Langsung ke konten utama

Anggota Dewan Melakukan Sidak Kelokasi Pembangungan Talud didesa Langgenharjo,Kecamatan Juana Kabupaten Pati

Kamis 11 Juli 2024
H.Haryono Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati,
memberikan apresiasi kepada warga Kincir Tengah Desa Langgenharjo Kecamatan Juana Kabupaten Pati,
yang melakukan protes terkait Pembangunan Talud dan Pengerasan Jalan Pertanian dengan menggunakan bahan material yang diduga berbahaya.

Dirinya mendukung langkah Positif Warga Sepanjang Untuk mengungkap suatu kebeneran. 
Sebagai tindak lanjut Pihaknya melakukan koordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pati, untuk segera melakukan Uji Laboratorium terhadap bahan material yang terdapat dalam limbah yang diduga berbahaya, yang dipergunakan dalam proyek Pembangungan didesa Langgenharjo Kecamatan Juana Kabupaten Pati.
Dirinya berharap Warga tidak hanya mengandalkan Dewan, karena wilayah Dewan tidak hanya didesa tapi seluruh Kabupaten.

Kalau ada permasalahan bisa disampaikan atau diselesaikan ditingkat desa, Namun Kalau ada keraguan bisa disampaikan kepadanya karena dirinya adalah penyambung aspirasi dari Masyarakat, sehingga pihaknya akan melanjutkan dan berkomunikasi dengan dinas terkait.

Sementara itu, Sastam salah satu perwakilan dari Petani berharap agar permasalahan yang menimbulkan keresahan dan kecemasan dimasyarakat tersebut dapat segera ditindaklanjuti dan tidak menimbulkan kerugian yang lebih besar dikemudian hari. ( pungkas Sastam).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Polisi Selidiki Motif Kekerasan di Blora, Korban Alami Luka Serius

CAKRAMEDIA INDONESIA Blora, 18 Februari 2025 – Insiden dugaan kekerasan bersama-sama terjadi di Dusun Mlawu, Desa Biting, Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora, pada Jumat (14/2) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB. Akibat kejadian ini, seorang pria bernama Moch. Mahfud Saputra mengalami luka serius. Berdasarkan laporan kepolisian, peristiwa ini terjadi di rumah milik Sakri Bin Yadi. Korban, pria kelahiran Bojonegoro yang bekerja sebagai pegawai swasta, diduga menjadi sasaran kekerasan mendadak saat berada di lokasi. Kejadian ini baru dilaporkan kepada pihak berwenang sekitar pukul 02.30 WIB. Keterangan Saksi dan Bukti Digital Sejumlah saksi telah dimintai keterangan, termasuk Hanisa Putri Binti Sakri, Ibnu Ikhsan Setiawan Bin Sakri, serta Joko Prasetyo Bin Jayus yang identitas lengkapnya masih diverifikasi. Polisi juga menemukan bukti percakapan WhatsApp  yang menunjukkan adanya komunikasi antara korban dan seseorang yang diduga terkait dengan kejadian ini. Kaka...

7 Pelaku Pengeroyokan Biting Terancam 9 Tahun Penjara dan Bagaimana Pengakuan H Terhadap Korban

Cakramedia Indonesia Blora, 21 Februari 2025 | Tujuh orang tersangka pengeroyokan di Desa Biting, Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora, kini harus menghadapi ancaman hukuman sembilan tahun penjara. Insiden ini terjadi pada Jumat (14/2/2025) dan menimpa seorang pria berinisial M, warga Kecamatan Padangan, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Kasat Reskrim Polres Blora, AKP Selamet, dalam konferensi pers pada Jumat (21/2/2025), mengungkapkan kronologi kejadian tersebut. Menurutnya, insiden bermula dari kecurigaan warga terhadap korban yang sering berkunjung dan bermalam di rumah seorang perempuan berinisial H di Desa Biting. "Sekitar pukul 02.00 WIB, dua orang pelaku yang tengah berkeliling desa melihat sepeda motor yang tidak dikenal terparkir di sekitar lokasi. Saat mereka menelusuri area tersebut, mereka menemukan salah satu jendela rumah dalam keadaan terbuka," jelas AKP Selamet. Dua pelaku tersebut kemudian melaporkan temuannya kepada rekan-rekan mereka yang berada ...

Warganet Galang Pawai Sound Horeg, Protes Pemkab Pati Terkait Kenaikan Pajak PBB-P2 yang Menggila

Warga Kabupaten Pati kembali menggalang aksi protes menolak lonjakan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) sebesar 250 %. Melalui akun Facebook INFO TLOGOWUNGU, mereka mengumumkan pawai sound horeg yang akan digelar Selasa, 13 Agustus, mulai dari Pucakwangi–Winong, singgah di Alun-alun Juwana sambil menunggu peserta lainnya, lalu bergerak menuju Kantor Bupati Pati. Sejumlah sound system besar dikabarkan akan turut memeriahkan aksi, dengan 16 subwoofer bertenaga tinggi. Inisiator menyebut pawai itu sebagai bentuk “gass ora bolo”—ajakan tancap gas tanpa ragu—untuk menunjukkan kekompakan masyarakat menuntut revisi tarif pajak. Keresahan soal PBB-P2 terlihat jelas di kolom komentar unggahan tersebut. Akun Tige Saudara menilai kenaikan itu memberatkan: “Siap. Pajek kok rakiro-karo, dibongkar wae pendopone nek ra direspon, bupati mabok iku.” Ucapan bernada kesal itu mencerminkan frustrasi sebagian warga yang menganggap pemerintah daerah tidak peka terhadap kond...