Langsung ke konten utama

Bentrok Pemuda di Sukolilo Malam Tadi, Polisi Amankan Dua Orang Sementara Lainnya Kabur


PAT⁠I — Insiden bentrokan antar pemuda kembali terjadi dini hari tadi di wilayah Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati. Aksi saling lempar benda keras berlangsung sekitar pukul 01.30 WIB di pertigaan Dukuh Saminan, yang menjadi batas antara Desa Wotan dan Desa Baturejo. 

Menurut keterangan dari Kapolsek Sukolilo, AKP Sahlan SH MM, kedua kelompok yang terlibat saling melempar batu, botol, dan pecahan genteng hingga membuat suasana malam menjadi ricuh meski tidak sampai menimbulkan korban jiwa. 

Begitu menerima laporan dari perangkat Desa Baturejo, petugas langsung bergerak menuju lokasi. Namun saat polisi tiba, sebagian besar pemuda yang terlibat sudah meninggalkan tempat kejadian dan melepas diri ke arah berbeda. 

Hanya dua orang yang berhasil diamankan, yakni A.S. (33) dan M.T. (18), sementara satu terduga pelaku lain, F.M. (17), belum ditemukan di kediamannya. Dari pihak pemuda Desa Wotan juga ada beberapa nama yang sudah teridentifikasi namun belum tertangkap karena telah melarikan diri. 

Kapolsek menjelaskan bahwa setelah pengamanan, polisi melakukan penggalian keterangan saksi dan mengamankan sejumlah barang bukti seperti pecahan botol dan genteng yang digunakan dalam perkelahian. Ia juga menegaskan bahwa upaya pembinaan dan pendekatan kepada keluarga serta tokoh masyarakat setempat akan terus dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang. 

Selain itu, petugas meningkatkan patroli di jam rawan dan berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat untuk memperkuat pengawasan di wilayah rawan konflik. (*)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Polisi Selidiki Motif Kekerasan di Blora, Korban Alami Luka Serius

CAKRAMEDIA INDONESIA Blora, 18 Februari 2025 – Insiden dugaan kekerasan bersama-sama terjadi di Dusun Mlawu, Desa Biting, Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora, pada Jumat (14/2) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB. Akibat kejadian ini, seorang pria bernama Moch. Mahfud Saputra mengalami luka serius. Berdasarkan laporan kepolisian, peristiwa ini terjadi di rumah milik Sakri Bin Yadi. Korban, pria kelahiran Bojonegoro yang bekerja sebagai pegawai swasta, diduga menjadi sasaran kekerasan mendadak saat berada di lokasi. Kejadian ini baru dilaporkan kepada pihak berwenang sekitar pukul 02.30 WIB. Keterangan Saksi dan Bukti Digital Sejumlah saksi telah dimintai keterangan, termasuk Hanisa Putri Binti Sakri, Ibnu Ikhsan Setiawan Bin Sakri, serta Joko Prasetyo Bin Jayus yang identitas lengkapnya masih diverifikasi. Polisi juga menemukan bukti percakapan WhatsApp  yang menunjukkan adanya komunikasi antara korban dan seseorang yang diduga terkait dengan kejadian ini. Kaka...

Warganet Galang Pawai Sound Horeg, Protes Pemkab Pati Terkait Kenaikan Pajak PBB-P2 yang Menggila

Warga Kabupaten Pati kembali menggalang aksi protes menolak lonjakan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) sebesar 250 %. Melalui akun Facebook INFO TLOGOWUNGU, mereka mengumumkan pawai sound horeg yang akan digelar Selasa, 13 Agustus, mulai dari Pucakwangi–Winong, singgah di Alun-alun Juwana sambil menunggu peserta lainnya, lalu bergerak menuju Kantor Bupati Pati. Sejumlah sound system besar dikabarkan akan turut memeriahkan aksi, dengan 16 subwoofer bertenaga tinggi. Inisiator menyebut pawai itu sebagai bentuk “gass ora bolo”—ajakan tancap gas tanpa ragu—untuk menunjukkan kekompakan masyarakat menuntut revisi tarif pajak. Keresahan soal PBB-P2 terlihat jelas di kolom komentar unggahan tersebut. Akun Tige Saudara menilai kenaikan itu memberatkan: “Siap. Pajek kok rakiro-karo, dibongkar wae pendopone nek ra direspon, bupati mabok iku.” Ucapan bernada kesal itu mencerminkan frustrasi sebagian warga yang menganggap pemerintah daerah tidak peka terhadap kond...

Sudewo dan Pandoyo yang Mewakili Para Kepala Desa, Saling Bantah di Ruang Publik Terkait Kenaikan PBB-P2

Pati – Polemik kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) di Kabupaten Pati semakin memanas. Dalam klarifikasi yang disampaikan di salah satu program TV One, Bupati Pati Sudewo menegaskan bahwa kebijakan kenaikan PBB-P2 merupakan hasil diskusi “dari bawah”, yang disebutnya melibatkan kepala desa, tokoh masyarakat, dan camat. Namun, pernyataan tersebut langsung dimentahkan oleh Ketua Pasopati, Pandoyo. Melalui unggahan Patinews.com, Pandoyo menegaskan bahwa para kepala desa tidak pernah, dan tidak akan pernah, menginisiasi atau meminta kenaikan PBB-P2. Ia menyebut, di mana pun kepala desa justru berikhtiar agar warganya tidak dibebani pungutan berlebihan, apalagi terkait pajak. Pandoyo bahkan menyebut narasi yang mengaitkan inisiasi kenaikan pajak kepada para kepala desa sebagai hoaks. “Kami para kepala desa tidak pernah menginisiasi apalagi meminta kenaikan PBB-P2. Narasi tersebut adalah hoax,” tegasnya. Ironisnya, meskipun Sudewo telah memutuskan pem...