Langsung ke konten utama

Korban Pengeroyokan Biting Pulang dari Rumah Sakit, Keluarga Tolak Upaya Damai dan Minta Keadilan


Cakramedia Indonesia 
Blora, 27 Februari 2025

Moch. Mahfud Saputra, korban pengeroyokan di RT 01/RW 01 Desa Biting, Kecamatan Sambong, telah dipulangkan dari RSUD Dr. R. Soeprapto Cepu pada pukul 16.00 WIB. Korban tiba di rumahnya di RT 02/RW 01 Desa Banjarejo, Kecamatan Padangan, setelah dokter yang menanganinya, Dr. Beny dan Dr. Yanto, menyatakan kondisinya sudah membaik secara fisik dan memungkinkan untuk kembali ke rumah.

Seluruh biaya pengobatan telah diselesaikan oleh pihak keluarga korban. Namun, pada pukul 18.30 WIB, Kepala Desa Biting beserta Kepala Dusun Mlawu-Biting datang ke rumah korban dengan mengendarai sepeda motor PCX warna putih bergoncengan dengan maksud kedatangan mereka adalah untuk bersilaturahmi sekaligus menawarkan penyelesaian damai dengan ikut menanggung biaya pengobatan korban.

Namun, tawaran tersebut ditolak oleh ayah korban, Akhmad Soesilo, serta paman korban, yang menegaskan bahwa kasus ini harus tetap diproses sesuai hukum yang berlaku. Setelah tidak menemukan kesepakatan, pihak Kades Biting dan Kadus Mlawu-Biting meninggalkan rumah korban pada pukul 20.00 WIB.

Dalam keterangannya kepada awak media, Akhmad Soesilo menegaskan harapannya agar keadilan ditegakkan seadil-adilnya dalam kasus ini. Hingga saat ini, keluarga korban bersikukuh agar pelaku pengeroyokan diproses secara hukum yang berlaku di Negara kita. 

(SAM)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Polisi Selidiki Motif Kekerasan di Blora, Korban Alami Luka Serius

CAKRAMEDIA INDONESIA Blora, 18 Februari 2025 – Insiden dugaan kekerasan bersama-sama terjadi di Dusun Mlawu, Desa Biting, Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora, pada Jumat (14/2) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB. Akibat kejadian ini, seorang pria bernama Moch. Mahfud Saputra mengalami luka serius. Berdasarkan laporan kepolisian, peristiwa ini terjadi di rumah milik Sakri Bin Yadi. Korban, pria kelahiran Bojonegoro yang bekerja sebagai pegawai swasta, diduga menjadi sasaran kekerasan mendadak saat berada di lokasi. Kejadian ini baru dilaporkan kepada pihak berwenang sekitar pukul 02.30 WIB. Keterangan Saksi dan Bukti Digital Sejumlah saksi telah dimintai keterangan, termasuk Hanisa Putri Binti Sakri, Ibnu Ikhsan Setiawan Bin Sakri, serta Joko Prasetyo Bin Jayus yang identitas lengkapnya masih diverifikasi. Polisi juga menemukan bukti percakapan WhatsApp  yang menunjukkan adanya komunikasi antara korban dan seseorang yang diduga terkait dengan kejadian ini. Kaka...

7 Pelaku Pengeroyokan Biting Terancam 9 Tahun Penjara dan Bagaimana Pengakuan H Terhadap Korban

Cakramedia Indonesia Blora, 21 Februari 2025 | Tujuh orang tersangka pengeroyokan di Desa Biting, Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora, kini harus menghadapi ancaman hukuman sembilan tahun penjara. Insiden ini terjadi pada Jumat (14/2/2025) dan menimpa seorang pria berinisial M, warga Kecamatan Padangan, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Kasat Reskrim Polres Blora, AKP Selamet, dalam konferensi pers pada Jumat (21/2/2025), mengungkapkan kronologi kejadian tersebut. Menurutnya, insiden bermula dari kecurigaan warga terhadap korban yang sering berkunjung dan bermalam di rumah seorang perempuan berinisial H di Desa Biting. "Sekitar pukul 02.00 WIB, dua orang pelaku yang tengah berkeliling desa melihat sepeda motor yang tidak dikenal terparkir di sekitar lokasi. Saat mereka menelusuri area tersebut, mereka menemukan salah satu jendela rumah dalam keadaan terbuka," jelas AKP Selamet. Dua pelaku tersebut kemudian melaporkan temuannya kepada rekan-rekan mereka yang berada ...

Warganet Galang Pawai Sound Horeg, Protes Pemkab Pati Terkait Kenaikan Pajak PBB-P2 yang Menggila

Warga Kabupaten Pati kembali menggalang aksi protes menolak lonjakan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) sebesar 250 %. Melalui akun Facebook INFO TLOGOWUNGU, mereka mengumumkan pawai sound horeg yang akan digelar Selasa, 13 Agustus, mulai dari Pucakwangi–Winong, singgah di Alun-alun Juwana sambil menunggu peserta lainnya, lalu bergerak menuju Kantor Bupati Pati. Sejumlah sound system besar dikabarkan akan turut memeriahkan aksi, dengan 16 subwoofer bertenaga tinggi. Inisiator menyebut pawai itu sebagai bentuk “gass ora bolo”—ajakan tancap gas tanpa ragu—untuk menunjukkan kekompakan masyarakat menuntut revisi tarif pajak. Keresahan soal PBB-P2 terlihat jelas di kolom komentar unggahan tersebut. Akun Tige Saudara menilai kenaikan itu memberatkan: “Siap. Pajek kok rakiro-karo, dibongkar wae pendopone nek ra direspon, bupati mabok iku.” Ucapan bernada kesal itu mencerminkan frustrasi sebagian warga yang menganggap pemerintah daerah tidak peka terhadap kond...