Langsung ke konten utama

Tiga Perguruan Silat di Kradenan Bersatu dalam Aksi Sosial, Bagikan 1000 Takjil


*CAKRAMEDIA INDONESIA,-* Blora, 27 Maret 2025 – Sebagai wujud kebersamaan dan kepedulian di bulan suci Ramadan, tiga perguruan silat di Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora, menggelar kegiatan sosial berbagi takjil. Acara ini berlangsung di Jalan Peting-Kradenan, tepatnya di Dusun Sumber, RT 03/RW 02, Desa Sumber, mulai pukul 16.30 hingga 17.00 WIB.

Tiga perguruan yang bergabung dalam aksi ini adalah PSHW Sub Ranting Sumber yang dipimpin oleh Jumangin, PSHT Pusat Madiun Rayon Sumber di bawah kepemimpinan Jasmani, serta IKSPI Sub Ranting Sumber yang diketuai oleh Dwi Prabowo. Sebanyak 100 anggota dari ketiga perguruan tersebut turut serta dalam pembagian 1000 bungkus takjil yang dikumpulkan bersama.
Kepala Desa Sumber, Aris Susanto, mengapresiasi kegiatan ini sebagai wujud persatuan antarperguruan yang menciptakan suasana kondusif di desa. "Terima kasih kepada seluruh perguruan yang telah mengadakan kegiatan ini. Ini adalah contoh nyata guyub rukun yang membawa keamanan dan kenyamanan bagi warga," ujarnya.

Adi Perwakilan dari Pemdes Desa Sumber sekaligus Anggota PSHW berharap kegiatan seperti ini bisa menjadi agenda tahunan. "Semoga aksi sosial ini bisa terus dilakukan setiap tahun dan semakin mempererat persaudaraan antarperguruan," ujarnya ketika dikonfirmasi Awak Media. 
Sementara itu, seorang Anggota IPSI Blora Samidi yang hadir menyaksikan menyampaikan rasa bangga melihat anggota perguruan yang berbeda tetap menjaga silaturahmi dalam satu kegiatan sosial. 

"Walaupun memakai seragam perguruan masing-masing, mereka tetap bersatu dalam kebaikan. Ini membawa kebahagiaan bagi masyarakat dan menciptakan suasana adem ayem guyub rukun IPSI Cabang Blora," ungkapnya.

Kegiatan bagi-bagi takjil ini tidak hanya menjadi ajang berbagi, tetapi juga memperlihatkan bahwa persatuan dapat terjalin meskipun berasal dari latar belakang yang berbeda. Harapannya, aksi ini menjadi inspirasi bagi komunitas lain untuk terus menebar kebaikan di bulan suci Ramadan.
*(Joe)*

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Polisi Selidiki Motif Kekerasan di Blora, Korban Alami Luka Serius

CAKRAMEDIA INDONESIA Blora, 18 Februari 2025 – Insiden dugaan kekerasan bersama-sama terjadi di Dusun Mlawu, Desa Biting, Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora, pada Jumat (14/2) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB. Akibat kejadian ini, seorang pria bernama Moch. Mahfud Saputra mengalami luka serius. Berdasarkan laporan kepolisian, peristiwa ini terjadi di rumah milik Sakri Bin Yadi. Korban, pria kelahiran Bojonegoro yang bekerja sebagai pegawai swasta, diduga menjadi sasaran kekerasan mendadak saat berada di lokasi. Kejadian ini baru dilaporkan kepada pihak berwenang sekitar pukul 02.30 WIB. Keterangan Saksi dan Bukti Digital Sejumlah saksi telah dimintai keterangan, termasuk Hanisa Putri Binti Sakri, Ibnu Ikhsan Setiawan Bin Sakri, serta Joko Prasetyo Bin Jayus yang identitas lengkapnya masih diverifikasi. Polisi juga menemukan bukti percakapan WhatsApp  yang menunjukkan adanya komunikasi antara korban dan seseorang yang diduga terkait dengan kejadian ini. Kaka...

Warganet Galang Pawai Sound Horeg, Protes Pemkab Pati Terkait Kenaikan Pajak PBB-P2 yang Menggila

Warga Kabupaten Pati kembali menggalang aksi protes menolak lonjakan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) sebesar 250 %. Melalui akun Facebook INFO TLOGOWUNGU, mereka mengumumkan pawai sound horeg yang akan digelar Selasa, 13 Agustus, mulai dari Pucakwangi–Winong, singgah di Alun-alun Juwana sambil menunggu peserta lainnya, lalu bergerak menuju Kantor Bupati Pati. Sejumlah sound system besar dikabarkan akan turut memeriahkan aksi, dengan 16 subwoofer bertenaga tinggi. Inisiator menyebut pawai itu sebagai bentuk “gass ora bolo”—ajakan tancap gas tanpa ragu—untuk menunjukkan kekompakan masyarakat menuntut revisi tarif pajak. Keresahan soal PBB-P2 terlihat jelas di kolom komentar unggahan tersebut. Akun Tige Saudara menilai kenaikan itu memberatkan: “Siap. Pajek kok rakiro-karo, dibongkar wae pendopone nek ra direspon, bupati mabok iku.” Ucapan bernada kesal itu mencerminkan frustrasi sebagian warga yang menganggap pemerintah daerah tidak peka terhadap kond...

Sudewo dan Pandoyo yang Mewakili Para Kepala Desa, Saling Bantah di Ruang Publik Terkait Kenaikan PBB-P2

Pati – Polemik kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) di Kabupaten Pati semakin memanas. Dalam klarifikasi yang disampaikan di salah satu program TV One, Bupati Pati Sudewo menegaskan bahwa kebijakan kenaikan PBB-P2 merupakan hasil diskusi “dari bawah”, yang disebutnya melibatkan kepala desa, tokoh masyarakat, dan camat. Namun, pernyataan tersebut langsung dimentahkan oleh Ketua Pasopati, Pandoyo. Melalui unggahan Patinews.com, Pandoyo menegaskan bahwa para kepala desa tidak pernah, dan tidak akan pernah, menginisiasi atau meminta kenaikan PBB-P2. Ia menyebut, di mana pun kepala desa justru berikhtiar agar warganya tidak dibebani pungutan berlebihan, apalagi terkait pajak. Pandoyo bahkan menyebut narasi yang mengaitkan inisiasi kenaikan pajak kepada para kepala desa sebagai hoaks. “Kami para kepala desa tidak pernah menginisiasi apalagi meminta kenaikan PBB-P2. Narasi tersebut adalah hoax,” tegasnya. Ironisnya, meskipun Sudewo telah memutuskan pem...