Langsung ke konten utama

Gebyar Musik Asyik Blora Mustika: Alfi Audio Bikin Horek, Ribuan Penonton Tumpah Ruah di Lapangan Kridosono


*CAKRAMEDIA,-* Blora – Ribuan penonton memadati Lapangan Kridosono, Blora, pada Sabtu (1/2/2025) malam dalam acara Gebyar Musik Asyik Blora Mustika. Acara yang berlangsung mulai pukul 19.30 hingga 22.00 WIB ini menampilkan spesial performance dari Alfi Audio Mode Prindafan "50 Sub Double", serta penampilan DJ Ghea Barbie & Friends yang sukses mengguncang panggung.

Acara dibuka dengan pertunjukan seni barong dari "Taruno Adi Joyo" asal Jiken, yang langsung menarik perhatian penonton. Kemeriahan semakin memuncak ketika tiga artis, Tiara Jee, Diva Ayu, dan Ghea Barbie, membawakan lagu berjudul Horek yang membuat suasana semakin pecah.
Agus Sridadi, S.Sos, selaku Event Organizer (EO), mengungkapkan bahwa acara ini tidak hanya sebagai hiburan, tetapi juga bertujuan untuk meningkatkan ekonomi para pedagang kecil serta memperkenalkan Alfi Audio, sound system viral asal Blora dan perdana di Lapangan Kridosono atau di Blora "Saya sangat senang melihat antusiasme penonton yang membanjiri Lapangan Kridosono malam ini. Suasananya tetap kondusif," ujarnya ketika ditemui Awak Media

Rubiyanto, pemilik Alfi Audio, mengaku bangga bisa menampilkan kualitas sound system miliknya yang terkenal "horek" meski hanya dengan volume 30%.
 Sementara itu, Rofiq Adijaya Putra, salah satu penonton, mengungkapkan kepuasannya. "Suara sound systemnya benar-benar mantap! Tidak mengecewakan, kami sangat terhibur," katanya.

Keamanan acara juga terjaga dengan ketat dengan dukungan 15 personel TNI, 40 personel Polri (Polsek Blora Kota), 10 personel Satpol PP, 10 personel Dinsub, serta 12 personel Satlantas Blora.

Dengan kesuksesan acara ini, banyak penonton berharap Gebyar Musik Asyik Blora Mustika dapat kembali digelar di masa mendatang.
*(SAM)*

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Polisi Selidiki Motif Kekerasan di Blora, Korban Alami Luka Serius

CAKRAMEDIA INDONESIA Blora, 18 Februari 2025 – Insiden dugaan kekerasan bersama-sama terjadi di Dusun Mlawu, Desa Biting, Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora, pada Jumat (14/2) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB. Akibat kejadian ini, seorang pria bernama Moch. Mahfud Saputra mengalami luka serius. Berdasarkan laporan kepolisian, peristiwa ini terjadi di rumah milik Sakri Bin Yadi. Korban, pria kelahiran Bojonegoro yang bekerja sebagai pegawai swasta, diduga menjadi sasaran kekerasan mendadak saat berada di lokasi. Kejadian ini baru dilaporkan kepada pihak berwenang sekitar pukul 02.30 WIB. Keterangan Saksi dan Bukti Digital Sejumlah saksi telah dimintai keterangan, termasuk Hanisa Putri Binti Sakri, Ibnu Ikhsan Setiawan Bin Sakri, serta Joko Prasetyo Bin Jayus yang identitas lengkapnya masih diverifikasi. Polisi juga menemukan bukti percakapan WhatsApp  yang menunjukkan adanya komunikasi antara korban dan seseorang yang diduga terkait dengan kejadian ini. Kaka...

Rekonstruksi Kasus Pengeroyokan Brutal di Sambong, Polisi Dalami Motif dan Peran Pelaku

Rekonstruksi kasus pengeroyokan sadis yang mengguncang Kecamatan Sambong akhirnya digelar oleh Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Blora. Aksi kekerasan yang nyaris merenggut nyawa seorang warga ini sempat membuat geger masyarakat setelah korban ditemukan dalam kondisi koma akibat dianiaya secara brutal. Proses rekonstruksi berlangsung di halaman Polres Blora, menyusul kondisi korban yang mulai membaik dan sudah dapat memberikan keterangan penting kepada penyidik. Rekonstruksi ini menghadirkan para tersangka, saksi, serta korban, untuk memeragakan ulang kejadian secara lengkap dan mendetail. Menurut Kasatreskrim Polres Blora, AKP Selamet, rekonstruksi ini sangat penting untuk mendapatkan gambaran utuh tentang insiden tersebut dari berbagai sudut pandang. “Kami ingin mencocokkan fakta-fakta di lapangan dengan keterangan para pihak yang terlibat, termasuk korban,” tegasnya dalam pernyataan pada 21 April 2025. Kasus ini menyita perhatian publik karena tingkat kekerasan...

Bagaimana Hubungan Antara Korban dan "H", Begini Pengakuan dari Orang Tua Korban

Cakramedia Indonesia, 6 Maret 2025 Akhmad Soesilo, selaku orang tua dari korban menjelaskan bagaiman hubungan antara Korban dan H. Mereka Sudah menjalani hubungan dari awal Covid, kalau Covid itu sekitar tahun 2020, berarti kurang lebih sudah sekitar 5 tahun berjalan, mereka bersama. "H" juga sering datang ke rumah Korban, walaupun korban tidak ada di rumah pun juga sering datang, sekedar membawa makanan atau jajanan yang diberikan kepada Ibu atau keluarga Korban. Jadi menurut saya tidak mungkin Korban masuk rumah melewati jendela, karena juga sudah sering dolan kesana, apalagi tidak ada jendelanya. Selain hal tersebut, hubungan yang sudah berjalan lama itu, pastinya orang tua dan keluarga "H" sudah tentu mengenal dengan baik korban. Dengan lingkungan sekitar, Pak RT, Pak RW pun juga sudah sama - sama saling mengenal baik. Disaat peristiwa tersebut terjadi, hp korban itu ada di tas. Kok kenapa tiba - tiba bisa hilang, dan ketika ditemukan dan diserahkan ...