Langsung ke konten utama

Pemuda di Blora Dikeroyok 7 Orang, Kritis di ICU: Keluarga Tuntut Keadilan


*CAKRAMEDIA,-* Blora – Seorang pemuda bernama Mohammad Mafud Saputra, warga Dukuh Alas Tuo, Desa Banjarejo, Kecamatan Padangan, menjadi korban pengeroyokan brutal yang dilakukan oleh 7 orang. Insiden ini terjadi pada Jumat (14/2/2025) sekitar pukul 01.30 WIB di RT 01/RW 01, Dukuh Mlawu, Desa Biting, Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora.

Korban berawal di dalam kamar terus diseret keluar rumah terjadi pengeroyokan brutal dan sempat tergeletak di halaman rumah selama hampir satu jam sebelum akhirnya dievakuasi oleh anggota Polsek Sambong dan dibawa ke RSUD dr. R. Soeprapto Cepu pada pukul 03.15 WIB. Saat ini, korban masih dalam kondisi kritis dan dirawat di ruang ICU.
Menurut informasi, kejadian bermula ketika korban keluar dari sebuah warung kopi sekitar pukul 00.30 WIB dan menuju lokasi kejadian. Ia diketahui memiliki hubungan dekat dengan seorang wanita bernama Nisa, yang fotonya ditemukan dalam dompet korban dan HP sampai saat ini belum ditemukan

Akhmad Soesilo, ayah korban, mengungkapkan bahwa Nisa sering datang ke rumah mereka dan membawa jajan / oleh-oleh untuk keluarga kami. 

"Kami sekeluarga siap bertanggung jawab jika memang anak kami bersalah, tetapi jika diperlakukan seperti ini, kami tidak terima. Ini nyawa manusia, bukan hewan," ujar Akhmad Soesilo dengan tegas ketika dikonfirmasi Awak Media. 
Sukisman, Ketua LSM di Blora, menegaskan bahwa Indonesia adalah negara hukum, sehingga peristiwa ini harus diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku dan meminta Polres Blora untuk mengusut sampai tuntas kasus ini "ujarnya ketika dikonfirmasi Awak Media. 

Kapolsek Sambong, AKP Tejo, menyatakan bahwa kasus ini telah diserahkan ke Satreskrim Polres Blora untuk penyelidikan lebih lanjut (kutip dari Suara jateng) 


Keluarga korban dan masyarakat berharap agar para pelaku segera ditangkap dan diproses hukum sesuai aturan yang berlaku.
*(SAM)*

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Polisi Selidiki Motif Kekerasan di Blora, Korban Alami Luka Serius

CAKRAMEDIA INDONESIA Blora, 18 Februari 2025 – Insiden dugaan kekerasan bersama-sama terjadi di Dusun Mlawu, Desa Biting, Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora, pada Jumat (14/2) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB. Akibat kejadian ini, seorang pria bernama Moch. Mahfud Saputra mengalami luka serius. Berdasarkan laporan kepolisian, peristiwa ini terjadi di rumah milik Sakri Bin Yadi. Korban, pria kelahiran Bojonegoro yang bekerja sebagai pegawai swasta, diduga menjadi sasaran kekerasan mendadak saat berada di lokasi. Kejadian ini baru dilaporkan kepada pihak berwenang sekitar pukul 02.30 WIB. Keterangan Saksi dan Bukti Digital Sejumlah saksi telah dimintai keterangan, termasuk Hanisa Putri Binti Sakri, Ibnu Ikhsan Setiawan Bin Sakri, serta Joko Prasetyo Bin Jayus yang identitas lengkapnya masih diverifikasi. Polisi juga menemukan bukti percakapan WhatsApp  yang menunjukkan adanya komunikasi antara korban dan seseorang yang diduga terkait dengan kejadian ini. Kaka...

Warganet Galang Pawai Sound Horeg, Protes Pemkab Pati Terkait Kenaikan Pajak PBB-P2 yang Menggila

Warga Kabupaten Pati kembali menggalang aksi protes menolak lonjakan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) sebesar 250 %. Melalui akun Facebook INFO TLOGOWUNGU, mereka mengumumkan pawai sound horeg yang akan digelar Selasa, 13 Agustus, mulai dari Pucakwangi–Winong, singgah di Alun-alun Juwana sambil menunggu peserta lainnya, lalu bergerak menuju Kantor Bupati Pati. Sejumlah sound system besar dikabarkan akan turut memeriahkan aksi, dengan 16 subwoofer bertenaga tinggi. Inisiator menyebut pawai itu sebagai bentuk “gass ora bolo”—ajakan tancap gas tanpa ragu—untuk menunjukkan kekompakan masyarakat menuntut revisi tarif pajak. Keresahan soal PBB-P2 terlihat jelas di kolom komentar unggahan tersebut. Akun Tige Saudara menilai kenaikan itu memberatkan: “Siap. Pajek kok rakiro-karo, dibongkar wae pendopone nek ra direspon, bupati mabok iku.” Ucapan bernada kesal itu mencerminkan frustrasi sebagian warga yang menganggap pemerintah daerah tidak peka terhadap kond...

Sudewo dan Pandoyo yang Mewakili Para Kepala Desa, Saling Bantah di Ruang Publik Terkait Kenaikan PBB-P2

Pati – Polemik kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) di Kabupaten Pati semakin memanas. Dalam klarifikasi yang disampaikan di salah satu program TV One, Bupati Pati Sudewo menegaskan bahwa kebijakan kenaikan PBB-P2 merupakan hasil diskusi “dari bawah”, yang disebutnya melibatkan kepala desa, tokoh masyarakat, dan camat. Namun, pernyataan tersebut langsung dimentahkan oleh Ketua Pasopati, Pandoyo. Melalui unggahan Patinews.com, Pandoyo menegaskan bahwa para kepala desa tidak pernah, dan tidak akan pernah, menginisiasi atau meminta kenaikan PBB-P2. Ia menyebut, di mana pun kepala desa justru berikhtiar agar warganya tidak dibebani pungutan berlebihan, apalagi terkait pajak. Pandoyo bahkan menyebut narasi yang mengaitkan inisiasi kenaikan pajak kepada para kepala desa sebagai hoaks. “Kami para kepala desa tidak pernah menginisiasi apalagi meminta kenaikan PBB-P2. Narasi tersebut adalah hoax,” tegasnya. Ironisnya, meskipun Sudewo telah memutuskan pem...