Langsung ke konten utama

Warga Dukuh Bulakan Kompak Perbaiki Jalan Kabupaten Secara Swadaya Menjelang Lebaran


CAKRAMEDIA INDONESIA
Blora, 18 Maret 2025 – Warga Dukuh Bulakan, Desa Pilang, Kecamatan Randublatung, Kabupaten Blora, menunjukkan semangat gotong royong yang luar biasa dengan menggelar kerja bakti memperbaiki jalan kabupaten yang rusak parah. Kegiatan ini melibatkan tiga Rukun Warga (RW) dan sepuluh Rukun Tetangga (RT) serta dilaksanakan pada Selasa (18/3) mulai pukul 06.00 WIB hingga 08.30 WIB.

Dengan penuh kesadaran, setiap RT berkontribusi iuran sebesar Rp 300.000 untuk membeli grosok dari Pamotan. Ditambah dengan sumbangan dari para donatur, dana yang terkumpul mencapai Rp 9.100.000. Uang tersebut digunakan untuk membeli grosok seharga Rp 700.000 per truk, sehingga total 13 truk grosok berhasil didatangkan dan digunakan untuk meratakan jalan sepanjang 1.500 meter dengan lebar 3 meter.
Kerja bakti ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian masyarakat terhadap infrastruktur desa, terutama menjelang Hari Raya Idul Fitri 1446 H. Dengan perbaikan ini, warga berharap akses jalan menjadi lebih nyaman dan aman bagi pengguna jalan yang akan merayakan lebaran.

Slamet Widarsono, Kepala Dusun Bulakan, mengungkapkan rasa bangganya terhadap semangat warga dan para donatur yang turut berpartisipasi. “Antusias masyarakat sangat luar biasa. Dengan tekad dan kebersamaan, kita bisa memperbaiki jalan agar lebih nyaman untuk dilewati,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Pilang, Suyatno, turut memberikan apresiasi atas kekompakan warganya. “Saya sangat terharu melihat semangat gotong royong ini. Di zaman sekarang, kerja bakti seperti ini sudah jarang ditemui. Kami juga telah mengajukan perbaikan ke tingkat kabupaten, tetapi prosesnya membutuhkan tahapan yang harus dilalui. Terima kasih kepada warga yang telah berinisiatif melakukan perbaikan jalan demi kepentingan bersama,” katanya.
Dengan semangat kebersamaan, warga Dukuh Bulakan membuktikan bahwa kepedulian dan gotong royong masih menjadi nilai yang kuat dalam kehidupan bermasyarakat.
*(Joe)*

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Polisi Selidiki Motif Kekerasan di Blora, Korban Alami Luka Serius

CAKRAMEDIA INDONESIA Blora, 18 Februari 2025 – Insiden dugaan kekerasan bersama-sama terjadi di Dusun Mlawu, Desa Biting, Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora, pada Jumat (14/2) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB. Akibat kejadian ini, seorang pria bernama Moch. Mahfud Saputra mengalami luka serius. Berdasarkan laporan kepolisian, peristiwa ini terjadi di rumah milik Sakri Bin Yadi. Korban, pria kelahiran Bojonegoro yang bekerja sebagai pegawai swasta, diduga menjadi sasaran kekerasan mendadak saat berada di lokasi. Kejadian ini baru dilaporkan kepada pihak berwenang sekitar pukul 02.30 WIB. Keterangan Saksi dan Bukti Digital Sejumlah saksi telah dimintai keterangan, termasuk Hanisa Putri Binti Sakri, Ibnu Ikhsan Setiawan Bin Sakri, serta Joko Prasetyo Bin Jayus yang identitas lengkapnya masih diverifikasi. Polisi juga menemukan bukti percakapan WhatsApp  yang menunjukkan adanya komunikasi antara korban dan seseorang yang diduga terkait dengan kejadian ini. Kaka...

Warganet Galang Pawai Sound Horeg, Protes Pemkab Pati Terkait Kenaikan Pajak PBB-P2 yang Menggila

Warga Kabupaten Pati kembali menggalang aksi protes menolak lonjakan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) sebesar 250 %. Melalui akun Facebook INFO TLOGOWUNGU, mereka mengumumkan pawai sound horeg yang akan digelar Selasa, 13 Agustus, mulai dari Pucakwangi–Winong, singgah di Alun-alun Juwana sambil menunggu peserta lainnya, lalu bergerak menuju Kantor Bupati Pati. Sejumlah sound system besar dikabarkan akan turut memeriahkan aksi, dengan 16 subwoofer bertenaga tinggi. Inisiator menyebut pawai itu sebagai bentuk “gass ora bolo”—ajakan tancap gas tanpa ragu—untuk menunjukkan kekompakan masyarakat menuntut revisi tarif pajak. Keresahan soal PBB-P2 terlihat jelas di kolom komentar unggahan tersebut. Akun Tige Saudara menilai kenaikan itu memberatkan: “Siap. Pajek kok rakiro-karo, dibongkar wae pendopone nek ra direspon, bupati mabok iku.” Ucapan bernada kesal itu mencerminkan frustrasi sebagian warga yang menganggap pemerintah daerah tidak peka terhadap kond...

Sudewo dan Pandoyo yang Mewakili Para Kepala Desa, Saling Bantah di Ruang Publik Terkait Kenaikan PBB-P2

Pati – Polemik kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) di Kabupaten Pati semakin memanas. Dalam klarifikasi yang disampaikan di salah satu program TV One, Bupati Pati Sudewo menegaskan bahwa kebijakan kenaikan PBB-P2 merupakan hasil diskusi “dari bawah”, yang disebutnya melibatkan kepala desa, tokoh masyarakat, dan camat. Namun, pernyataan tersebut langsung dimentahkan oleh Ketua Pasopati, Pandoyo. Melalui unggahan Patinews.com, Pandoyo menegaskan bahwa para kepala desa tidak pernah, dan tidak akan pernah, menginisiasi atau meminta kenaikan PBB-P2. Ia menyebut, di mana pun kepala desa justru berikhtiar agar warganya tidak dibebani pungutan berlebihan, apalagi terkait pajak. Pandoyo bahkan menyebut narasi yang mengaitkan inisiasi kenaikan pajak kepada para kepala desa sebagai hoaks. “Kami para kepala desa tidak pernah menginisiasi apalagi meminta kenaikan PBB-P2. Narasi tersebut adalah hoax,” tegasnya. Ironisnya, meskipun Sudewo telah memutuskan pem...