Langsung ke konten utama

Kesbangpol dan Laskar Penjawi Nusantara

Jumat, 23 Agustus 2024

Sosialisasi dan edukasi yang berlangsung di Kantor Kesbangpol Pati (23/08) ini, memberikan banyak manfaat yang bisa diambil dalam pembentukan karakter positif terkait pembangunan mental Nasionalisme yang tinggi.

Kegiatan tersebut dihadiri sekitar 50 anggota LSM Laskar Penjawi Nusantara, dengan dua nara sumber, yaitu Kepala Kesbangpol Kab. Pati yaitu Drs, Sugiyono, MM. dan Rinda Ardiani, S.Sos, MM sebagai Sekretaris Kesbangpol Kab. Pati.

Sebagai nara sumber, Beberapa edukasi yang disampaikan oleh Rinda Ardiani diantaranya adalah tentang wawasan kebangsaan dengan menguatkan cara pandang kita yang dilandasi kesadaran diri dan cinta akan tanah air.

Kesadaran diri yaitu kita harus sadar bahwa kita diciptakan oleh Tuhan, dilahirkan orang tua dan menjadi warga negara Indonesia. Dengan pembangunan mindset seperti itu, maka rasa cinta tanah air pun akan semakin tumbah dan terjaga.

Beberapa hal yang disebutkan sebagai contoh dalam kesadaran diri tersebut adalah, mengikuti perayaan hari kemerdekaan, partisipasi dalam pemilu, menghormati lambang negara, memelihara budaya lokal dan menguatkan pendidikan sejarah.

Selain hal tersebut, nilai-nilai moral yang wajib dikembangkan, diantaranya adalah kebaikan, rasa hormat, kepedulian, toleransi dan kerjasama.

Selain pembangunan, beberapa aspek negatif yang harus dihindari adalah, kebudayaan dan kekayaan alam melimpah sehingga banyak negara yg ingin menguasai Indonesia, adanya perbedaan akan memicu konflik, bangsa yg plural terdiri berbagai suku, budaya, agama, kondisi geografis, tingkat kemiskinan, kekerasan dan fanatisme kelompok, dapat menghambat kemajuan bangsa dan degradasi solidaritas sosial.

Menurut Sugiyono, pentingnya Pancasila sebagai penangkal radikalisme adalah dengan menjunjung tinggi nilai - nilai dari Pancasila. Diantaranya adalah tidak memaksakan kepercayaan keagaman, saling support dan tidak saling menjatuhkan, kerja sama bersama, mengutamakan kepentingan umum daripada kepentingan pribadi, adil dan mengutamakan musyawarah dalam menentukan kebijakan bersama.

Harapan besar Sugiyono dan Rina Ardian  kepada LSM Laskar Penjawi Nusantara adalah turut serta membangun Kab. Pati di semua aspek, baik fisik maupun non fisik. Karena beliau percaya, dengan adanya Laskar Penjawi Nusantara, Kab. Pati akan lebih maju lagi ke depan.

(dks)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Polisi Selidiki Motif Kekerasan di Blora, Korban Alami Luka Serius

CAKRAMEDIA INDONESIA Blora, 18 Februari 2025 – Insiden dugaan kekerasan bersama-sama terjadi di Dusun Mlawu, Desa Biting, Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora, pada Jumat (14/2) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB. Akibat kejadian ini, seorang pria bernama Moch. Mahfud Saputra mengalami luka serius. Berdasarkan laporan kepolisian, peristiwa ini terjadi di rumah milik Sakri Bin Yadi. Korban, pria kelahiran Bojonegoro yang bekerja sebagai pegawai swasta, diduga menjadi sasaran kekerasan mendadak saat berada di lokasi. Kejadian ini baru dilaporkan kepada pihak berwenang sekitar pukul 02.30 WIB. Keterangan Saksi dan Bukti Digital Sejumlah saksi telah dimintai keterangan, termasuk Hanisa Putri Binti Sakri, Ibnu Ikhsan Setiawan Bin Sakri, serta Joko Prasetyo Bin Jayus yang identitas lengkapnya masih diverifikasi. Polisi juga menemukan bukti percakapan WhatsApp  yang menunjukkan adanya komunikasi antara korban dan seseorang yang diduga terkait dengan kejadian ini. Kaka...

Rekonstruksi Kasus Pengeroyokan Brutal di Sambong, Polisi Dalami Motif dan Peran Pelaku

Rekonstruksi kasus pengeroyokan sadis yang mengguncang Kecamatan Sambong akhirnya digelar oleh Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Blora. Aksi kekerasan yang nyaris merenggut nyawa seorang warga ini sempat membuat geger masyarakat setelah korban ditemukan dalam kondisi koma akibat dianiaya secara brutal. Proses rekonstruksi berlangsung di halaman Polres Blora, menyusul kondisi korban yang mulai membaik dan sudah dapat memberikan keterangan penting kepada penyidik. Rekonstruksi ini menghadirkan para tersangka, saksi, serta korban, untuk memeragakan ulang kejadian secara lengkap dan mendetail. Menurut Kasatreskrim Polres Blora, AKP Selamet, rekonstruksi ini sangat penting untuk mendapatkan gambaran utuh tentang insiden tersebut dari berbagai sudut pandang. “Kami ingin mencocokkan fakta-fakta di lapangan dengan keterangan para pihak yang terlibat, termasuk korban,” tegasnya dalam pernyataan pada 21 April 2025. Kasus ini menyita perhatian publik karena tingkat kekerasan...

Bagaimana Hubungan Antara Korban dan "H", Begini Pengakuan dari Orang Tua Korban

Cakramedia Indonesia, 6 Maret 2025 Akhmad Soesilo, selaku orang tua dari korban menjelaskan bagaiman hubungan antara Korban dan H. Mereka Sudah menjalani hubungan dari awal Covid, kalau Covid itu sekitar tahun 2020, berarti kurang lebih sudah sekitar 5 tahun berjalan, mereka bersama. "H" juga sering datang ke rumah Korban, walaupun korban tidak ada di rumah pun juga sering datang, sekedar membawa makanan atau jajanan yang diberikan kepada Ibu atau keluarga Korban. Jadi menurut saya tidak mungkin Korban masuk rumah melewati jendela, karena juga sudah sering dolan kesana, apalagi tidak ada jendelanya. Selain hal tersebut, hubungan yang sudah berjalan lama itu, pastinya orang tua dan keluarga "H" sudah tentu mengenal dengan baik korban. Dengan lingkungan sekitar, Pak RT, Pak RW pun juga sudah sama - sama saling mengenal baik. Disaat peristiwa tersebut terjadi, hp korban itu ada di tas. Kok kenapa tiba - tiba bisa hilang, dan ketika ditemukan dan diserahkan ...