Langsung ke konten utama

Setelah Menghilang, Akhirnya Ditemukan Sudah Menjadi Mayat

Keberadaan warga Jepara yang dilaporkan hilang sejak 9 hari lalu tepatnya (14/12/2024) akhirnya terungkap. Korban ditemukan di muara Sungai  Ginting Desa Kembang Kecamatan Dukuhseti Kabupaten Pati dalam keadaan meninggal dunia dan tanpa busana.


Dari pemeriksaan sidik jari dan pemeriksaan terhadap keluarga yang melaporkan kehilangan salah satu anggota keluarganya, Kasat Reskrim Polresta Pati, Kompol M Alfan Armin menjelaskan dalam keterangan tertulis yang diterima wartawan Sabtu (21/12/2024) bahwa dari Ditreskrimun Polda Jateng menyatakan bahwa mayat wanita tersebut diketahui bernama Semi.


" Berdasarkan beberapa kesamaan dalam ciri-ciri fisik, diketahui bahwa identitas jenazah tersebut yaitu atas nama Semi berusia 71 tahun," ungkap Alfan.


Ditambahkan juga bahwa korban yang menghilang sejak (14/12/2024) tersebut adalah warga Desa Kancilan Kecamatan Kembang Kabupaten Jepara.


" Jenazah sebelumnya dilaporkan hilang sejak Sabtu, 14 Desember 2024 sekitar pukul 00.30 WIB ke Polsek Kembang Polres Jepara pada tanggal 16 Desember 2024," tambahnya.


Dan jenazah saat ini sudah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.


" Untuk jenazah sudah diserahkan kepada keluarga yaitu anak almarhum dan perangkat desa setempat," terangnya.


Sementara itu untuk kemungkinan mayat tersebut adalah korban pembunuhan, pihaknya masih melakukan pendalaman dalam kasus ini.


" Masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut." ungkapnya.


Terkait penemuan mayat, pihak kepolisian menerima laporan warga atas temuan mayat tanpa busana dan identitas di Muara Sungai Genting Desa Kembang Kecamatan Dukuhseti pada Selasa (17/12/2024) dini hari sekitar pukul 01.00 WIB.


Polisi sudah melakukan autopsi dan pemeriksaan saksi terkait asal usul mayat tersebut. seperti diketahui di TKP mayat ditemukan sudah dalam keadaan membusuk dan langsung dibawa ke RSUD RAA Soewondo Pati untuk pemeriksaan lebih lanjut sebelum diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Polisi Selidiki Motif Kekerasan di Blora, Korban Alami Luka Serius

CAKRAMEDIA INDONESIA Blora, 18 Februari 2025 – Insiden dugaan kekerasan bersama-sama terjadi di Dusun Mlawu, Desa Biting, Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora, pada Jumat (14/2) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB. Akibat kejadian ini, seorang pria bernama Moch. Mahfud Saputra mengalami luka serius. Berdasarkan laporan kepolisian, peristiwa ini terjadi di rumah milik Sakri Bin Yadi. Korban, pria kelahiran Bojonegoro yang bekerja sebagai pegawai swasta, diduga menjadi sasaran kekerasan mendadak saat berada di lokasi. Kejadian ini baru dilaporkan kepada pihak berwenang sekitar pukul 02.30 WIB. Keterangan Saksi dan Bukti Digital Sejumlah saksi telah dimintai keterangan, termasuk Hanisa Putri Binti Sakri, Ibnu Ikhsan Setiawan Bin Sakri, serta Joko Prasetyo Bin Jayus yang identitas lengkapnya masih diverifikasi. Polisi juga menemukan bukti percakapan WhatsApp  yang menunjukkan adanya komunikasi antara korban dan seseorang yang diduga terkait dengan kejadian ini. Kaka...

Warganet Galang Pawai Sound Horeg, Protes Pemkab Pati Terkait Kenaikan Pajak PBB-P2 yang Menggila

Warga Kabupaten Pati kembali menggalang aksi protes menolak lonjakan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) sebesar 250 %. Melalui akun Facebook INFO TLOGOWUNGU, mereka mengumumkan pawai sound horeg yang akan digelar Selasa, 13 Agustus, mulai dari Pucakwangi–Winong, singgah di Alun-alun Juwana sambil menunggu peserta lainnya, lalu bergerak menuju Kantor Bupati Pati. Sejumlah sound system besar dikabarkan akan turut memeriahkan aksi, dengan 16 subwoofer bertenaga tinggi. Inisiator menyebut pawai itu sebagai bentuk “gass ora bolo”—ajakan tancap gas tanpa ragu—untuk menunjukkan kekompakan masyarakat menuntut revisi tarif pajak. Keresahan soal PBB-P2 terlihat jelas di kolom komentar unggahan tersebut. Akun Tige Saudara menilai kenaikan itu memberatkan: “Siap. Pajek kok rakiro-karo, dibongkar wae pendopone nek ra direspon, bupati mabok iku.” Ucapan bernada kesal itu mencerminkan frustrasi sebagian warga yang menganggap pemerintah daerah tidak peka terhadap kond...

Sudewo dan Pandoyo yang Mewakili Para Kepala Desa, Saling Bantah di Ruang Publik Terkait Kenaikan PBB-P2

Pati – Polemik kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) di Kabupaten Pati semakin memanas. Dalam klarifikasi yang disampaikan di salah satu program TV One, Bupati Pati Sudewo menegaskan bahwa kebijakan kenaikan PBB-P2 merupakan hasil diskusi “dari bawah”, yang disebutnya melibatkan kepala desa, tokoh masyarakat, dan camat. Namun, pernyataan tersebut langsung dimentahkan oleh Ketua Pasopati, Pandoyo. Melalui unggahan Patinews.com, Pandoyo menegaskan bahwa para kepala desa tidak pernah, dan tidak akan pernah, menginisiasi atau meminta kenaikan PBB-P2. Ia menyebut, di mana pun kepala desa justru berikhtiar agar warganya tidak dibebani pungutan berlebihan, apalagi terkait pajak. Pandoyo bahkan menyebut narasi yang mengaitkan inisiasi kenaikan pajak kepada para kepala desa sebagai hoaks. “Kami para kepala desa tidak pernah menginisiasi apalagi meminta kenaikan PBB-P2. Narasi tersebut adalah hoax,” tegasnya. Ironisnya, meskipun Sudewo telah memutuskan pem...