Langsung ke konten utama

PENGAWASAN PARTISIPATIF DI TINGKAT KECAMATAN

Peningkatan Peran Masyarakat dalam Pengawasan partisipatif pada pemilihan Tahun 2024

Acara yang digelar di Gedung Haji Karangmulyo Tambakromo, Rabu 17 Juli 2024 tersebut, dibuka oleh Ketua Panwaslucam Tambakromo yaitu Moh.Syafi'i Luthfi Nuha,S.S.T.Ars tersebut berjalan lancar.
Banyak agenda dan wacana yang bisa kita petik dan jadikan modal dasar untuk Pilkada 2024 ini.
  
Beberapa materi yang di sampaikan oleh beberapa nara sumber, yaitu meliputi:
1.Mantan Komisioner  KPU Kab.Pati Muh. Nasich, S.Si. sebagai Nara Sumber pertama adalah beberapa Taahapan dalam Pilkada.

2. Khoirulimah sebagai Wakasek Kab. Pati, tentang PERAN MASYARAKAT DALAM PENGAWASAN PILKADA TH 2024
(Peran Pengawas partisipasi rakyat dalam politik dan pemerintahan)

Beberapa materi tersubut adalah:
Pentingkah pemilu itu?
1.Momentum penentuan kepemimpinan politik dan pemerintahan 
2.Membuka ruang partisipasi rakyat dalam politik dan pemerintahan 
(Siapa yang perlu di awasi dan Peran Pengawas partisipatif dlm pengawas pemilih)

Selain itu, ada beberapa hal yang perlu diwaspadai, dihindari dan dipelajari, yaitu terdiri dari beberapa Jenis informasi yang beredar:
- Penghinaan
- Hoaks 
- Gosip 
- Framing/buzzer 
- Opini 
- Fakta 
- Penyebaran informasi 

Sedangkan beberapa Resiko Kampanye di medsos, yang terdiri dari:
- Hoaks, disinformasi, berita palsu,disinformasi
- Penggunaan akun palsu/anonim untuk menyesatkan pengguna 
- Kampanye hitam yang terkoordinasi 
- Aliran dana kampanye yg tdk transparan 
- Influencers atau buzzer yg mendorong topik atau isu

Kepada seluruh warna Kab. Pati yang sudah terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap, marilah kita sadar diri, lebih cerdas dalam manangkap gosip atau isu apapun yang bersifat Provokatif.

Cakramedia Indonesia

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Polisi Selidiki Motif Kekerasan di Blora, Korban Alami Luka Serius

CAKRAMEDIA INDONESIA Blora, 18 Februari 2025 – Insiden dugaan kekerasan bersama-sama terjadi di Dusun Mlawu, Desa Biting, Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora, pada Jumat (14/2) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB. Akibat kejadian ini, seorang pria bernama Moch. Mahfud Saputra mengalami luka serius. Berdasarkan laporan kepolisian, peristiwa ini terjadi di rumah milik Sakri Bin Yadi. Korban, pria kelahiran Bojonegoro yang bekerja sebagai pegawai swasta, diduga menjadi sasaran kekerasan mendadak saat berada di lokasi. Kejadian ini baru dilaporkan kepada pihak berwenang sekitar pukul 02.30 WIB. Keterangan Saksi dan Bukti Digital Sejumlah saksi telah dimintai keterangan, termasuk Hanisa Putri Binti Sakri, Ibnu Ikhsan Setiawan Bin Sakri, serta Joko Prasetyo Bin Jayus yang identitas lengkapnya masih diverifikasi. Polisi juga menemukan bukti percakapan WhatsApp  yang menunjukkan adanya komunikasi antara korban dan seseorang yang diduga terkait dengan kejadian ini. Kaka...

7 Pelaku Pengeroyokan Biting Terancam 9 Tahun Penjara dan Bagaimana Pengakuan H Terhadap Korban

Cakramedia Indonesia Blora, 21 Februari 2025 | Tujuh orang tersangka pengeroyokan di Desa Biting, Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora, kini harus menghadapi ancaman hukuman sembilan tahun penjara. Insiden ini terjadi pada Jumat (14/2/2025) dan menimpa seorang pria berinisial M, warga Kecamatan Padangan, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Kasat Reskrim Polres Blora, AKP Selamet, dalam konferensi pers pada Jumat (21/2/2025), mengungkapkan kronologi kejadian tersebut. Menurutnya, insiden bermula dari kecurigaan warga terhadap korban yang sering berkunjung dan bermalam di rumah seorang perempuan berinisial H di Desa Biting. "Sekitar pukul 02.00 WIB, dua orang pelaku yang tengah berkeliling desa melihat sepeda motor yang tidak dikenal terparkir di sekitar lokasi. Saat mereka menelusuri area tersebut, mereka menemukan salah satu jendela rumah dalam keadaan terbuka," jelas AKP Selamet. Dua pelaku tersebut kemudian melaporkan temuannya kepada rekan-rekan mereka yang berada ...

Warganet Galang Pawai Sound Horeg, Protes Pemkab Pati Terkait Kenaikan Pajak PBB-P2 yang Menggila

Warga Kabupaten Pati kembali menggalang aksi protes menolak lonjakan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) sebesar 250 %. Melalui akun Facebook INFO TLOGOWUNGU, mereka mengumumkan pawai sound horeg yang akan digelar Selasa, 13 Agustus, mulai dari Pucakwangi–Winong, singgah di Alun-alun Juwana sambil menunggu peserta lainnya, lalu bergerak menuju Kantor Bupati Pati. Sejumlah sound system besar dikabarkan akan turut memeriahkan aksi, dengan 16 subwoofer bertenaga tinggi. Inisiator menyebut pawai itu sebagai bentuk “gass ora bolo”—ajakan tancap gas tanpa ragu—untuk menunjukkan kekompakan masyarakat menuntut revisi tarif pajak. Keresahan soal PBB-P2 terlihat jelas di kolom komentar unggahan tersebut. Akun Tige Saudara menilai kenaikan itu memberatkan: “Siap. Pajek kok rakiro-karo, dibongkar wae pendopone nek ra direspon, bupati mabok iku.” Ucapan bernada kesal itu mencerminkan frustrasi sebagian warga yang menganggap pemerintah daerah tidak peka terhadap kond...