Langsung ke konten utama

Ribuan Pelayat Antarkan Kepergian Relawan Perlintasan Kereta, Untung Joko Priono


CAKRAMEDIA INDONESIA

Blora, 16 Maret 2025 – Duka mendalam menyelimuti warga Desa Sambongwangan, Kecamatan Randublatung, Kabupaten Blora. Untung Joko Priono, seorang relawan pengatur jalan di perlintasan rel kereta api Wulung, meninggal dunia pada Sabtu, 15 Maret 2025, pukul 18.00 WIB di RSU Bojonegoro setelah mengeluhkan sesak napas pada pagi hari sabtu di bawa ke Rumah sakit sorenya meninggal dan Sebelumnya dua hari di rawat di rumah Almarhum sebelum dibawa ke Rumah Sakit. 

Jenazah almarhum dimakamkan pada Minggu, 16 Maret 2025, pukul 09.00 WIB di pemakaman umum Dukuh Nguleng, Desa Sambongwangan. Ribuan pelayat, baik dari dalam maupun luar desa, memadati halaman rumah duka untuk memberikan penghormatan terakhir kepada sosok yang dikenal berdedikasi dan tanpa pamrih dalam menjalankan tugasnya sebagai relawan.

Kepala Desa Sambongwangan, Wahyudi, mengenang almarhum sebagai pribadi yang penuh semangat meskipun memiliki keterbatasan fisik.

"Almarhum adalah sosok relawan yang tak mengenal lelah. Dengan keterbatasan fisiknya, beliau tetap berbuat baik bagi sesama manusia maupun makhluk lainnya. Bahkan sebelum saya menjabat sebagai kepala desa, beliau sudah terjun sebagai relawan selama puluhan tahun. Semoga almarhum ditempatkan di sisi Allah SWT," ungkap Wahyudi.

Kepergian Untung Joko Priono menjadi kehilangan besar bagi masyarakat, terutama bagi mereka yang kerap melihatnya menjaga perlintasan demi keselamatan pengguna jalan. Semoga amal ibadahnya diterima di sisi-Nya.

(joe)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Polisi Selidiki Motif Kekerasan di Blora, Korban Alami Luka Serius

CAKRAMEDIA INDONESIA Blora, 18 Februari 2025 – Insiden dugaan kekerasan bersama-sama terjadi di Dusun Mlawu, Desa Biting, Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora, pada Jumat (14/2) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB. Akibat kejadian ini, seorang pria bernama Moch. Mahfud Saputra mengalami luka serius. Berdasarkan laporan kepolisian, peristiwa ini terjadi di rumah milik Sakri Bin Yadi. Korban, pria kelahiran Bojonegoro yang bekerja sebagai pegawai swasta, diduga menjadi sasaran kekerasan mendadak saat berada di lokasi. Kejadian ini baru dilaporkan kepada pihak berwenang sekitar pukul 02.30 WIB. Keterangan Saksi dan Bukti Digital Sejumlah saksi telah dimintai keterangan, termasuk Hanisa Putri Binti Sakri, Ibnu Ikhsan Setiawan Bin Sakri, serta Joko Prasetyo Bin Jayus yang identitas lengkapnya masih diverifikasi. Polisi juga menemukan bukti percakapan WhatsApp  yang menunjukkan adanya komunikasi antara korban dan seseorang yang diduga terkait dengan kejadian ini. Kaka...

7 Pelaku Pengeroyokan Biting Terancam 9 Tahun Penjara dan Bagaimana Pengakuan H Terhadap Korban

Cakramedia Indonesia Blora, 21 Februari 2025 | Tujuh orang tersangka pengeroyokan di Desa Biting, Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora, kini harus menghadapi ancaman hukuman sembilan tahun penjara. Insiden ini terjadi pada Jumat (14/2/2025) dan menimpa seorang pria berinisial M, warga Kecamatan Padangan, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Kasat Reskrim Polres Blora, AKP Selamet, dalam konferensi pers pada Jumat (21/2/2025), mengungkapkan kronologi kejadian tersebut. Menurutnya, insiden bermula dari kecurigaan warga terhadap korban yang sering berkunjung dan bermalam di rumah seorang perempuan berinisial H di Desa Biting. "Sekitar pukul 02.00 WIB, dua orang pelaku yang tengah berkeliling desa melihat sepeda motor yang tidak dikenal terparkir di sekitar lokasi. Saat mereka menelusuri area tersebut, mereka menemukan salah satu jendela rumah dalam keadaan terbuka," jelas AKP Selamet. Dua pelaku tersebut kemudian melaporkan temuannya kepada rekan-rekan mereka yang berada ...

Kondisi Terkini Korban Pengeroyokan Biting

Cakramedia Indonesia Blora, 20 Februari 2025 | Perkembangan Kondisi korban pengeroyokan yang terjadi di Dukuh Mlawu Desa Biting Kec. Sambong Kab. Blora (14/02) kemarin, sudah mulai membaik, yaitu dengan sudah dipindahkannya korban dari ruang ICU ke ruang perawatan pasien umum (19/02). "Alhamdullilah mas, kondisi sekarang sudah mulai membaik. Awalnya tadi sudah melek tapi merem lagi, karena belum begitu sadar. Tapi sekarang sudah dipindahkan ke ruang pasien Wijaya Kusuma 8, sudah tidak di ICU lagi", ucap M. Ardiansah selaku kakak korban. Selain hal tersebut, M. Ardiansah juga menyampaikan sekilas kronologi kejadian peristiwa tersebut, "Jadi sekitar jam 00.30 itu, setelah ngopi dari warung kopi, adik saya menuju kerumahnya hanisa setelah di WA sama Hanisa putri, langsung masuk kamar jam sekitar jam 01.30, lalu di seret keluar Adik Hanisa putri bilang maling dan Hanisa bilang gak kenal, terus terjadi pengroyokan brutal itu". "Sekarang kami sekeluarga m...