Langsung ke konten utama

Desa Genjahan Capai Berbagai Kemajuan, Infrastruktur dan Pemberdayaan Masyarakat Jadi Prioritas



Genjahan, 12 Februari 2025 – Di bawah kepemimpinan Kepala Desa (Kades) Sukarjiyo, Desa Genjahan terus menunjukkan kemajuan pesat dalam berbagai aspek pembangunan. Dalam hampir dua tahun terakhir, desa ini telah mencapai 75% penyelesaian pembangunan infrastruktur serta peningkatan kualitas keagamaan hingga 90%.

"Kami juga telah menyelesaikan 100% program pembinaan masyarakat, yang menjadi salah satu prioritas utama dalam pembangunan desa," ujar Sukarjiyo pada Rabu (12/02/2025).

Selain itu, pemerintah desa juga tengah memprioritaskan pembangunan lapangan voli dengan desain modern sebagai upaya mendukung aktivitas positif bagi pemuda desa. "Kami berharap lapangan ini bisa menjadi tempat berkegiatan yang positif bagi pemuda sekaligus mendukung suasana desa yang ramah lingkungan," tambahnya.

Di sisi lain, Kades Genjahan juga menekankan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap ancaman penyakit demam berdarah (DB), terutama di musim hujan. "Kita harus bergotong royong membersihkan selokan dari sampah dan kotoran untuk menghindari banjir serta meningkatkan kualitas hidup sehat kepada masyarakat," tegasnya.

Tak hanya fokus pada infrastruktur dan kebersihan, Desa Genjahan juga berkomitmen dalam pemberdayaan masyarakat. Berbagai pelatihan, termasuk pemanfaatan teknologi, terus digalakkan untuk membuka peluang kerja bagi warga desa. "Kami ingin masyarakat yang belum memiliki pekerjaan dapat ikut serta dalam kegiatan pelatihan dan program pemberdayaan yang kami siapkan," jelas Sukarjiyo.
Meski banyak pencapaian yang diraih, Kades Genjahan mengakui masih ada tantangan yang harus diatasi, salah satunya dalam sektor kesehatan. "Kami akan terus berupaya menyediakan pos kesehatan yang lebih memadai untuk warga desa Genjahan Kecamatan Jiken agar pelayanan kesehatan dapat diakses lebih baik," pungkasnya.

Dengan berbagai upaya yang telah dilakukan, Desa Genjahan terus berkembang menjadi desa yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera.
*(SAM)*

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Polisi Selidiki Motif Kekerasan di Blora, Korban Alami Luka Serius

CAKRAMEDIA INDONESIA Blora, 18 Februari 2025 – Insiden dugaan kekerasan bersama-sama terjadi di Dusun Mlawu, Desa Biting, Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora, pada Jumat (14/2) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB. Akibat kejadian ini, seorang pria bernama Moch. Mahfud Saputra mengalami luka serius. Berdasarkan laporan kepolisian, peristiwa ini terjadi di rumah milik Sakri Bin Yadi. Korban, pria kelahiran Bojonegoro yang bekerja sebagai pegawai swasta, diduga menjadi sasaran kekerasan mendadak saat berada di lokasi. Kejadian ini baru dilaporkan kepada pihak berwenang sekitar pukul 02.30 WIB. Keterangan Saksi dan Bukti Digital Sejumlah saksi telah dimintai keterangan, termasuk Hanisa Putri Binti Sakri, Ibnu Ikhsan Setiawan Bin Sakri, serta Joko Prasetyo Bin Jayus yang identitas lengkapnya masih diverifikasi. Polisi juga menemukan bukti percakapan WhatsApp  yang menunjukkan adanya komunikasi antara korban dan seseorang yang diduga terkait dengan kejadian ini. Kaka...

Warganet Galang Pawai Sound Horeg, Protes Pemkab Pati Terkait Kenaikan Pajak PBB-P2 yang Menggila

Warga Kabupaten Pati kembali menggalang aksi protes menolak lonjakan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) sebesar 250 %. Melalui akun Facebook INFO TLOGOWUNGU, mereka mengumumkan pawai sound horeg yang akan digelar Selasa, 13 Agustus, mulai dari Pucakwangi–Winong, singgah di Alun-alun Juwana sambil menunggu peserta lainnya, lalu bergerak menuju Kantor Bupati Pati. Sejumlah sound system besar dikabarkan akan turut memeriahkan aksi, dengan 16 subwoofer bertenaga tinggi. Inisiator menyebut pawai itu sebagai bentuk “gass ora bolo”—ajakan tancap gas tanpa ragu—untuk menunjukkan kekompakan masyarakat menuntut revisi tarif pajak. Keresahan soal PBB-P2 terlihat jelas di kolom komentar unggahan tersebut. Akun Tige Saudara menilai kenaikan itu memberatkan: “Siap. Pajek kok rakiro-karo, dibongkar wae pendopone nek ra direspon, bupati mabok iku.” Ucapan bernada kesal itu mencerminkan frustrasi sebagian warga yang menganggap pemerintah daerah tidak peka terhadap kond...

Sudewo dan Pandoyo yang Mewakili Para Kepala Desa, Saling Bantah di Ruang Publik Terkait Kenaikan PBB-P2

Pati – Polemik kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) di Kabupaten Pati semakin memanas. Dalam klarifikasi yang disampaikan di salah satu program TV One, Bupati Pati Sudewo menegaskan bahwa kebijakan kenaikan PBB-P2 merupakan hasil diskusi “dari bawah”, yang disebutnya melibatkan kepala desa, tokoh masyarakat, dan camat. Namun, pernyataan tersebut langsung dimentahkan oleh Ketua Pasopati, Pandoyo. Melalui unggahan Patinews.com, Pandoyo menegaskan bahwa para kepala desa tidak pernah, dan tidak akan pernah, menginisiasi atau meminta kenaikan PBB-P2. Ia menyebut, di mana pun kepala desa justru berikhtiar agar warganya tidak dibebani pungutan berlebihan, apalagi terkait pajak. Pandoyo bahkan menyebut narasi yang mengaitkan inisiasi kenaikan pajak kepada para kepala desa sebagai hoaks. “Kami para kepala desa tidak pernah menginisiasi apalagi meminta kenaikan PBB-P2. Narasi tersebut adalah hoax,” tegasnya. Ironisnya, meskipun Sudewo telah memutuskan pem...