Langsung ke konten utama

LSM Naga Merah Bagikan 500 Takjil di Sorogo, Warga Antusias dan Terbantu

*CAKRAMEDIA INDONESIA,-* Blora – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Naga Merah menggelar kegiatan sosial dengan membagikan 500 kotak takjil kepada masyarakat di Jalan Sorogo, tepatnya di depan Kantor Polhut Sorogo, pada Senin (24 Maret 2025). Acara yang dimulai pukul 16.30 WIB Sampai selesai dilanjut buka bersama,Kegiatan ini disambut dengan antusias oleh masyarakat sekitar dan para pengguna jalan yang melintas.

Setelah pembagian takjil, kegiatan dilanjutkan dengan buka puasa bersama yang dihadiri oleh 70 anggota LSM Naga Merah serta masyarakat sekitar.

 Ketua Umum LSM Naga Merah, H. Muriyanto, S.H., menegaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk berbagi rezeki serta mempererat kekompakan antar anggota.

"Kami ingin menumbuhkan semangat kebersamaan dan lebih mengutamakan kepentingan sosial. Semoga kegiatan ini terus berjalan di tahun-tahun mendatang," ujar H.Muriyanto,S.H selaku Ketua Umum ketika dikonfirmasi awak Media.
Wakil Ketua Umum LSM Naga Merah, Oyong Priangkoso, menambahkan bahwa seluruh kegiatan ini murni hasil dari iuran sukarela para anggota. Hal ini menunjukkan kepedulian yang tinggi dari seluruh anggota terhadap masyarakat sekitar.

Ketua Cabang Wilayah Blora Selatan (Mendenrejo), Supriyato, juga menekankan bahwa nilai-nilai sosial seperti ini akan terus ditanamkan kepada seluruh anggota. "Kami ingin masyarakat melihat bahwa LSM Naga Merah tidak hanya hadir sebagai organisasi, tetapi juga sebagai bagian dari komunitas yang peduli dan siap membantu," katanya.

Salah satu warga, Mbah Siti (74), RT01/RW06 Sorogo mengaku bersyukur masih mendapatkan takjil meski datang di akhir pembagian. "Alhamdulillah", saya merasa ayem. LSM Naga Merah benar-benar membantu masyarakat. Semoga tetap maju dan kompak," tuturnya.
Saat ini, LSM Naga Merah telah memiliki sekitar seribu anggota yang tersebar di Kabupaten Blora dan Kabupaten Bojonegoro. Diharapkan, kegiatan sosial seperti ini dapat terus berlangsung untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.
(RIO)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Polisi Selidiki Motif Kekerasan di Blora, Korban Alami Luka Serius

CAKRAMEDIA INDONESIA Blora, 18 Februari 2025 – Insiden dugaan kekerasan bersama-sama terjadi di Dusun Mlawu, Desa Biting, Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora, pada Jumat (14/2) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB. Akibat kejadian ini, seorang pria bernama Moch. Mahfud Saputra mengalami luka serius. Berdasarkan laporan kepolisian, peristiwa ini terjadi di rumah milik Sakri Bin Yadi. Korban, pria kelahiran Bojonegoro yang bekerja sebagai pegawai swasta, diduga menjadi sasaran kekerasan mendadak saat berada di lokasi. Kejadian ini baru dilaporkan kepada pihak berwenang sekitar pukul 02.30 WIB. Keterangan Saksi dan Bukti Digital Sejumlah saksi telah dimintai keterangan, termasuk Hanisa Putri Binti Sakri, Ibnu Ikhsan Setiawan Bin Sakri, serta Joko Prasetyo Bin Jayus yang identitas lengkapnya masih diverifikasi. Polisi juga menemukan bukti percakapan WhatsApp  yang menunjukkan adanya komunikasi antara korban dan seseorang yang diduga terkait dengan kejadian ini. Kaka...

Warganet Galang Pawai Sound Horeg, Protes Pemkab Pati Terkait Kenaikan Pajak PBB-P2 yang Menggila

Warga Kabupaten Pati kembali menggalang aksi protes menolak lonjakan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) sebesar 250 %. Melalui akun Facebook INFO TLOGOWUNGU, mereka mengumumkan pawai sound horeg yang akan digelar Selasa, 13 Agustus, mulai dari Pucakwangi–Winong, singgah di Alun-alun Juwana sambil menunggu peserta lainnya, lalu bergerak menuju Kantor Bupati Pati. Sejumlah sound system besar dikabarkan akan turut memeriahkan aksi, dengan 16 subwoofer bertenaga tinggi. Inisiator menyebut pawai itu sebagai bentuk “gass ora bolo”—ajakan tancap gas tanpa ragu—untuk menunjukkan kekompakan masyarakat menuntut revisi tarif pajak. Keresahan soal PBB-P2 terlihat jelas di kolom komentar unggahan tersebut. Akun Tige Saudara menilai kenaikan itu memberatkan: “Siap. Pajek kok rakiro-karo, dibongkar wae pendopone nek ra direspon, bupati mabok iku.” Ucapan bernada kesal itu mencerminkan frustrasi sebagian warga yang menganggap pemerintah daerah tidak peka terhadap kond...

7 Pelaku Pengeroyokan Biting Terancam 9 Tahun Penjara dan Bagaimana Pengakuan H Terhadap Korban

Cakramedia Indonesia Blora, 21 Februari 2025 | Tujuh orang tersangka pengeroyokan di Desa Biting, Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora, kini harus menghadapi ancaman hukuman sembilan tahun penjara. Insiden ini terjadi pada Jumat (14/2/2025) dan menimpa seorang pria berinisial M, warga Kecamatan Padangan, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Kasat Reskrim Polres Blora, AKP Selamet, dalam konferensi pers pada Jumat (21/2/2025), mengungkapkan kronologi kejadian tersebut. Menurutnya, insiden bermula dari kecurigaan warga terhadap korban yang sering berkunjung dan bermalam di rumah seorang perempuan berinisial H di Desa Biting. "Sekitar pukul 02.00 WIB, dua orang pelaku yang tengah berkeliling desa melihat sepeda motor yang tidak dikenal terparkir di sekitar lokasi. Saat mereka menelusuri area tersebut, mereka menemukan salah satu jendela rumah dalam keadaan terbuka," jelas AKP Selamet. Dua pelaku tersebut kemudian melaporkan temuannya kepada rekan-rekan mereka yang berada ...