Langsung ke konten utama

PJ Bupati Didesak GRADAPATI Untuk Copot Sekertaris Bawaslu

Pj Bupati Pati didesak Gerakan Pemuda Peduli Pati (GRADAPATI) untuk segera mencopot jabatan Sekretaris Bawaslu Kabupaten Pati.
Desakan itu disampaikan pada saat audiensi dengan Pj Bupati Pati, yang diwakili Kabag Tata Pemerintahan Setda, Imam Kartiko, di pendopo kabupaten setempat, Senin (28/10/24).
Audiensi tersebut merupakan buntut dari aksi unjuk rasa yang telah dilakukan GRADAPATI bersama mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Peduli Korupsi (AMPK), di Kantor Bawaslu Pati, pada Selasa (22/10) lalu.
Tuntutan mereka saat itu, yakni transparansi anggaran, netralitas, mengusut dugaan suap-menyuap dan rangkap jabatan ditubuh Bawaslu Pati.

Posisi Sekretaris Bawaslu Pati saat ini dijabat oleh Ahmada, yang merupakan Camat Jaken.
Kelompok mahasiswa itu menyebut, dengan kondisi rangkap jabatan dikhawatirkan kinerja pengawasan oleh Bawaslu tidak bisa maksimal. Disisi lain, Camat Jaken dituntut pelayanan masyarakat dan menjaga kondusifitas wilayah menjelang Pilkada Pati, 27 November mendatang.
Sebagaian pihak menilai, kredibilitas dan netralitas Bawaslu disangsikan, mengingat Ahmada secara personal memiliki kekerabatan dengan salah satu paslon Bupati-Wakil Bupati Pati yang sedang mengikuti kontestasi.

Walaupun hal itu tidak melanggar undang-undang, namun secara etik dianggap tidak patut.

Praktisi hukum di Kabupaten Pati, Dr Manurung, SH; mengungkap untuk menyikapi masalah tersebut.
“Memang tidak diatur di dalam undang-undang. Namun secara etika tidak dibenarkan. Etika adalah tertinggi dalam hukum itu sendiri”, ungkap Dr. Manurung.
Menurut dia, yang bersangkutan (Ahmada) secara sadar seharusnya mengajukan pengunduran diri dari jabatan Sekretaris Bawaslu Pati, agar tidak terjadi polemik berkepanjangan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Polisi Selidiki Motif Kekerasan di Blora, Korban Alami Luka Serius

CAKRAMEDIA INDONESIA Blora, 18 Februari 2025 – Insiden dugaan kekerasan bersama-sama terjadi di Dusun Mlawu, Desa Biting, Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora, pada Jumat (14/2) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB. Akibat kejadian ini, seorang pria bernama Moch. Mahfud Saputra mengalami luka serius. Berdasarkan laporan kepolisian, peristiwa ini terjadi di rumah milik Sakri Bin Yadi. Korban, pria kelahiran Bojonegoro yang bekerja sebagai pegawai swasta, diduga menjadi sasaran kekerasan mendadak saat berada di lokasi. Kejadian ini baru dilaporkan kepada pihak berwenang sekitar pukul 02.30 WIB. Keterangan Saksi dan Bukti Digital Sejumlah saksi telah dimintai keterangan, termasuk Hanisa Putri Binti Sakri, Ibnu Ikhsan Setiawan Bin Sakri, serta Joko Prasetyo Bin Jayus yang identitas lengkapnya masih diverifikasi. Polisi juga menemukan bukti percakapan WhatsApp  yang menunjukkan adanya komunikasi antara korban dan seseorang yang diduga terkait dengan kejadian ini. Kaka...

Warganet Galang Pawai Sound Horeg, Protes Pemkab Pati Terkait Kenaikan Pajak PBB-P2 yang Menggila

Warga Kabupaten Pati kembali menggalang aksi protes menolak lonjakan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) sebesar 250 %. Melalui akun Facebook INFO TLOGOWUNGU, mereka mengumumkan pawai sound horeg yang akan digelar Selasa, 13 Agustus, mulai dari Pucakwangi–Winong, singgah di Alun-alun Juwana sambil menunggu peserta lainnya, lalu bergerak menuju Kantor Bupati Pati. Sejumlah sound system besar dikabarkan akan turut memeriahkan aksi, dengan 16 subwoofer bertenaga tinggi. Inisiator menyebut pawai itu sebagai bentuk “gass ora bolo”—ajakan tancap gas tanpa ragu—untuk menunjukkan kekompakan masyarakat menuntut revisi tarif pajak. Keresahan soal PBB-P2 terlihat jelas di kolom komentar unggahan tersebut. Akun Tige Saudara menilai kenaikan itu memberatkan: “Siap. Pajek kok rakiro-karo, dibongkar wae pendopone nek ra direspon, bupati mabok iku.” Ucapan bernada kesal itu mencerminkan frustrasi sebagian warga yang menganggap pemerintah daerah tidak peka terhadap kond...

Sudewo dan Pandoyo yang Mewakili Para Kepala Desa, Saling Bantah di Ruang Publik Terkait Kenaikan PBB-P2

Pati – Polemik kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) di Kabupaten Pati semakin memanas. Dalam klarifikasi yang disampaikan di salah satu program TV One, Bupati Pati Sudewo menegaskan bahwa kebijakan kenaikan PBB-P2 merupakan hasil diskusi “dari bawah”, yang disebutnya melibatkan kepala desa, tokoh masyarakat, dan camat. Namun, pernyataan tersebut langsung dimentahkan oleh Ketua Pasopati, Pandoyo. Melalui unggahan Patinews.com, Pandoyo menegaskan bahwa para kepala desa tidak pernah, dan tidak akan pernah, menginisiasi atau meminta kenaikan PBB-P2. Ia menyebut, di mana pun kepala desa justru berikhtiar agar warganya tidak dibebani pungutan berlebihan, apalagi terkait pajak. Pandoyo bahkan menyebut narasi yang mengaitkan inisiasi kenaikan pajak kepada para kepala desa sebagai hoaks. “Kami para kepala desa tidak pernah menginisiasi apalagi meminta kenaikan PBB-P2. Narasi tersebut adalah hoax,” tegasnya. Ironisnya, meskipun Sudewo telah memutuskan pem...