Langsung ke konten utama

Widorokandang Jumat Berkah


Polresta Pati - Polda Jateng - Dalam rangka Commander Wish Kapolda Jateng, Polresta Pati menggelar kegiatan bakti sosial jumat berbagi ke Warga yang kurang mampu di Slum area Desa Widorokandang Kecamatan Pati Kabupaten Pati. Jumat (23/08/2024). 

Dalam kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolresta Pati Kombes Pol Andhika Bayu Adhittama dan didampingi Kapolsek Pati Iptu Heru Purnomo dan Bhabinkamtibmas Polsek Pati. 

Dalam kegiatan tersebut juga dilaksanakan secara serentak di Slum area masing-masing wilayah Polsek Jajaran Polresta Pati yang dipimpin oleh para Kapolsek. 

Kapolresta Pati Kombes Pol Andhika Bayu Adhittama saat pimpin kegiatan tersebut menuturkan bahwa maksud dan tujuan kegiatan ini Sebagai bentuk kepedulian Polda Jateng kepada warga masyarakat dalam rangka Commander Wish Kapolda Jateng.

"Kami dari Polresta Pati dan anggota memberikan bantuan kepada Perwakilan Warga Dhuafa di wilayah Kabupaten Pati sebagai bentuk wujud kepedulian kepada masyarakat", ungkapnya. 

Adapapun bentuk Bantuan sosial yang diberikan dalam kegiatan tersebut yaitu berupa paket sembako dan tali asih. 

Mbah Kliwon seorang petani warga Desa Widorokandang salah satu pemenima bantuan sosial sangat berterima kasih kepada Kapolresta Pati dan Kapolda Jateng atas perhatiannya kepada warga. 

"Terima kasih pak Kapolresta dan Pak Kapolda Jateng, semoga Polisi sehat selalu dan di cintai Masyarakat", tandasnya. 

(Humas Resta Pati)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Polisi Selidiki Motif Kekerasan di Blora, Korban Alami Luka Serius

CAKRAMEDIA INDONESIA Blora, 18 Februari 2025 – Insiden dugaan kekerasan bersama-sama terjadi di Dusun Mlawu, Desa Biting, Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora, pada Jumat (14/2) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB. Akibat kejadian ini, seorang pria bernama Moch. Mahfud Saputra mengalami luka serius. Berdasarkan laporan kepolisian, peristiwa ini terjadi di rumah milik Sakri Bin Yadi. Korban, pria kelahiran Bojonegoro yang bekerja sebagai pegawai swasta, diduga menjadi sasaran kekerasan mendadak saat berada di lokasi. Kejadian ini baru dilaporkan kepada pihak berwenang sekitar pukul 02.30 WIB. Keterangan Saksi dan Bukti Digital Sejumlah saksi telah dimintai keterangan, termasuk Hanisa Putri Binti Sakri, Ibnu Ikhsan Setiawan Bin Sakri, serta Joko Prasetyo Bin Jayus yang identitas lengkapnya masih diverifikasi. Polisi juga menemukan bukti percakapan WhatsApp  yang menunjukkan adanya komunikasi antara korban dan seseorang yang diduga terkait dengan kejadian ini. Kaka...

Rekonstruksi Kasus Pengeroyokan Brutal di Sambong, Polisi Dalami Motif dan Peran Pelaku

Rekonstruksi kasus pengeroyokan sadis yang mengguncang Kecamatan Sambong akhirnya digelar oleh Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Blora. Aksi kekerasan yang nyaris merenggut nyawa seorang warga ini sempat membuat geger masyarakat setelah korban ditemukan dalam kondisi koma akibat dianiaya secara brutal. Proses rekonstruksi berlangsung di halaman Polres Blora, menyusul kondisi korban yang mulai membaik dan sudah dapat memberikan keterangan penting kepada penyidik. Rekonstruksi ini menghadirkan para tersangka, saksi, serta korban, untuk memeragakan ulang kejadian secara lengkap dan mendetail. Menurut Kasatreskrim Polres Blora, AKP Selamet, rekonstruksi ini sangat penting untuk mendapatkan gambaran utuh tentang insiden tersebut dari berbagai sudut pandang. “Kami ingin mencocokkan fakta-fakta di lapangan dengan keterangan para pihak yang terlibat, termasuk korban,” tegasnya dalam pernyataan pada 21 April 2025. Kasus ini menyita perhatian publik karena tingkat kekerasan...

Bagaimana Hubungan Antara Korban dan "H", Begini Pengakuan dari Orang Tua Korban

Cakramedia Indonesia, 6 Maret 2025 Akhmad Soesilo, selaku orang tua dari korban menjelaskan bagaiman hubungan antara Korban dan H. Mereka Sudah menjalani hubungan dari awal Covid, kalau Covid itu sekitar tahun 2020, berarti kurang lebih sudah sekitar 5 tahun berjalan, mereka bersama. "H" juga sering datang ke rumah Korban, walaupun korban tidak ada di rumah pun juga sering datang, sekedar membawa makanan atau jajanan yang diberikan kepada Ibu atau keluarga Korban. Jadi menurut saya tidak mungkin Korban masuk rumah melewati jendela, karena juga sudah sering dolan kesana, apalagi tidak ada jendelanya. Selain hal tersebut, hubungan yang sudah berjalan lama itu, pastinya orang tua dan keluarga "H" sudah tentu mengenal dengan baik korban. Dengan lingkungan sekitar, Pak RT, Pak RW pun juga sudah sama - sama saling mengenal baik. Disaat peristiwa tersebut terjadi, hp korban itu ada di tas. Kok kenapa tiba - tiba bisa hilang, dan ketika ditemukan dan diserahkan ...