Langsung ke konten utama

Aliansi Masyarakat Laporkan Oknum Perangkat Desa Brumbung Jepon Blora, Dugaan Penyalahgunaan Dana Desa


Cakramedia Indonesia

Dugaan penyalahgunaan dana desa kembali mencuat, kali ini terjadi di Desa Brumbung, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora. Dari penyampaian awak media, Seorang warga dengan inisial MH telah melaporkan kasus ini ke Polres Blora pada Jumat, 7 Maret 2025.

Laporan tersebut teregistrasi dalam Surat Tanda Terima Laporan Pengaduan dengan nomor STTLP/62/III/2025/Res Blora/Jateng. MH yang diketahui sebagai Ketua Harian Aliansi Masyarakat Pengawas dan Pemantau Uang Negara, melaporkan dugaan penyelewengan anggaran pembangunan sumur ketahanan pangan.

Dana desa tahun 2024 yang dialokasikan untuk proyek tersebut mencapai Rp138 juta, dengan rencana pembangunan 11 titik sumur ketahanan pangan. Namun, dugaan penyimpangan muncul setelah ditemukan indikasi bahwa proyek tersebut tidak berjalan sebagaimana mestinya. Akibatnya, diperkirakan terjadi kerugian keuangan negara sekitar Rp65 juta.

Dalam laporannya, MH menuding seorang perangkat desa berinisial K, yang menjabat sebagai Kepala Dusun di Desa Brumbung, sebagai pihak yang diduga bertanggung jawab atas penyalahgunaan anggaran tersebut. Kusnari, yang berusia 45 tahun, diduga tidak melaksanakan proyek sesuai peruntukannya, sehingga menimbulkan indikasi korupsi.

Menanggapi laporan ini, aparat kepolisian Polres Blora melalui Kanit SPKT III, AIPTU Sulistiyo, telah menerima pengaduan secara resmi. Kasus ini akan ditindaklanjuti sesuai prosedur hukum yang berlaku.

Masyarakat setempat berharap agar kasus ini dapat segera diusut tuntas. Transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana desa menjadi perhatian utama guna memastikan bahwa anggaran yang dikucurkan benar-benar digunakan untuk kesejahteraan warga.

Hingga berita ini diturunkan, pihak terkait belum memberikan pernyataan resmi terkait dugaan penyalahgunaan dana desa ini. Polres Blora diharapkan segera melakukan penyelidikan lebih lanjut guna memastikan kebenaran dari laporan tersebut dan mengambil langkah hukum yang diperlukan.

/Tim.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Polisi Selidiki Motif Kekerasan di Blora, Korban Alami Luka Serius

CAKRAMEDIA INDONESIA Blora, 18 Februari 2025 – Insiden dugaan kekerasan bersama-sama terjadi di Dusun Mlawu, Desa Biting, Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora, pada Jumat (14/2) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB. Akibat kejadian ini, seorang pria bernama Moch. Mahfud Saputra mengalami luka serius. Berdasarkan laporan kepolisian, peristiwa ini terjadi di rumah milik Sakri Bin Yadi. Korban, pria kelahiran Bojonegoro yang bekerja sebagai pegawai swasta, diduga menjadi sasaran kekerasan mendadak saat berada di lokasi. Kejadian ini baru dilaporkan kepada pihak berwenang sekitar pukul 02.30 WIB. Keterangan Saksi dan Bukti Digital Sejumlah saksi telah dimintai keterangan, termasuk Hanisa Putri Binti Sakri, Ibnu Ikhsan Setiawan Bin Sakri, serta Joko Prasetyo Bin Jayus yang identitas lengkapnya masih diverifikasi. Polisi juga menemukan bukti percakapan WhatsApp  yang menunjukkan adanya komunikasi antara korban dan seseorang yang diduga terkait dengan kejadian ini. Kaka...

Rekonstruksi Kasus Pengeroyokan Brutal di Sambong, Polisi Dalami Motif dan Peran Pelaku

Rekonstruksi kasus pengeroyokan sadis yang mengguncang Kecamatan Sambong akhirnya digelar oleh Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Blora. Aksi kekerasan yang nyaris merenggut nyawa seorang warga ini sempat membuat geger masyarakat setelah korban ditemukan dalam kondisi koma akibat dianiaya secara brutal. Proses rekonstruksi berlangsung di halaman Polres Blora, menyusul kondisi korban yang mulai membaik dan sudah dapat memberikan keterangan penting kepada penyidik. Rekonstruksi ini menghadirkan para tersangka, saksi, serta korban, untuk memeragakan ulang kejadian secara lengkap dan mendetail. Menurut Kasatreskrim Polres Blora, AKP Selamet, rekonstruksi ini sangat penting untuk mendapatkan gambaran utuh tentang insiden tersebut dari berbagai sudut pandang. “Kami ingin mencocokkan fakta-fakta di lapangan dengan keterangan para pihak yang terlibat, termasuk korban,” tegasnya dalam pernyataan pada 21 April 2025. Kasus ini menyita perhatian publik karena tingkat kekerasan...

Bagaimana Hubungan Antara Korban dan "H", Begini Pengakuan dari Orang Tua Korban

Cakramedia Indonesia, 6 Maret 2025 Akhmad Soesilo, selaku orang tua dari korban menjelaskan bagaiman hubungan antara Korban dan H. Mereka Sudah menjalani hubungan dari awal Covid, kalau Covid itu sekitar tahun 2020, berarti kurang lebih sudah sekitar 5 tahun berjalan, mereka bersama. "H" juga sering datang ke rumah Korban, walaupun korban tidak ada di rumah pun juga sering datang, sekedar membawa makanan atau jajanan yang diberikan kepada Ibu atau keluarga Korban. Jadi menurut saya tidak mungkin Korban masuk rumah melewati jendela, karena juga sudah sering dolan kesana, apalagi tidak ada jendelanya. Selain hal tersebut, hubungan yang sudah berjalan lama itu, pastinya orang tua dan keluarga "H" sudah tentu mengenal dengan baik korban. Dengan lingkungan sekitar, Pak RT, Pak RW pun juga sudah sama - sama saling mengenal baik. Disaat peristiwa tersebut terjadi, hp korban itu ada di tas. Kok kenapa tiba - tiba bisa hilang, dan ketika ditemukan dan diserahkan ...