak saat berada di lokasi. Kejadian ini baru dilaporkan kepada pihak berwenang sekitar pukul 02.30 WIB. Keterangan Saksi dan Bukti Digital Sejumlah saksi telah dimintai keterangan, termasuk Hanisa Putri Binti Sakri, Ibnu Ikhsan Setiawan Bin Sakri, serta Joko Prasetyo Bin Jayus yang identitas lengkapnya masih diverifikasi. Polisi juga menemukan bukti percakapan WhatsApp  yang menunjukkan adanya komunikasi antara korban dan seseorang yang diduga terkait dengan kejadian ini. Kaka...

7 Pelaku Pengeroyokan Biting Terancam 9 Tahun Penjara dan Bagaimana Pengakuan H Terhadap Korban

Cakramedia Indonesia Blora, 21 Februari 2025 | Tujuh orang tersangka pengeroyokan di Desa Biting, Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora, kini harus menghadapi ancaman hukuman sembilan tahun penjara. Insiden ini terjadi pada Jumat (14/2/2025) dan menimpa seorang pria berinisial M, warga Kecamatan Padangan, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Kasat Reskrim Polres Blora, AKP Selamet, dalam konferensi pers pada Jumat (21/2/2025), mengungkapkan kronologi kejadian tersebut. Menurutnya, insiden bermula dari kecurigaan warga terhadap korban yang sering berkunjung dan bermalam di rumah seorang perempuan berinisial H di Desa Biting. "Sekitar pukul 02.00 WIB, dua orang pelaku yang tengah berkeliling desa melihat sepeda motor yang tidak dikenal terparkir di sekitar lokasi. Saat mereka menelusuri area tersebut, mereka menemukan salah satu jendela rumah dalam keadaan terbuka," jelas AKP Selamet. Dua pelaku tersebut kemudian melaporkan temuannya kepada rekan-rekan mereka yang berada ...

Warganet Galang Pawai Sound Horeg, Protes Pemkab Pati Terkait Kenaikan Pajak PBB-P2 yang Menggila

Warga Kabupaten Pati kembali menggalang aksi protes menolak lonjakan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) sebesar 250 %. Melalui akun Facebook INFO TLOGOWUNGU, mereka mengumumkan pawai sound horeg yang akan digelar Selasa, 13 Agustus, mulai dari Pucakwangi–Winong, singgah di Alun-alun Juwana sambil menunggu peserta lainnya, lalu bergerak menuju Kantor Bupati Pati. Sejumlah sound system besar dikabarkan akan turut memeriahkan aksi, dengan 16 subwoofer bertenaga tinggi. Inisiator menyebut pawai itu sebagai bentuk “gass ora bolo”—ajakan tancap gas tanpa ragu—untuk menunjukkan kekompakan masyarakat menuntut revisi tarif pajak. Keresahan soal PBB-P2 terlihat jelas di kolom komentar unggahan tersebut. Akun Tige Saudara menilai kenaikan itu memberatkan: “Siap. Pajek kok rakiro-karo, dibongkar wae pendopone nek ra direspon, bupati mabok iku.” Ucapan bernada kesal itu mencerminkan frustrasi sebagian warga yang menganggap pemerintah daerah tidak peka terhadap kond...