Langsung ke konten utama

Paguyuban "Sedulur Selawas e" Gelar Rapat Persiapan Berbagi Takjil dan Kegiatan Sosial di Cepu

*CAKRAMEDIA,-* Blora, 28 Februari 2025 – Paguyuban Sedulur Selawas e atau lebih dikenal dengan Warung Gratis menggelar rapat koordinasi dalam rangka persiapan kegiatan berbagi takjil menjelang bulan suci Ramadan. Acara ini berlangsung di RT 05/RW 01(kediaman rumah Eko Sakti) Desa Cabean Kecamatan Cepu Kabupaten Blora, mulai pukul 10.00 WIB hingga 11.30 WIB dan dihadiri oleh seluruh anggota paguyuban yang berjumlah 50 orang.
Susunan Pengurus Sedulur Selawas e/ Warung gratis

Pengawas : Raden Satriyo
Penasihat : Hariyadi
Ketua :Dwi Purwati
Sekertaris :Eko Sakti
Bendahara :Nyatini
Dokumentasi: Samidi 
Anggota : 25 orang

Rapat ini juga dihadiri oleh Ketua Umum LSM Sapu Jagad beserta timnya. Dalam kesempatan ini, Ketua Paguyuban Sedulur Selawas e, Dwi Purwati, menyampaikan pentingnya membentuk wadah bagi para dermawan dan dermawati untuk menyalurkan rezeki mereka dalam kegiatan bakti sosial di wilayah Kecamatan Cepu dan sekitarnya dan umumnya kabupaten Blora. 

Selain membahas persiapan berbagi takjil, paguyuban juga merencanakan kegiatan makan gratis pasca Lebaran yang akan dilaksanakan setiap hari Selasa, Rabu, dan Jumat pada waktu makan siang,Setelah rapat acara dilanjutkan dengan makan siang lesehan menggunakan daun pisang, yang mencerminkan kebersamaan dan kekompakan seluruh anggota beserta tamu undangan. 

Ketua Umum LSM Sapu Jagad beserta Anggota dan Eko Siswanto, SH ( Ketua Pengawas LSM Naga Merah) ikut menghadiri Acara tersebut. 
Eko Sri Wahyudi selalu ketua Umum LSM Sapu Jagad menyampaikan dukungannya terhadap kegiatan sosial ini. Ia menegaskan pentingnya menjaga transparansi dalam penyaluran bantuan agar tidak disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

 LSM Sapu Jagad dan LSM Naga Merah berkomitmen untuk mengawal para dermawan agar bantuan yang diberikan tepat sasaran/ orang yang tepat dan membawa manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan.

Dengan semangat kebersamaan, paguyuban Sedulur Selawas e berharap kegiatan sosial ini dapat terus berjalan dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat, khususnya di Kecamatan Cepu dan umumnya kabupaten Blora. 
*(SAM)*

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Polisi Selidiki Motif Kekerasan di Blora, Korban Alami Luka Serius

CAKRAMEDIA INDONESIA Blora, 18 Februari 2025 – Insiden dugaan kekerasan bersama-sama terjadi di Dusun Mlawu, Desa Biting, Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora, pada Jumat (14/2) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB. Akibat kejadian ini, seorang pria bernama Moch. Mahfud Saputra mengalami luka serius. Berdasarkan laporan kepolisian, peristiwa ini terjadi di rumah milik Sakri Bin Yadi. Korban, pria kelahiran Bojonegoro yang bekerja sebagai pegawai swasta, diduga menjadi sasaran kekerasan mendadak saat berada di lokasi. Kejadian ini baru dilaporkan kepada pihak berwenang sekitar pukul 02.30 WIB. Keterangan Saksi dan Bukti Digital Sejumlah saksi telah dimintai keterangan, termasuk Hanisa Putri Binti Sakri, Ibnu Ikhsan Setiawan Bin Sakri, serta Joko Prasetyo Bin Jayus yang identitas lengkapnya masih diverifikasi. Polisi juga menemukan bukti percakapan WhatsApp  yang menunjukkan adanya komunikasi antara korban dan seseorang yang diduga terkait dengan kejadian ini. Kaka...

Warganet Galang Pawai Sound Horeg, Protes Pemkab Pati Terkait Kenaikan Pajak PBB-P2 yang Menggila

Warga Kabupaten Pati kembali menggalang aksi protes menolak lonjakan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) sebesar 250 %. Melalui akun Facebook INFO TLOGOWUNGU, mereka mengumumkan pawai sound horeg yang akan digelar Selasa, 13 Agustus, mulai dari Pucakwangi–Winong, singgah di Alun-alun Juwana sambil menunggu peserta lainnya, lalu bergerak menuju Kantor Bupati Pati. Sejumlah sound system besar dikabarkan akan turut memeriahkan aksi, dengan 16 subwoofer bertenaga tinggi. Inisiator menyebut pawai itu sebagai bentuk “gass ora bolo”—ajakan tancap gas tanpa ragu—untuk menunjukkan kekompakan masyarakat menuntut revisi tarif pajak. Keresahan soal PBB-P2 terlihat jelas di kolom komentar unggahan tersebut. Akun Tige Saudara menilai kenaikan itu memberatkan: “Siap. Pajek kok rakiro-karo, dibongkar wae pendopone nek ra direspon, bupati mabok iku.” Ucapan bernada kesal itu mencerminkan frustrasi sebagian warga yang menganggap pemerintah daerah tidak peka terhadap kond...

Sudewo dan Pandoyo yang Mewakili Para Kepala Desa, Saling Bantah di Ruang Publik Terkait Kenaikan PBB-P2

Pati – Polemik kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) di Kabupaten Pati semakin memanas. Dalam klarifikasi yang disampaikan di salah satu program TV One, Bupati Pati Sudewo menegaskan bahwa kebijakan kenaikan PBB-P2 merupakan hasil diskusi “dari bawah”, yang disebutnya melibatkan kepala desa, tokoh masyarakat, dan camat. Namun, pernyataan tersebut langsung dimentahkan oleh Ketua Pasopati, Pandoyo. Melalui unggahan Patinews.com, Pandoyo menegaskan bahwa para kepala desa tidak pernah, dan tidak akan pernah, menginisiasi atau meminta kenaikan PBB-P2. Ia menyebut, di mana pun kepala desa justru berikhtiar agar warganya tidak dibebani pungutan berlebihan, apalagi terkait pajak. Pandoyo bahkan menyebut narasi yang mengaitkan inisiasi kenaikan pajak kepada para kepala desa sebagai hoaks. “Kami para kepala desa tidak pernah menginisiasi apalagi meminta kenaikan PBB-P2. Narasi tersebut adalah hoax,” tegasnya. Ironisnya, meskipun Sudewo telah memutuskan pem...